Part 17-Falling in love

40.9K 2.3K 13
                                        

“Emma wattson, maukah kau berdansa denganku....?”

Kalimat itu seperti melayang layang merasuki tubuhnya. Suara jerry sudah seperti lyric yang indah untuk segera dinyanyikan.
Emma mengerjapkan matanya berulang kali..

Benarkah jerry mengajaknya berdansa? Sekarang ia baru sadar kalau jerry mirip seorang pangeran yang mengajak seorang putri-nya berdansa disebuah pesta malam..

“Aku---” emma tergagap, berusaha menelan ludah. “Aku tidak pandai berdansa..” wajahnya menjadi merah muda.

Astaga em, bisa bisanya kau memerah dihadapan jerry?
Batinnya berteriak tidak percaya.

“Ayolah, aku akan mengajarimu. Itu tidak lah sulit.. Hanya mengikuti gerakan ku saja...” tawar jerry sekali lagi. Pria itu mulai keluar dari kursi makannya dan berjalan menghampir emma..

Tangan nya mengulur pada emma..
Kedua alisnya naik turun untuk meyakinkan emma agar mau berdansa dengannya..

Sekali lagi wanita itu hanya menelan ludah, ia membeku seperti patung. Sebelum memberanikan diri untuk menerima ajakan dari jerry.

Saat wanita itu mulai berdiri dari duduknya, tapi justru suara rintihan yang meluncur mulus keluar dari bibirnya..

“Aaah!” wanita itu tampak kesakitan, kembali mendaratkan bokongnya diatas kursi.

“Kau tidak apa , em?” wajah jerry berubah cemas. Memperhatikan gerak-gerik emma yang langsung mengarahkan tangan pada kakinya.

“Kakiku sakit sekali...” ucapnya menahan rintihan.

Jerry langsung menjatuhkan lututnya diatas lantai, sedangkan tubuhnya membungkuk dihadapan emma.

Pria itu mulai menarik kaki emma dengan hati hati dan melepaskan sepatu hak tinggi milik emma hingga membuat telapak kaki wanita itu telanjang total.

Dahinya membentuk suatu kerutan ketika melihat tumit emma berubah warna menjadi merah.

“Astaga em, kaki mu lecet.....” gumam jerry memperhatikan kedua tumit emma yang berwarna sama.

“Kupikir begitu. Mungkin ini efek dari sepatu yang terlalu tinggi...” wanita itu mengeluarkan suara cengiran yang dibuat buat.
Masalahanya dia begitu gugup mendapatkan reaksi intens dari seorang pria tampan seperti jerry ini sampai rela rela membungkukkan badan hanya untuk melihat lecet dikaki emma.

“Dan aku tidak ingin melewatkan dansa ini. Ayo, naiklah ke atas sepatu-ku...” ujar jerry lagi ketika tubuhnya kembali ditegakan seperti semula. Ia menarik tangan emma perlahan untuk ikut berdiri bersamanya..

Mata emma terbuka lebar, dia sempat tercenung kaget ketika jerry mengarahkan kaki emma berada diatas sepatu hitam mengkilap-nya.

Ya ampun, apa yang dilakukan pria ini !!
Pekik emma dalam hati sambil menahan degupan jantungnya yang semakin parah.

Setelah kaki telanjang emma berhasil naik keatas sepatu jerry, pria itu langsung menarik punggung emma mendekat kearah tubuhnya.

Sekarang jarak diantara mereka tidak terbatas, wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

Jerry menggerak-gerakan kakinya ke lantai sesuai dengan irama musik. Kedua tangan emma sudah melingkar di leher jerry..
wanita itu bisa merasakan deruan nafas jerry diwajahnya.

Mata pria itu terus terpaku pada bola mata emma yang telihar tampak gugup dengan bergerak kesana kemari..

“Apa kau gugup...?” tanya jerry. Wajah mereka benar benar hanya berjarak beberapa senti saja. Sulit sekali rasanya untuk emma membalas tatapan intens dari pria itu..

Dear, Future HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang