Awas bocil nekat baca!!!!
.
Bara menyetir mobilnya hanya dengan tangan kanannya, lengan Angkasa masih dicengkramnya kuat karena emosi yang meluap dari dalam diri Bara.
"Bapak cintakan sama Frey?" Tuduh Angkasa dimana matanya hanya tertuju dengan wajah suaminya.
"Kalau iya kamu mau apa?"
"Bapak jahat!"
"Sekarang saya nanya sama kamu, lebih jahat kamu atau saya?"
"BAPAK YANG JAHAT, BAPAK UDAH PERNAH MENIKAH TAPI BAPAK DIEM AJA, SAYA TAU PERNIKAHAN KITA HANYA KETIDAK SENGAJAAN TAPI SAYA....." Angkasa baru sadar, selama ini ada satu hal sangat penting yang belum diungkapannya. Yaitu sesuatu dimana hal itu baru dia sadari.
"Kamu kenapa?"
"Saya cinta sama bapak" ungkapnya dengan wajah menunduk malu. Dan itulah yang seharusnya ia ungkapkan dari dulu. Tapi karna perasaan ini jugalah yang membuat Angkasa merasakan sakit karna masa lalu Bara dan juga Frey.
Mendengar itu Bara langsung menginjak rem mobilnya dan menepikan dipinggir jalan yang cukup gelap.
Bara melepas cengkraman tangannya dan tampak jelas bekas dilengan Angkasa yang memerah.
Direngkuhnya tubuh kecil itu kedalam pelukan cukup lama.
"Maaf, saya yang salah disini"
"Jadi bapak beneran suka sama Frey" Angkasa mendongak keatas guna meminta penjelasan dari Bara.
"Saya tidak menyukai Frey"
"Bapak bohong, tadi bilang suka, sekarang enggak?"
"Memangnya kapan saya bilang suka Frey?"
"Terus kenapa bapak minta maaf?"
Gemas.
Itulah yang dirasakan Bara saat ini, kenapa dirinya bertemu dengan makhluk seperti Angkasa, beberapa menit yang lalu membuatnya naik darah dan sekarang membuatnya ingin tertawa.
Cup.
Bara mecium pucuk hidung Angkasa yang langsung diusap tangan putih itu.
"Bapak gak usah cium cium sa-?"
Cup.
Bara langsung meraup bibir lembut itu, menghisapnya kuat secara bergantian.
Angkasa hanya terdiam karna Bara mengagetkannya.
Bara kemudian melepas tautan bibirnya setelah merasa miliknya mulai bereaksi.
"Nanti kita ketemu Frey, biar kamu gak salah paham lagi. Sekarang kita pulang dulu. Hm"
Alih alih mengiyakan ajakan Bara, Angkasa malah menggiggit bibir bawahnya perlahan dimana bekas gigitan Bara masih terasa disana.
Shit.....
Bara tidak kuat lagi, ia sangat merindukan istri nakalnya ini sampai menghilangkan akal sehatnya.
Terpaksa jok mobil Angkasa Bara tidurkan dan dengan cepat ia menindih tubuh kecil itu.
"Bapak mau ngapain?"
Cup.
Bibir manis itu langsung dibungkam Bara dengan bibirnya. Tak lupa tangan besarnya menelusup masuk kedalam kaos yang dikenakan Angkasa, mengusap kulit lembutnya dan sampailah pada tonjolan kecil yang mulai mengeras.
"Enghh" desah Angkasa saat dadanya terasa geli karna ulah tangan Bara.
Bara terus mencium kasar bibir Angkasa sampai sipemilik bibir tak dapat membalas ataupun melayangkan protesnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa (End)
Ficção AdolescenteAngkasa tak sengaja menyeret dosennya ke altar dan mengucapkan ikrar pernikahan saat dirinya sedang mabuk karena patah hati. kehidupannya yang berjalan normal, kini berubah sangat drastis karena dosen itu tidak ingin membatalkan pernikahan tak senga...
