Hari ini, seorang klien baru-nya menghubungi untuk menanyakan ‘kapan mereka bisa mengunjungi apartemennya untuk membicarakan bisnis’ ?
Dan seperti yang sudah dijanjikan, jerry akan mengunjungi apartemen klien-nya sebelum jam makan siang.
Sebenarnya, bisa saja dia menyuruh emma seorang diri yang datang ke apartemen klient tersebut. Tapi berhubung emma masih pegawai baru, Sepertinya dia tidak tega hanya membiarkan emma sendirian pergi ketempat asing itu.
Setelah beberapa menit lamanya menerima panggilan telepon dari klient, akhirnya jerry keluar dari ruangan. langkahnya berhenti ketika sudah berada di depan meja katy.
Wanita yang awalnya fokus menatap layar monitor itu langsung berdiri tegak ketika merasakan keberadaan atasan-nya.
“Sir....” suara katy hampir berupa pekikan keterkejutan sambil menegakan posisinya menjadi seimbang di antara sepatu tinggi yang ia kenakan.
“Hari ini aku akan survei ke-lapangan untuk menemui klien baru. Jadi tolong batalkan semua rapat disiang hari ini. Mengerti ?” ucap jerry dengan satu tarikan nafas.
Katy sempat mengerutkan keningnya sejenak mendengar perintah dari sang bos.
Tentu saja, karena biasanya tugas untuk survei kelapangan diberikan kepada bagian pemasaran. Tapi kali ini suatau kejutan , seorang CEO perusahaan interior yang namanya terkenal di dua belas negara lainnya harus ikut serta berkunjung langsung ke apartemen klien?
Hanya ada dua kemungkinan yang ada..
Klien ini adalah klien yang sangat penting dan mahal, atau bos-nya memang iseng ingin menghirup udara segar keluar dari perusahaan.
“Katy!” panggil jerry lagi pada sekretaris-nya yang hanya berespon diam dan bermenung tanpa menatap wajahnya. Katy langsung mengerling kan matanya, menatap dengan terkejut.
“Kau dengar perintahku tadi?” ulang jerry sekali lagi.
Katy langsung mengerjap dan mengangguk ragu. “I-iya, sir...” ucap-nya dengan kata terbatah batah.
Jerry langsung mengangguk yakin kalau sekretarisnya ini pasti paham apa yang dia katakan barusan.
Ketika Jerry kembali berjalan menjauhi meja katy, tiba tiba langkah-nya terhenti. dia kembali memutar kepalanya menoleh ke arah katy..
“Oh iya, apa emma ada diruangannya?” tanya jerry yang membuat katy langsung berespon terkejut lagi. Bahkan mulutnya sempat terbuka lebar..
“Sepertinya, dia ada diruangannya Sir...” jawab katty dengan dahi penuh kerutan. Meskipun dia bingung mengapa bos-nya menanyakan emma , tapi kembali lagi kalau semua itu bukan hak nya katy untuk sembarangan bertanya dan ingin tahu tentang kegiatan sang bos.
Tanpa berbicara sepatah kata lagi pada sekretaris yang tiba tiba saja berubah menjadi lemot. Jerry membalikan badannya lagi, berjalan lurus sampai ke ujung lorong.
Ia membelokan badan ketika sudah sampai di ujung lorong, dan mendapatkan ruangan emma yang tertutup rapat. Tanpa perlu mengetuk pintu ruangan emma, pria itu membuka pintunya begitu saja ..
Dan mendapatkan pemandangan indah dari dalam ruangan wanita itu..
Emma.. Wanita itu sedang berdiri mondar mandir memutar pensil diantara jemarinya. Sesekali tangannya naik keatas untuk memperbaiki rambut berwarna cokelat yang akan di ikat menjadi kucir kuda.
emma sama sekali tidak merasakan kehadiran jerry yang jelas jelas sudah berdiri di depan pintu ruangannya. Menyaksikan sosok dewi fortuna dari kayangan sedang mondar mandir dengan sexy....
bayangan akan gerakan tubuh emma yang bernyanyi di restoran jerry kembali menjadi ingatan.
Entah mengapa, setiap kali melihat emma bernyanyi..
Wanita itu semakin membuat jerry terpesona dan kagum.
Emma terlihat percaya diri dan pandai ..
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Future Husband
RomanceCatatan penulis: Cerita ini sangat banyak kesalahan. Jadi yang mau niat baca boleh tapi harap maklum. Masih dalam tahap REVISI, bersabarlah kalau ingin membaca hasil yang bagus.
