Part 25 - Don't leave me

44.9K 2.2K 11
                                        


Di sepanjang perjalanan, emma seperti berhenti benafas. Ia terus memikirkan sosok pria tampan yang bahkan belum pernah ia temui sejak dua hari yang lalu.
Dan sekarang bagaimana mungkin kalau jerry tiba tiba saja dikabarkan menjadi salah satu korbam dalam kecelakaan pesawat.

Sorot mata emma berubah menjadi tatapan nanar saat ia di ingatkan kembali akan rasa kesakitannya mengetahui kebohongan jerry yang sudah bertunangan .

Astaga em, berhenti memikirkan masalah itu. Yang harus kau pikrkan adalah, bagaimana keadaan jerry sekarang !
Batinnya berteriak memperingati dengan suara kesar. Dan itu membuat emma jadi menyesal, mengapa sejak dua hari yang lalu ia tidak mau bertemu dengan jerry dan lebih mementingkan emosinya untuk menghindari pria itu.
Kalau terjadi sesuatu pada jerry, dia tidak akan mau memaafkan dirinya sendiri..

Saat mobil yang di kendarai alexa berhenti tepat didepan rumah jerry, mereka sama sama turun dari mobil dan masuk kedalam rumah jerry yang luas.

Emma langung di pertemukan dengan ibunya jerry.
Beruntung kali ini tidak ada wanita jalang, tidak.. Maksudnya wanita tunangan nya jerry itu lagi didalam rumah ini.

Melihat kehadiran emma, seketika ibunya jerry langsung berdiri dari sofa..

Emma sempat ketakutan saat nyonya tua yang kali ini tidak berpakaian elegan itu berjalan mendekatinya. Ia takut tiba tiba mendapatkan tamparan keras dan dituduh karena telah membuat anaknya jadi celaka..

Tapi justru sebaliknya yang ia dapatkan...

Wanita itu langsung memeluk tubuh emma dengan erat dan sempat menangis diatas bahu nya emma...

"Maafkan aku atas kejadian terakhir kali kita bertemu emma..." ujar arina semakin mempererat pelukannya pada emma.
Membuat emma tertegun, ia melirik sekilas wajah alexa dibalik punggung ibunya yang mengeluarkan senyuman masam sambil mengangguk anggukan kepala..

"Ini bukan salah mu nyonya. Aku yang salah telah lancang masuk kedalam kehidupan anakmu..." balas emma dengan jawaban jujur , ia memberanikan diri untuk mengusap punggung arina..

"Tidak sayang, ini bukan salah mu. Aku tidak pernah melihat anakku begitu mencintai wanita sampai seperti ini.. Dia terus memohon padaku untuk membatalkan pertunangannya sampai berlutut." lanjut wanita paru bayah itu lagi.

Sekali lagi emma dibuatnya tercenung. Ia kembali di ingatkan dengan penjelasan jerry dua hari yang lalu saat pria itu menerobos masuk kerumahnya

Itu berarti, jerry tidak membohonginya. Pria itu benar benar membatalkan pertunangannya dan benar benar mencintai emma .

"Dan sekarang anakku menghilang entah dimana. Orang orang belum menemukan keberadaannya... aku takut kalau jerry menjadi salah satu korban kecelakaan itu."
ucap arina lagi, kali ini ia menangis dengan kencang. Terseduh sedu sampai terisak di atas bahu emma.

"Ku mohon jangan berfikiran seperti itu nyonya..." emma berusaha mengusap punggung ibunya jerry meskipun ia tidak bisa menahan air mata kesedihannya sendiri.

menerima kenyataan kalau jerry menjadi salah satu korban di kecelakaan pesawat itu , dia tidak tau akan menjalani hidup seperti apa nantinya.
Bagaimana mungkin jerry meninggalkannya secepat itu, bahkan emma belum memaafkannya dan belum sempat melihat wajah pria itu lagi

ia terus berharap kalau semua ini hanya mimpi, semua ini tidak nyata. Dia belum siap ditinggal oleh jerry..
dia mencintai pria itu! dia menyesal tidak mempercayai pria itu.

"Mommy...."
mendadak suara elsa muncul . Ia menarik baju emma dengan gerakan pelan..

Pelukan emma dan arina terlepas seketika, mereka berdua saling menatap kearah wajah elsa yang ketakutan.

Dear, Future HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang