Jerry menghentikan Rang Rover berwarna hitam miliknya didepan sebuah sekolahan yang alamatnya telah dikirimkan melalui ponsel oleh alexa.
Setelah mematikan mesin mobil seharga miliaran tersebut, jerry mulai membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana.
Ia menarik nafas dengan panjang dahulu ketika melirik keatas, dimana sebuah tulisan besar yang menyebutkan nama dari sekolah yang menjadi tempat belajarnya dannis.
Ini sekolahan dengan tata letak gedung disebelah kiri dan kanan berbentuk U. Tidak terhitung berapa jumlah pintu yang bisa terlihat dengan matanya sendiri. Dan yang paling penting, dia tidak tau dimana kelas dannis beradaaaaa!!!!!!!!
Jerry mendengus sekali lagi dengan kesal sebelum mengeluarkan ponsel dari dalam saku untuk menghubungi alexa.
Lagi lagi si wanita menyebalkan itu membuat emosinya semakin meledak ledak, sambungan teleponnya pada alexa tersambung ke pesan suara.
"Rrrr. Alexa..." geram jerry meremas ponselnya sebelum membalikan badan ingin kembali menuju mobilnya, tidak peduli dannis pulang sekolah atau tidak.
Dia sudah tak peduli lagi, biarkan saja dannis pulang sendirian. Lagi pula masih ada taxi atau bus yang bisa mengantarnya pulang dengan selamat.
Dan kau sedang meninggalkan bocah kecil sendirian yang bahkan tidak tau alamat rumahnya sendiri, Jerry!!!
Oh itu seperti panggilan dari alexa yang berteriak teriak marah diatas kepalanya.
Jerry menghela nafas lagi, dan pemikiran konyolnya benar. Mana mungkin dia meninggalkan seorang bocah kecil yang tak tau jalan pulang sendirian disini. Jika dia tidak menyukai anak - anak, setidaknya dia harus punya hati.
"Aduuhhh..." suara rintihan kecil itu muncul ketika dia masih fokus menghayal geram tentang pemikiran akan meninggalkan dannis atau tetap menunggu kepulangan dannis yang bahkan dia tidak tau dimana dannis berada.
Jerry menoleh kearah sumber suara tersebut, dan seorang gadis kecil berambut cokelat sebahu dengan kucir kudanya terjatuh tepat dibawah kakinya. Gadis kecil itu jatuh dengan cara membungkuk, kedua lutut dan telapak tangannya menyentuh tanah..
Pria itu hanya melihat gadis kecil yang jatuh tadi tanpa ada rasa ingin membantu nya berdiri sedikitpun. Gadis kecil dengan rambut kucir kuda tampak menepuk kedua telapak tangannya menyingkirkan pasir yang membuat tangannya jadi kotor. Lalu kepala mungilnya menadah keatas untuk memperhatikan wajah jerry yang sangat jauh tinggi diatas tubuhnya.
"Bisakah paman membantu ku berdiri? Paman yang telah membuatku jatuh.." gumam gadis itu dengan bibir cemberut, ia mengulurkan tangannya meminta pertolongan. Tapi jerry hanya menatap dengan kerutan mendalam..
"Kau sendiri yang menabrak tubuhku dan jatuh" Singkatnya tanpa memperdulikan gadis itu.
"Setidaknya bantu aku berdiri paman, lutut ku berdarah..." ujar gadis itu lagi menunjuk kearah goresan kecil dan darah yang mengalir diatas lututnya.
Jerry menghembuskan nafasnya keudara, menatap kelangit langit seolah dia meminta pertolongan tuhan akan apa yang telah menimpa kehidupan sialnya dihari ini sebelum dia benar benar menarik tangan mungil gadis itu, menolong gadis itu untuk berdiri diatas tanah.
Setelah menolong gadis itu untuk berdiri , jerry melangkah melewati tubuh kecil itu dan berjalan sampai kesebuah kursi yang telah menunggunya di ujung sana. Mungkin hati baiknya telah menang, dan lebih memilih untuk menunggu dannis pulang dari sekolahan tanpa meninggalkannya.
Ternyata gadis kecil yang tadi.. juga mengikuti langkahnya, dengan jalan terpincang-pincang gadis itu berjalan menuju kearah jerry dan duduk tepat disebelahnya yang kosong.
Jalan terpincang pincang itu jadi mengingatkan jerry pada seseorang..
Terlepas dari pikiran Dejavu-nya, jerry memperhatikan sosok gadis itu dengan wajah penuh kerutan dimana mana. Seperti sebuah kerutan yang ada disetiap wajah kakek kakek..
Gadis itu duduk dengan tenang, mengeluarkan botol air didalam ransel nya dan mengeluarkan air itu tumpah diatas lututnya.
Terdengar suara rintihan kecil sang gadis sambil menahan kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Future Husband
RomansaCatatan penulis: Cerita ini sangat banyak kesalahan. Jadi yang mau niat baca boleh tapi harap maklum. Masih dalam tahap REVISI, bersabarlah kalau ingin membaca hasil yang bagus.
