Wanita paruh baya berumur enam puluh tahun itu berjalan menaiki tangga menuju kamar cucu laki-lakinya. Ia sangat begitu merindukannya, sebab keberadaannya yang telah lama tinggal di Amerika mengurusi berbagai bisnis dan jarang sekali pulang ke Indonesia. Ia mencoba mengetuk pintu kamar Alex cucu pertamanya itu. Kemudian dibukalah oleh Alex dan betapa terkejutnya ia ketika yang berada di depan kamarnya itu tak lain dari neneknya sendiri. Eyang Ratih Senara Dewi Atmadeva.
"Eyang...! kapan datang ?" sapa pria tampan berwajah blasteran Amerika itu, kemudian memeluknya.
"Barusan." jawab Ratih segera melepaskan pelukan dari cucunya, Tetap didepan pintu. "Pas eyang turun dari mobil semuanya datang menyambut eyang, tapi cuma satu yang kurang, cucu kesayangannya eyang. Ternyata dia lebih suka berada di dalam kamarnya dari pada ikut menyambut eyang di luar." Ratih berpura-pura kesal bersikap seperti kenak-Kanakan.
"Udah ngambeknya?" rayu Alex kemudian menuntunnya duduk di tepi kasur miliknya itu. Ia bertekuk dengan memegang kedua tangan sang eyang dan berkata, "Alex tau tujuan eyang ke Indonesia, iya alex sudah kelas tiga. Sebentar lagi Alex lulus. Namun, Alex tetap ingin tinggal disini. Alex ingin menjaga mama." katanya dengan penuh harap.
Ratih tak menjawabnya. Ia hanya mengelus rambut cucunya itu." Eyang tunggu di meja makan ya, mereka sudah menunggu kita." dengan pelan ratih melepas tangan Alex dan membelai pipi Alex dengan lembut."Segera menyusul !" kemudian ia bangkit dari duduknya berjalan keluar dari kamar Alex menuju meja makan.
***
POV kedatangan eyang Ratih.
Mobil mewah Danuarta memasuki halaman dikediaman Atmadeva. Terlihat begitu banyak pelayan yang sudah siap menyambut kedatangan Nyonya Ratih Senara Dewi Atmadeva.
Wanita paruh baya berkulit putih dengan memakai sandal selop bukan sembarang sandal, yaitu sandal bermerek Gucci dari brand ternama. Keluar dari dalam mobil dengan dibantu oleh pelayan guna membukakan pintu mobilnya.
"Eyang...!" Teriak Tiffany cucu kedua keluarga admadeva. Kemudian gadis itu memeluknya begitu erat. "Eyang, Tiffany kangen tau."
"Tiffany! gadis kesayangan eyang sudah besar,ya." Dengan membalas erat pelukan Tiffany kemudian menciumnya secara bergilir dari bagian wajahnya.
"Ibu, lama tidak bertemu." Disusul Karin menantu keluarga Atmadeva. Ia memeluk Ratih dengan erat. Ratih pun membalasnya dengan pelukan yang tak kalah eratnya, kemudian berbisik "Dimana Alex?" Sebab, hanya Alex yang tak turun menyambutnya.
"Di kamarnya, Bu. Mungkin Alex sedang kelelahan. Sore tadi ia baru pulang dari study tour disekolahnya."tutur Karin seraya menuntun ibunya memasuki rumah yang begitu megahnya.
"Eyang sini deh, tante Karin yang menyiapkannya." ucap Tiffany dengan membawa Ratih menuju meja makan.
"Kalian duduk duluan. Eyang mau ke kamar Alex sebentar." Ujarnya, kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Alex.
***
Terlihat semua orang dimeja makan sedang menunggu Ratih dan Alex. Namun, hanya Ratih yang turun menuju meja makan. "Tante...apa mungkin Alex ga mau ikut makan malam?" bisik Tiffany.
"Ibu...apa Alex baik-baik saja?" tanya Karin memastikan. "Kalau begitu biar aku saja yang menyusulnya." Karin yang hendak berdiri namun tiba-tiba terlihat Alex menuruni anak tangga menuju meja makan.
"Maaf sudah lama menunggu." kata Alex tak enak. Ia segera duduk di kursi yang telah disiapkan untuknya. Makan malam pun dimulai. Semua begitu menikmatinya. Suana begitu hening hanya terdengar suara sendok dan garpu saling bergesekan. Tidak ada satu kata pun yang terdengar, hingga akhirnya;
"Alex, ada sesuatu yang ingin ibu sampaikan." Danu membuka suara.
Alex yang semula melahap makanannya kemudian terhenti. Seperti dugaannya ia tahu maksud eyang nya kembali ke Indonesia.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Queen Loses
Teen FictionAda Apa Di Jam Setengah Lima ? Kalian cari apa? Meskipun dikata Jam setengah lima. Namun, disini ngga ada kata-kata senja! ????????
