Angkasa tak sengaja menyeret dosennya ke altar dan mengucapkan ikrar pernikahan saat dirinya sedang mabuk karena patah hati.
kehidupannya yang berjalan normal, kini berubah sangat drastis karena dosen itu tidak ingin membatalkan pernikahan tak senga...
Dia tau Bima sedang tidak main main. Ia langsung duduk disisi suaminya itu. "Sayang. Aku tidak mau kamu menaruh kebencian kepada siapapun. Termasuk Bara. Kalau aku jadi Bara, aku juga bakal nglepas kamu demi keselamatan kamu dan semua orang, di sana juga Bara sakit, auto imunnya semakin parah, dan kebetulan Kai berada disana karna perintah rumah sakit, lalu apa Kai akan diam saja lihat Bara sekarat? Kai hanya membantu Bara untuk cepet sembuh Fa. Toh setelah Bara sembuh dia langsung kembalikan? Apalagi setelah Lucas ketangkep" Bima mengengelus rambut belakang Faas yang kini jauh lebih lembut dibanding mereka pertama kali bertemu. "Sayang, kamu gak boleh egois. Angkasa, Abian dan Bara. Biarkan mereka bertemu lebih dulu dan bicara dari hati kehati, kita cukup mndukung keputusan mereka. Kamu gak maukan liat Angkasa nanti menyesal sudah menikah dengan Abian. Ternyata hatinya tetap memilih Bara?"
Mendengar itu, Faas merenung. Bima mencium pucuk kepala istrinya itu lalu pamit ingin menjemput Bara.
"Sayang, aku minta maaf ya. Aku tetap jemput Bara kali ini" pamit Bima lalu keluar. Bima melakukan semua itu semata mata juga demi Faas. Dia tidak mau nanti kedepannya Faas menyesal telah mendukung Abian bersama sahabatnya.
.
Ditempat lain, Abian mengajak Angkasa ketaman bunga tulip yang sedang mekar dengan indah disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini pertama kalinya Angkasa melihat pemandangan seindah ini.
Keduanya benar benar menikmati sebuah maha karya Tuhan melalui tangan manusia itu.
Keduanya duduk dikursi yang telah disediakan di pengelola disana.
Melihat Angkasa dengan sedikit tersenyum, membuat Abian tak kuasa untuk tak menggenggam tangan Angkasa.