34.MONEY OR TIME?

61 3 2
                                        

_____________★FALISHA★____________Jangan lupa vote + komen🤍Happy reading🤍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____________★FALISHA★____________
Jangan lupa vote + komen🤍
Happy reading🤍

_______________.~**★**~.______________

"Ketika dia mampu memberimu segalanya maka yang tidak kamu dapatkan adalah waktunya"
_______________.~**★**~.______________

"Daddy"teriak Lio memasuki rumahnya.

Lio berjalan menghampiri Daddy nya "johncarlo Maverick kristofferson"(jonh) yang duduk di sofa ruang tamu di temani laptop dan tumpukan berkas di depannya.

"putraku Daddy sangat merindukanmu"ucap John sambil merentangkan kedua tangannya.

"Lio juga"jawab Lio sambil membalas pelukan John.

Setelah berpelukan Lio pun duduk di samping john sambil menyandarkan punggungnya karena merasa lelah sehabis pulang sekolah.

Lio menatap John yang kembali fokus ke pekerjaannya membuat Lio menghela nafas kasar.

"Daddy harusnya pulang itu untuk istirahat,bukan malah tetap fokus kerja"ujar Lio.

John pun menghentikan pekerjaannya ia menatap wajah putra semata wayangnya,menjadi seorang ayah sekaligus ibu untuk Lio tidaklah mudah.

"Joanna Aleida esther louise"(joanna) ibu Lio yang sudah meninggal dua hari setelah kelahiran Lio,membuat ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu.

hanya Lio yang dimiliki John sekarang,apapun akan dia berikan untuk putra semata wayangnya.

John juga berkerja keras membesarkan nama perusahaan nya supaya bisa ia wariskan ke putranya nanti.

"Dad"ucap Lio membuat John tersadar dari lamunannya.

"Ya apa?"tanya John.

"dad kenapa melamun?"tanya Lio.

"Gak Daddy tadi cuma lagi mikirin pekerjaan Daddy yang masih banyak"ucap John berbohong lalu kembali fokus ke pekerjaannya.

"Dad ayo main PS sama Lio udah lama nih gak main,padahal waktu kecil kita sering main Lo"ajak Lio.

"iya tapi nanti aja ya,Daddy lagi banyak kerjaan sekarang"ucap John terus fokus ke pekerjaannya.

"Yaudah lio ke kamar dulu dad"ucap Lio yang tidak mendapat jawaban dari John karena terlalu fokus dengan pekerjaannya.

Lio pun menghela nafas kesal,ia pun mulai berjalan menuju atas dimana kamarnya berada.

Lio merebahkan tubuhnya ke atas kasur miliknya dengan kasar,ia menatap ke atas langit langit kamarnya.

"Langit bisakah kau turunkan mommy sebentar aja?"ucap Lio dengan berlahan air mata yang mulai menetes.

"aku kangen mommy,aku ingin ngerasain hangat nya kasih sayang mommy,beranjak dewasa juga Lio gak di temani Daddy karena Daddy selalu sibuk kerja bolak balik keluar negeri,kalaupun pulang ke rumah tetap aja kerja kerja kerja terus gak punya waktu buat lio"ucap Lio dengan nada yang bergetar menahan tangis.

FALISHATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang