Semenjak kejadian salah paham itu Angkasa mulai terang terangan menunjukkan rasa sukanya dengan Bara.
Bukan rahasia dan tanpa rasa malu lagi keduanya mengumbar kemesraan di depan umum.
Dan kemajuan paling pesat adalah tak jarang Angkasa menggoda Bara lebih dulu dan melakukannya itu disembarang tempat dalam apartemen Bara.
Angkasa seolah lupa dengan komitmennya yang ingin bercerai dengan Bara.
Bara begitu baik dan sempurna untuknya.
Perhatian dan sikap sabar Bara tak khayal membuat Angkasa selalu nyaman didekat pria dewasa itu sampai timbul rasa memiliki.
.
Saat ini Angkasa sedang mencoba melakukan yang terbaik untuk Bara, ia mencoba menyiapkan masakan yang ia bisa.
Angkasa mencoba memilih mendial no Aldi untuk mengajarinya membuat nasi goreng yang sering Aldi masak. Karena jika menelpon Faas, sama saja ia meracuni dirinya sendiri.
Faas tidak boleh bergerak terlalu banyak dan sang mertuapun melarangnya bekerja terlalu lelah mengingat ini sudah memasuki bulan ke empat kandungannya.
Hidupnya bak permaisuri dan apa saja yang diinginkannya sudah tersedia didepannya.
Aldi lalu memberi tahu resepnya namun bahan bahan itu tidak tersedia dikulkasnya. Yang tersedia disana hanya berupa sayuran dan daging organik yang setiap hari dikonsumsi Bara.
Angkasa turun kebawah guna belanja dan sosis, ayam dan bumbu bumbunya.
Setelah mendapatkan semua, Angkasa mulai memasak dan pas saja, Bara sudah kembali dari perkerjaannya mencium aroma lezat dari arah dapur.
"Kamu buat ini sendiri Sa?" Tanya Bara dengan senyum yang terpatri diwajah tampannya.
Angkasa mengangguk semangat "bapak cobain, ini pertama kalinya saya buat nasi goreng"
Bara dengan semangat mencoba suapan pertamanya.
Angkasa bersiap mendapat pujian dari suaminya itu dan Bara bisa melihat dari sorot mata Angkasa.
Bara terdiam beberapa saat lalu terpaksa menelannya. Bukan karna tidak enak. Masakan Angkasa sungguh enak tapi banyak jenis makanan dan bumbu yang tidak boleh Bara makan.
"Enak banget Sa, makasih ya" Bara tulus memberi pujian itu pada Angkasa sembari mengusak pucuk kepala itu.
Bara menghabiskan makanannya dengan rasa was was namun hal itu tak ditunjukkannya pada Angkasa.
.
Keesokan harinya Bara muntah dan tampak pucat.
Angkasa jelas khawatir.
"Pak Bara, bapak sakit"
Belum sempat menjawab, Bara terlanjur mimisan dan pingsan.
Angkasa sangat panik, tubuh kecilnya menggendong Bara lalu dibantu scurity apartemennya dan langsung membawanya kerumah sakit.
Angkasa yang terlihatsendirian dihampiri seorang dokter yang langsung mencercanya dengan berbagai pertanyaan tentang Bara.
"Bara kenapa?"
Angkasa yang masih dalam kondisi panik tidak terpikirkan kenapa si dokter ini langsung menyebut nama suaminya.
"Dia muntah lalu lalu pingsan dok"
"Apa dia minum obatnya secara rutin akhir akhir ini?" Tanyanya.
"Obat?" Binggung Angkasa.
Dokter itu mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa (End)
Genç KurguAngkasa tak sengaja menyeret dosennya ke altar dan mengucapkan ikrar pernikahan saat dirinya sedang mabuk karena patah hati. kehidupannya yang berjalan normal, kini berubah sangat drastis karena dosen itu tidak ingin membatalkan pernikahan tak senga...
