Part 7 - Oh, Mr. Dixon!

49.3K 2.5K 10
                                        

Setelah jam kantor berakhir, emma langsung keluar dari ruangannya dan menuju lift. Sedangkan katy sudah tidak ada lagi dikantor.

ia berfikir, mungkin temannya itu sudah pulang terlebih dahulu. Karena sejak tadi, katy terus saja mengeluh dan menanyakan keberadaan sang bos yang belum juga datang ke perusahaan.

Apakah bos-nya sedang melarikan diri dan marah terhadap perlakukan emma terakhir kali ketika direstoran tadi? entahlah.....
Yang pasti, sejak emma meninggalkan jerry direstoran . Pria itu belum juga muncul ke perusahaan.

Emma telah berdiri dihadapan lift.
Ketika suara PING terdengar, pintu lift dihadapannya langsung terbuka lebar. Dan yang paling membuat nya terkejut adalah, sosok pria tampan bos-nya sendiri yang muncul dari dalam lift.
Bahkan mereka saling bertatapan untuk merasa terkejut satu sama lain. 

Saat jerry mulai melangkah keluar dari dalam lift, emma pun mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam lift.
Tiba tiba langkah emma terhenti ditengah-tengah pintu lift yang ingin tertutup lagi, karena cegatan dari jerry.
Pria itu mencengkram lengan emma

“Masalah yang tadi, aku benar benar minta maaf..” ujar jerry langsung menoleh kearah emma yang enggan menatapnya balik.

“Tidak apa apa Sir, aku sama sekali tidak menyalahkan mu..” tanpa perlu membalikan badan ataupun menatap wajah jerry. Emma langsung menarik cengkraman tangan jerry dan masuk kedalam lift sampai berdiri di ujung ruangan sempit dalam lift.

Pria itu mulai mundur selangkah keluar dari dalam lift.  Ia memperhatikan emma yang terus menerus menundukan kepalanya kebawah sampai pintu lift tertutup dan pandangan emma menghilang dari hadapannya.

Jerry terus berjalan gusar sampai kearah ruangan kerjanya yang sudah kosong. Bahkan sekretarisnya , juga sudah tidak ada dikantor ini.
Ia kembali ke perusahaan hanya untuk mengambil beberapa barang yang tertinggal didalam ruangannya.
Dan beberapa berkas berkas penting yang akan ia bawa pulang.

Setelah mengambil semua barang yang diperlukan, dia kembali menuju lift untuk membawanya ke lantai dasar gedung parkiran.

Sampai di parkiran, jerry masih melihat keberadaan emma disana. Awalnya dia pikir kalau emma sudah kembali pulang, tapi wanita itu masih ada diparkiran.  Wanita itu terlihat bingung sambil melihat kearah mesin depan mobil-nya.

Jerry langsung melangkah menghampiri emma..

“Apa yang terjadi?” tanya jerry tiba tiba membuat emma hampir terlompat karena perasaan terkejutnya.

“Um...” dia menggigit bibirnya dengan bingung sebelum kembali melihat kearah mesin mobil yang mengeluarkan asap. “Aku tidak tau apa yang terjadi dengan mesinnya. Tapi mobil ini sama sekali tidak mau menyala..” lanjut emma lagi.

Jerry semakin melangkahkan kakiknya mendekati emma, ikut melihat kearah mesin mobil wanita itu.
“Kupikir ada yang rusak dimesin mobilmu, dan kita harus membawanya ke bengkel ...”

“Benarkah?” emma menaikan kepalanya keatas untuk bertemu dengan wajah jerry. Seketika, jerry hanya membeku memperhatikan raut wajah kecemasan emma. Meskipun begitu, ia masih terlihat cantik.

“Ya..” singkatnya menganggukan kepala, kembali fokus menatap kearah mesin mobil.
“Aku akan menghubungi mobil derek untuk membawa mobilmu ke bengkel..”
emma mengangguk menyetujui usul jerry.

Ia melihat pria disebelahnya langsung mengambil ponsel didalam saku celana untuk menghubungi seseorang.

“Sepertinya mobil derek akan tiba dua jam lagi, dan aku tidak mau menunggu terlalu lama disini..” kata jerry setelah selama tiga menit dia berbicara diponsel.

Dear, Future HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang