Chapter 4

75.5K 4.9K 274
                                        

Bara.

Angkasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Angkasa.

Angkasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

Angkasa akhirnya memboyong dua koper besar kedalam hunian yang biasa disebut apartemen.

Bara yang super sibuk, memilih apartemen karena tidak memerlukan banyak perawatan.

Setelah drama penolakan dari ayahnya Sapta untuk pura pura kost agar terbiasa mandiri. Akhirnya Bara yang maju untuk izin membawa Angkasa keapartemennya.

Awalnya Angkasa bahagia mendapat penolakan dari ayahnya, namun Bara yang sepertinya datang tanpa diundang, meminta izin langsung dengan Sapta.

Anehnya, Sapta langsung menyetujui hal itu dan berharap Angkasa berubah menjadi lebih baik dalam segala hal.

Dengan wajah masam Angkasa menarik kopernya kasar kedalam apartemen itu.

"Kamar saya dimana pak?" Tanyanya dengan agak kesal.

Bara menunjuk pintu berwarna Hitam dengan dagunya.

Angkasa langsung kekamar itu kemudian membanting pintu dengan cukup keras.

Bara jelas kaget namun setelahnya terkekeh melihat tingkah istri kecilnya itu.

Namun tak lama kemudian Angkasa keluar dengan bercak pinggang kehadapan Bara.

"Itukan kamar bapak!"

"Siapa bilang itu kamar ayahmu?" Balas Bara santai.

"Bapak jangan bercanda, dimana kamar saya?"

Bara memutar tubuh Angkasa menghadap kamar itu lagi. "Itu kamar kita" bisiknya yang membuat seluruh tubuh Angkasa meremang. Ia reflek menyikut perut Bara yang lumayan menyakitkan.

"Akhh" aduh Bara.

Angkasa sedikit merasa bersalah namun ragu meski hanya untuk mengusap luka itu.

"Sudah saya bilang, bapak jangan bercanda, sakitkan?" Ungkapnya kemudian tangan kecilnya mengusap perut Bara.

Bara lagi lagi terpesona dengan keunikan wajah Angkasa
meski tubuhnya pendek, namun terlihat begitu pas dipelukannya.

"Siapa yang bercanda Angkasa" ucapnya kemudian mengangkat tubuh Angkasa kedalam gendongan koalanya.

Angkasa (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang