16. Datang kembali

46 4 0
                                        

Happy Reading guys!!!

🍁🍁🍁

Setelah pulang sekolah Alvaro meminta inti Sevtara berkumpul di basecamp. Ia ingin membahas orang-orang yang ingin mencelakai Disya.

Atlas baru saja sampai karena mengantar Disya dan berganti baju lebih dulu.

"Geseran Dav," perintah Atlas.

"Ck. Baru dateng dah gusur-gusur aja," kesal Dava menggeser tubuhnya.

"Gimana jadinya?," sela Gibran.

"Antonio yang lebih bahaya," ucap Alvaro.

"Siapa Antonio?," tanya Cakra.

"Pengusaha dunia gelap. Dia lebih agresif kalo ngincer orang," jelas Atlas.

"Dari info yang gue denger. Dia nggak segan-segan bunuh orang tanpa pandang bulu," sahut Vino.

"Serius lo?," terkejut Dava.

"Kalo sampe hal gede kayak gitu. Gue rasa kita nggak mampu kalo cuma Sevtara aja," sahut Rey.

"Bener. Terlalu beresiko kalo kita nekat," ucap Kael.

"Mau nggak mau. Kita tetep minta bantuan om Afan sama om Yudha," ujar Nathan.

"Gue paham Al. Lo pasti mau nyelesain ini sendirian kan," ucap Bastian menatap Alvaro.

"Jangan gegabah. Kita belum tau pasti orang itu kayak apa," nasehat Bintang.

"Gue rasa dia lebih cepet dari yang kita kira," jawab Alvaro.

"Dia ngawasin Disya dengan jarak deket," lanjutnya.

"Terus kita harus gimana sekarang?," bingung Cakra.

"Untuk saat ini tetep jagain Disya aja. Jangan biarin dia pergi sendiri," usul Gibran.

"Bener sih. Karena itu peluang buat mereka nyelakain Disya," sahut Dava.

"Anjing!," emosi Atlas menendang kursi disebelahnya.

"Astaghfirullah!," teriak Dava spontan terkejut.

"Tumben lo nyebut," ejek Bastian.

"Diem lo," kesal Dava mengelus dadanya.

"Tenangin diri lo At," perintah Gibran menarik bahu Atlas.

"Gimana bisa gue tenang?! Kalo banyak yang ngincer Disya kayak gini!," ucap Atlas menggebu-gebu.

"Tenang dulu. Ada kita yang jaga Disya," sela Kael.

"Bener. Seenggaknya kita berusaha buat lindungi dulu. Sambil cari info lebih tentang pelakunya," nasihat Vino.

"Arghh!!!," teriak Atlas frustasi mengacak-acak rambutnya.

"Disya udah tau. Kalau dia lupa ingatan," jelas Atlas teringat ucapan Disya semalam.

"Serius lo?," kaget Deon.

Ladisya (Love Story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang