Chapter 29 End

15.3K 1.3K 226
                                        

Kabar duka tengah dirasakan Kai. Lucas meninggal.

Lucas mengalami gagal jantung yang selama ini disembunyikannya dari semua orang termasuk Kai.

Dan itulah kenapa diakhir hidupnya dia rela melakukan apa saja demi kebahagiaan Kai. Dia tau umurnya tak akan lama lagi.

Mendengar kenyataan itu. Kai begitu menyesal kenapa tidak berada disisi Lukas disaat terakhirnya.

Bara ikut dalam pemakaman Lukas paginya dan tidak jadi melihat pernikahan Angkasa.

Namun Kai mengusirnya dan meminta Bara untuk bicara baik baik dengan Abian. Hanya ini kesempatan Bara untuk bersama Angkasa kembali.

Dengan berat hati. Bara meninggalkan Kai lalu kebandara menyusul Angkasa terbang ke Belanda.

Lagi lagi dia mendapat informasi dari Bima yang diam diam mengirimi Bara lokasi pernikahan Angkasa tanpa sepengetahuan Faas.
















.

"Om. Lu gak kasih tau pak Barakan dimana kita sekarang"

"Fa.....dengerin aku" ucap Bima dengan wajah serius sambil menepuk kasur sisinya.

Dia tau Bima sedang tidak main main. Ia langsung duduk disisi suaminya itu.
"Sayang. Aku tidak mau kamu menaruh kebencian kepada siapapun. Termasuk Bara. Kalau aku jadi Bara, aku juga bakal nglepas kamu demi keselamatan kamu dan semua orang, di sana juga Bara sakit, auto imunnya semakin parah, dan kebetulan Kai berada disana karna perintah rumah sakit, lalu apa Kai akan diam saja lihat Bara sekarat? Kai hanya membantu Bara untuk cepet sembuh Fa. Toh setelah Bara sembuh dia langsung kembalikan? Apalagi setelah Lucas ketangkep" Bima mengengelus rambut belakang Faas yang kini jauh lebih lembut dibanding mereka pertama kali bertemu. "Sayang, kamu gak boleh egois. Angkasa, Abian dan Bara. Biarkan mereka bertemu lebih dulu dan bicara dari hati kehati, kita cukup mndukung keputusan mereka. Kamu gak maukan liat Angkasa nanti menyesal sudah menikah dengan Abian. Ternyata hatinya tetap memilih Bara?"

Mendengar itu, Faas merenung. Bima mencium pucuk kepala istrinya itu lalu pamit ingin menjemput Bara.

"Sayang, aku minta maaf ya. Aku tetap jemput Bara kali ini" pamit Bima lalu keluar. Bima melakukan semua itu semata mata juga demi Faas. Dia tidak mau nanti kedepannya Faas menyesal telah mendukung Abian bersama sahabatnya.

.

Ditempat lain, Abian mengajak Angkasa ketaman bunga tulip yang sedang mekar dengan indah disana.

Ditempat lain, Abian mengajak Angkasa ketaman bunga tulip yang sedang mekar dengan indah disana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ini pertama kalinya Angkasa melihat pemandangan seindah ini.

Keduanya benar benar menikmati sebuah maha karya Tuhan melalui tangan manusia itu.

Keduanya duduk dikursi yang telah disediakan di pengelola disana.

Melihat Angkasa dengan sedikit tersenyum, membuat Abian tak kuasa untuk tak menggenggam tangan Angkasa.

Angkasa (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang