ini adalah kisah "QUEEN FALISHA CASSANZO"
Nama yang memiliki arti ratu kebahagiaan keluarga Cassanzo.
Dia terlahir tepat pada 20 Maret bertepatan dengan di peringatinya hari kebahagiaan sedunia.
"Kebahagiaan telah lahir entah dia yang menerima kebah...
"aku tak perduli kau jodohku atau bukan. karena di luar tentang itu semua,kamu adalah apa yang selalu aku perjuangkan" _______________.~**★**~.______________
Billa manatap kekasihnya Lio yang tidur di kelas,yah dirinya tidak heran karena itu sudah menjadi kebiasaan buruknya dan nampak nya laki-laki itu tidak terusik sama sekali karena kejadian tadi dan beruntungnya tidak ada guru yang menyadarinya.
Dia menghela napas kasar ia tidak menyangka bahwa Lio adalah kekasihnya tapi mau gimana lagi namanya juga cinta tidak ada yang tau.
Billa mengalihkan pandangannya ke arah falisha ia pun akhirnya menghampiri sahabatnya yang mematung dengan wajah ketakutan.
"Bil gue bener-bener gak sengaja sumpah,sial banget gue hari ini"kesal falisha.
"Udah-udah gak papa sekarang mending Lo samperin Arkan terus minta maaf"ucap billa sambil memegang pundak falisha.
"Iya juga ya tolol banget gue gak kepikiran Sampai kesana ya udah gue samperin Arkan"ucap falisha memukul keningnya pelan lalu berlari keluar.
..........
Sedangkan di sisi lain Arkan sedang memeras baju yang Basah terkena tinta karena ulah gadis yang selalu menganggunya itu.
Dia menatap baju di tangan nya,dia sudah bersusah payah mencuci tapi hasilnya nihil,apa seragamnya ini masih layak pakai untuk ke sekolah?.
"Mau bilang sialan tapi dosa,soalnya gak sengaja,mau bersyukur bajunya gak layak di pakai gitu"gerutu Arkan.
"Gimana yah,apa gue harus beli baju baru padahal ini aja baru beli itu pun dibeliin_"ucap Arkan lirih.
Arkan pun memutuskan membeli baju dengan hasil tabunganya.
Tapi saat cowok itu mau membuka pintu toilet,ia langsung dikejutkan melihat seorang cewek yang entah sejak kapan sudah berada di depan pintu toilet sambil membawa satu kantong plastik berisi seragam baru di dalamnya.
"Lo ngapain di sini,Lo gak liat ini toilet cowok,Lo mau ngitip ya"ucap Arkan.
"Ya enggak lah gue cuma mau ngasih ini"ucap falisha sambil menyodorkan kantong plastik ke arah Arkan.
"Apa"tanya Arkan.
"Seragam baru"jawab falisha.
"Gak butuh"tolak Arkan.
"Yakin Lo gak butuh dari pada Lo beli di koperasi pasti banyak yang nanya Lo kenapa Lo gak malu mending ini tinggal pakai gratis sebagai tanda pemintaan maaf dari gue, terimah ya"ucap falisha dengan satu tarikan napas.
"Udah ngomongnya"ucap Arkan dingin
"Udah hehe"ucap falisha cengengesan.
Arkan pun lalu berjalan cepat meninggalkan falisha,falisha tidak terima di tinggal bergitu saja ia pun lalu mengikuti Arkan seperti anak kucing.
"Jadi cowok itu jangan sok jual mahal"
"Udah jelek,cuek,batu,tembok,gak bisa menghargai gue dikit aja gitu"
"Udah enak gue mau tanggung jawab,minta maaf sama Lo aja susah banget gimana mau ngejar cinta lo?ISH,LO BISA DENGER GUE GAK SI_"
Ucapan falisha terpotong saat tiba tiba Arkan berhenti berjalan di depannya sehingga kepalanya langsung menabrak punggung kekar Arkan.
Arkan menghela napas kasar lalu ia berbalik badan menghadap falisha yang sedang mengusap keningnya dengan rambut.
"Aduh jangan benjol dong kan gak lucu"ucap falisha sambil mengusap keningnya dengan rambut yang menurut kepercayaan bisa menghindari kening benjol.
"Mau Lo apa si"ucap Arkan berusaha sabar walaupun dengan nada menusuk.
"Mau kasih ini terima yah ini sebagai tanda permintaan maaf karena kesalahan gue tadi"ucap falisha berusaha menyakinkan Arkan untuk menerima pemberian ya.
"gak mau"ucap Arkan.
"Yah,terimah dong gue gak bisa tenang sebelum Lo terima ini dan maafin gue"ucap falisha lirih dan dengan nada penuh penyesalan.
Arkan dapat melihat raut wajah dan cara bicara falisha yang sepertinya dia memang sangat sangat menyesal.
"Oke"ucap Arkan yang membuat falisha yang tadinya menunduk pun mendongakkan wajahnya dengan mata berbinar.
"Oke apa"tanya falisha.
"Gue terimah dan gue maafin Lo"ucap Arkan.
Yang membuat falisha langsung memberikan kantong plastik berisi seragam baru ke Arkan dan dia pun menerimanya.
"Gue lakuin ini karena gue mau menghargai Lo gak lebih"
"Dan yah jangan ikutin gue lagi"ucap Arkan lalu dia memutuskan ke kamar mandi untuk menganti bajunya.
"GAK BISA ARKAN KAN KITA DI TAKDIRKAN UNTUK BERJODOH"teriak falisha yang masih bisa di dengar oleh Arkan.