Malam berikutnya, emma kembali bekerja sebagai penyanyi direstoran.
Kali ini dia terpaksa membawa elsa ikut bersamanya, berhubung kalau besok itu adalah hari libur-nya sekolah.
Ia senang karena mobilnya juga sudah kembali dari bengkel. Jerry benar, pria itu memerintahkan seseorang untuk mengantar mobil emma yang sudah sembuh kembali kerumah.
“Beyonce... !!!!!” tebak itu siapa yang berteriak? Kalian pasti tau.
“Hai alexa....” emma tersenyum manis ketika mereka saling berhadapan. Matanya melirik kearah bocah kecil yang digandeng oleh alexa.
“Oh, ini anakku. Namanya dannis...” ujar alexa seperti mengetahui apa yang emma lihat dan pikirkan kearah anaknya.
“Hai dannis.....” emma melambai padanya seolah olah manyapa dengan hangat. Dan dannis juga tampak tersenyum malu malu pada sapaan kecil emma.
“Apa dia putri kecilmu?” alexa menyodorkan pertanyannya ketika melirik kearah elsa yang sejak tadi terus berdiri disebalah emma.
“Oh iya.” kepala emma menunduk kebawah untuk melihat anaknya. Gadis kecilnya saling berpandang pandangan dengan bocah kecilnya alexa. Itu aneh...
“Sweetheart, perkenalkan namamu....” ujar nya lagi sambil mengusap kepala gadis kecilnya.
Elsa menganggukan kepalanya ketika memalingkan wajah sebelum menatap alexa dari bawah.
“Hai bibi, perkenalkan aku elsa....” gumam elsa sambil membungkukan badannya dengan hormat.
“Oh astaga. Kamu manis sekali... “ alexa langsung mencubit pipi montok nya elsa dengan gemas.
Setelah beberapa menit mereka saling berbicara , emma mulai melakukan pekerjaan nya sebagai penyanyi dan meninggalkan elsa yang dibiarkan duduk sendirian disalah satu kursi restoran yang kosong.
_____
Elsa menggoyang goyangkan kakinya saat dia duduk diatas kursi makan salah satu restoran, sendirian. Dia memainkan sebuah game diponsel emma yang sejak tadi sengaja ia pinjam...
“Angel!”
Kepala elsa langsung menatap kearah sumber suara yang menurutnya tidak asing. Dan sosok paman tampan yang selalu ia temui disekolah itu muncul tepat dihadapannya.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya jerry lagi menggeser kursi dan duduk tepat disebelah elsa.
Elsa mengedipkan bulu matanya berulang kali untuk memastikan kalau yang ia lihat itu benar benar paman tampan yang sering ia temui saat disekolah.
“Paman tampan? Benarkah itu kamu?”
“Ha-ha. Memangnya siapa lagi pria tertampan selain aku...” jerry menajawab nya dengan lelucon sambil mengusap rambut elsa yang kali ini dilepaskan begitu saja tanpa terikat.
“Pamaaaaaaannnnn!!!!!!!!” seakan baru menyadari kehadiran paman tampannya itu , elsa langsung melingkarkan sebuah pelukan kecil ditubuhnya jerry.
Sekali lagi, dan entah yang keberapa kalinya. Dengan canggung, jerry menerima pelukan lembut dari seorang gadis kecil yang baru beberapa kali ini ia jumpai.
“Apa yang paman lakukan disini?” tanya elsa setelah melepaskan pelukan diantara mereka.
“Restoran ini punya ku...” jawab jerry dengan percaya diri
“Woah! Benarkah ? Apakah paman orang kaya?”
“Hm, ya sangat kaya..”
Elsa langsung menyengir geli melihat ekspresi serius yang di tonjolkan oleh jerry.
“Dan kau belum menjawab pertanyaan ku angel. Apa yang kamu lakukan disini...?”
“Aku bersama mommy-ku....” elsa memutar kepalanya sambil menjulurkan telunjuk kesuatu tempat, tapi tatapannya langsung berubah jadi kecewa. “Mommy ku sudah hilang.. Tadinya dia disana.” elsa cemberut kembali menatap ke arah jerry.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Future Husband
RomanceCatatan penulis: Cerita ini sangat banyak kesalahan. Jadi yang mau niat baca boleh tapi harap maklum. Masih dalam tahap REVISI, bersabarlah kalau ingin membaca hasil yang bagus.
