Tanpa terasa dua hari telah berlalu sejak kehilangan elsa. Dan keadan emma yang semakin terlihat membaik.
Kedekatan jerry dengan mereka semakin terlihat, setiap kali ada waktu sepulang bekerja..
Pria itu selalu datang mengunjungi elsa.
Bukan........
sebenarnya bukan hanya elsa yang menjadi alasan utama jerry untuk berkunjung. Tentu saja wanita cantik yang emiliki suara indah itu...
Munafik rasanya jika jerry bilang kalau dia tidak memiliki perasaan apapun pada emma.
Tentu saja peraasaan itu muncul sering berjalannya waktu.
Setiap kali ia melihat gerak gerik nya emma, cara emma memperlihatkan kasih sayang kepada elsa.
Itu membuat hati jerry jadi tersentuh...
Dan dia sungguh kagum pada sosok emma...
Malam ini, jerry melihat sosok emma dan elsa datang kerestorannya lagi setelah sekian lama emma menghilang untuk bernyanyi disini.
Oh god..
lihatlah wanita itu. Emma sungguh cantik dengan pakaian sederhana nya yang membuat mata para pria menoleh kearah nya lebih dari dua kali.
Wanita itu menggunakan dress selutut berwarna biru tua, dan blazer berwarna hitam yang menutupi bahunya yang terbuka.
Seperti biasa, kaki indahnya menggunakan sepatu hak tinggi berwarna silver cerah ...
Rambut indahnya di ikat menjadi ekor kuda, semakin memperdalam kesan sexy -nya pada malam hari ini.
Penampilan emma patut diacungkan jempol, dia sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang sudah memiliki anak usia lima tahun. Tapi dia terlihat seperti wanita lajang yang masih perawan.
Dan gadis kecil cantik yang berdiri disebelah emma sudah pasti itu elsa. si kecil berwajah malaikat itu tidak mengucir rambutnya menjadi ekor kuda. Meskipun begitu, dia tetap terlihat menggemaskan.
Elsa menggunakan dress berwarna biru sama seperti mommy-nya , hanya saja warna biru yang digunakan elsa lebih muda dan lebih cerah.
"Senang melihatmu kembali lagi disini em...." ujar jerry ketika mereka saling berhadap hadapan satu sama lain. Emma hanya mengeluarkan senyuman tulus nya yang sangat manis.
Emma juga sangat senang bisa kembali lagi untuk menyanyi direstoran elegan seperti ini.
"Boyence !!!!!!!!!!!" aku tidak akan bilang itu suara siapa.
"Kemana saja kau selama ini. Pelanggan dan aku begitu merindukan suara emas mu itu...." gumam alexa sambil menyengir geli. Sempat membuat adiknya, jerry memutar mata jengkel.
"Maafkan aku alexa. Aku begitu sibuk akhir akhir ini..." balas emma. Tapi di cibir oleh jerry dari jauh. Emma melototi jerry dengan kesal.
Jerry tau kalau emma tidak sesibuk yang dia katakan. Wanita itu sekarang sudah menganggur sejak mengundurkan diri dari perusahaan jerry.
"Setidaknya aku senang , kalau kau kembali menyanyi disini." lanjut alexa lagi mengedipkan sebelah matanya dengan genit pada jerry. Entah apa maksudnya itu...
"Terimah kasih alexa. Kalau begitu aku harus segera menghibur para penonton....."
"Oh, silahkan nona. Panggung itu milikmu..."
Kemudian emma berpamitan pada alexa dan memohon pada jerry untuk menjaga elsa selagi dia bernyanyi. Tentu saja dengang senang hati jerry menerima tawaran itu. Dia menyayangi elsa, dan pasti akan menjaga elsa.
Perlahan tapi pasti, langkah emma pun semakin menjauh dari hadapan mereka untuk segera mengambil alih tempatnya sebagai penyanyi di restoran.
"Sekarang adikku sudah berubah menjadi penyuka anak kecil. Oh, aku sangat bersyukur akan hal ini.." alexa memulai percakapannya dengan jerry . Matanya sedikit melirik kearah tubuh mungil elsa yang berdiri tepat disebelah jerry.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Future Husband
RomansaCatatan penulis: Cerita ini sangat banyak kesalahan. Jadi yang mau niat baca boleh tapi harap maklum. Masih dalam tahap REVISI, bersabarlah kalau ingin membaca hasil yang bagus.
