Part 11- Sorry mom:(

37.6K 2.4K 15
                                        


Saat dikantor, emma dihubungi oleh tetangganya yang berkata kalau elsa sama sekali tidak ada disekolahan. Dan hal itu membuat emma panik setengah mati.

Dia ingin meminta izin kepada bos-nya, tapi katy bilang kalau jerry sudah pergi sejak siang dan belum juga kembali.

Dengan perasaan campur aduk antara marah, cemas dan takut . Ia memohon izin pada katy agar dia diperbolehkan pulang terlebih dahulu. Tentu saja katy mengizinkannya..

Sudah hampir lima belas menit sejak ia sampai ke sekolahan nya elsa.
Emma terus mondar mandir tidak jelas diruangan guru untuk menanyakan keberadaan anaknya itu. Dan guru guru disekolahan elsa bilang kalau murid murid sudah pulang sejak tiga jam yang lalu. Itu berarti elsa sudah tidak ada lagi disekolahan...

Air mata membasahi wajah emma seketika, ia berjalan keluar dari ruangan guru dengan tapapan kosong dan rasa penuh penyesalan.
Ia berfikir kalau elsa masih marah padanya karena penolakan kencan emma terhadap pilihan anaknya dan elsa kabur.

Wanita itu terus berdoa dalam hati agar anak nya itu tidak kenapa napa dan cepat ditemukan. Jika terjadi sesuatu pada elsa, maka dia yang harus bertanggung jawab penuh. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada elsa, dia lebih memilih untuk gantung diri saja dari pada melihat wajah kesakitan elsa.
Rasanya ia ingin sekali menghukum dirinya sendiri dengan berat, mengutuki dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi hari ini.

Oh elsa, anakku. Dimana kamuuuuuuuu?
Emma mempebaiki jalannya yang mulai goyah dan memilih untuk duduk menenangkan diri disalah satu kursi halaman sekolahannya elsa.
Wanita itu membungkukan badannya, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Suara isakan tangis yang kencang meluncur deras keluar dari bibirnya...

“Mommyyyy......”
Emma langsung mendongakan wajahnya ketika mendengar suara elsa muncul ditelinganya.
Dan ternyata itu benar benar anaknya yang ia pikir menghilang. Elsa berlari kecil dengan tas ranselnya sampai kehadapan emma.
“Kenapa mommy menangis?” Tanya elsa mulai menghapus air mata emma dengan jari jari mungilnya.

“Dari mana kamu?” suara emma terdengar keras dan tampak marah. Tatapannya begitu dingin dan datar.
Elsa menelan ludahnya penuh ketakutan, ia tau kalau akan terjadi hal hal semacam ini jika dia pergi tanpa memberitahu mommy-nya.

“Aku.. Tadi.” kepala elsa menoleh kebelakang, tidak lagi memperlihatkan sebuah mobil yang mengantarnya kembali kesekolahan.

“Dari mana saja kamu elsa. Jawab mommy !!!!” emma akhirnya berteriak sangat keras. Hampir membuat tubuh elsa lompat kebelakang.

“Mommy, tadi aku hanya jalan jalan dengan paman tampan....” gadis itu menundukan kepalanya. Sedangkan emma mendongakan kepalanya keatas melihat kearah langit sambil bergumam kasar dan mengacak wajahnya secara frustasi.
“Oh god! Ayo kita pulang.” emma langsung menarik tnagan anaknya dengan kasar, menyeret elsa seperti dia sudah lupa kalau elsa ini memiliki kaki yang kecil untuk bisa bejalan cepat.

“Mommy sakiitt....” elsa merintih kesatikan akibat pegangan emma yang begitu kencang hampir mengenai kulit kulitnya.
Tapi emma tidak menanggapi apapun keluhan dari elsa. Ia terus membawa anaknya sampai kedalam mobil ..
Dan mobil nya pun melaju kencang menujur rumah.

***

“Mommy tidak suka kamu bermain dengan orang asing lagi....”
Kata emma dengan suara keras saat mereka sudah sampai dirumah. Ia membanting pintu dengan kencang dan menarik elsa secara kasar memasuki rumah.

“Siapa? Paman tampan?” suara elsa terdengar bergetar, ia berusaha menahan sakit dipergelangan tangannya akibat cengkraman mommy-nya tadi.

“Siapapun itu elsa. Pokonya jangan bermain dengan dia!!!”

Dear, Future HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang