Part 10 - I'm happy with you

43.1K 2.5K 18
                                        

Emma memandang dirinya dicermin. Bayangannya benar benar seperti bukan dia..

Malam ini ia menggunakan sebuah gaun sederhana koleksinya disetiap kali menyanyi disebuah acara pernikahan.

Gaun berwarna merah marun ini hanya sepanjang dengkul tanpa tali di atasnya, benar benar memperlihatkan bagian bahu emma yang terbuka.

rambutnya yang cokelat tergerai indah , sepasang anting anting permata kecil kesayangannya kali ini menjadi penghias ditelinganya.

Wajah emma hanya dipolesi dengan make up natural yang tidak terlalu menor, hanya lipstik berwarna merah tua yang menjadi pencerah dibibirnya dan pemerah dikedua pipi.

"Astaga em, kau sangat cantik..." ibu mertuanya muncul didepan pintu kamar emma.
Emma melihat mirana dari bayangan dicermin..

"Terimah kasih bu. Dimana elsa?" emma mulai berdiri dari kursi riasnya dan menggunakan sepatu high heels dengan warna senada.

"Dia sudah tidur dikamarnya. Sebenarnya, apa yang terjadi antara kau dan elsa?'
Suara hembusan nafas yang ia keluarkan pertama kali mengingat hal itu.

Sejak kejadian terakhir kali emma menolak berkencan dengan paman tampan elsa, gadis kecil nya tidak mau berbicara pada emma. Mungkin seperti merajuk...

Dan karena malam ini dia harus pergi ke acara makan malam bersama jerry, ia terpaksa meminta ibu mertuanya untuk menginap dirumah dan menjaga elsa. Dia takut akan pulang larut malam..

"Elsa mogok bicara padaku..." lanjut emma mulai menjelaskan pada mirana. Ia mulai melangkah keluar dari kamar. "Dia ingin aku berkencan dengan seorang pria."

"Apa?" mirana tertegun.

"Ya, dia ingin punya daddy."

"Lalu kau menolak?" mirana terus mengikuti langkah emma dari belakang sampai mereka berhenti didepan ruang tv untuk saling berhadap hadapan.

"Aku sudah katakan padanya, kalau mencari daddy itu tidak mudah. Tapi dia tetap saja memaksaku untuk berkencan dengan seorang pria pilihannya.."

"Astaga emma, apa susahnya menerima tawaran anakmu itu."

"Kenapa ibu setuju aku berkhianat pada harry?"emma mengernyit tajam pada mirana

"Ya ampun. Kau tidak berkhianat pada suami atau anakku. Harry sudah lama pergi em, relakan lah dia.. Dan perjalanan hidup elsa masih sangat panjang. Dia juga membutuhkan seorang daddy..."

"Berhenti bersikap seperti elsa dan katy , bu...". Ia menggerak gerakan tangan diudara dengan gusar

"Apa katy juga sependapat denganku? Berarti kau harus mengikuti saran kami. Terimalah tawaran elsa..."
Suara kalkson mobil jerry yang menunggu didepan rumahnya emma menghentikan perdebatan diantara emma dan mirana.

Tidak mau berpanjang lebar menentang pembicaraan ibu mertuanya meskipun ia tau akan kalah, tapi tetap saja tidak baik jika ia terus mendengar nasihat yang sama dari orang orang untuk menerima tawaran elsa akan kencan buta itu.

Akhirnya emma lebih memilih menghindari mirana dan keluar dari rumah dengan langkah cepat..

***

"Kau terlihat sangat cantik em..." jerry memuji penampilan wanita yang kini berdiri disebelahnya. Wajah emma sempat tersipu dibawah tatapan pria yang menggunakan jas resmi berwarna hitam tanpa menggunakan dasi. Satu kancing kemeja atasnya dibiarkan saja terbuka..

Kemudian jerry menangkup punggung emma dan menuntunnya memasuki sebuah restoran hotel bintang lima. Mereka menghampiri meja yang telah ditempati oleh Mr. Robin dan istrinya..

Dear, Future HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang