Keringat mulai menghiasi kening dan pelipis Angkasa.
_Glek_
Suara Bara yang meneguk ludahnya sendiri itu bahkan sampai terdengar di telinga Angkasa.
Di mata Bara sekarang, Angkasa benar-benar tampak sexy. Keringat menetes dari pelipisnya, desisan yang terus keluar dari bibir yang memerah agak plumpy itu membuat tubuh Bara ikut merasa gerah. Padahal udara sedang sejuk karena AC yang menyala.
"P pak?" panggil Angkasa.
"H-hmphh?!" ucapan Angkasa terpotong ketika Bara langsung melumat bibirnya
"Mphhh p-pakhmphhh...."
Lumatan itu tak berselang lama. Bara melepaskan pagutan bibirnya lalu berkata,
"Bibir kamu manis Sa"
"P-pak ih....." cicit Angkasa agak malu.
"Saya lapar.... pengen makan kamu....." ucap Bara mengelus sebelah pipi Angkasa. Ibu jarinya tergerak mengelus bibir Angkasa yang basah karena sisa lumatannya.
"Kan i itu ada makanan pak dikulkas pak.
Terlampau polos, Angkasa tak menangkap maksud Bara yang hendak memakannya.
"Nanti kalau bapak makan saya ya saya mati dong pak"
Bara menghela napas agak lelah.
Kejantanannya sudah mulai bangun tapi ia masih harus dihadapkan dengan kepolosan Angkasa
"Maksud saya.... kita berhubungan suami istri kayak waktu itu, Angkasa"
"Waktu itukan saya mabok pak, mana inget"
Tak ingin berdebat panjang lebar
Tangan Bara terulur menyentuh selangkangan Angkasa sewaktu bertanya demikian. Bukan hanya menyentuh bahkan mulai mengelusnya sambil memberi sedikit remasan di gundukan kecil itu.
"M-mhhh... itu... ahhh pak jangan diremes kuat... ngilu..."
Angkasa meleguh nikmat dan merasa agak ngilu sewaktu tangan Bara meremas kemaluannya yang mulai menegang.
"Saya pengen ngerasain lubang kamu lagi." Ucapnya sensual dan Angkasa tak punya pilihan lain selain mengiyakannya.
Dan betapa senangnya Bara ketika ajakannya itu diangguki oleh Angkasa. Licik memang, tapi mereka sudah sah dan ia juga berhak meminta haknya.
Tangannya langsung bergerak untuk melepas semua pakaian yang Angkasa kenakan.
Diangkatnya tubuh telanjang itu dan didudukkan di sofa tepat di hadapannya.
Sekarang puting Angkasa berada tepat di depan matanya. Tak perlu menunggu lama, lidah Bara terjulur untuk membelai tonjolan kecil yang ada di dada Angkasa
"Ahhh pak... mhhh..." desah Angkasa.
Sensasi itu, sensasi yang menggelikan tapi enak dan nikmat itu kembali Angkasa rasakan saat putingnya di jilat dan dihisap oleh Bara.
Semua sentuhan yang diberikan Bara sejujurnya membuat Angkasamerasa nyaman dan terangsang diwaktu yang bersamaan.
Padahal waktu itu ia masih menganggap bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah hal yang tidak wajar dilakukan oleh sesama pria. Karena pada waktu itu juga Angkasa masih menganut paham bahwa hubungan suami istri itu hakikatnya dilakukan oleh sepasang laki-laki dan perempuan.
Namun karena Faas, ia merubah pola pikirnya itu.
Tapi lihatlah sekarang, Angkasa begitu menikmati kegiatan bersetubuh ini.
"Akh pak! Nghh... "
Angkasa memekik terkejut ketika putingnya yang tadi dihisap malah digigit-gigit kecil oleh Bara. Sementara sebelah putingnya lagi dikerjai oleh tangan Bara yang menganggur dengan cara dipilin-pilin sembari dicubit agak kasar sampai tubuhnya sesekali menggelinjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa (End)
Teen FictionAngkasa tak sengaja menyeret dosennya ke altar dan mengucapkan ikrar pernikahan saat dirinya sedang mabuk karena patah hati. kehidupannya yang berjalan normal, kini berubah sangat drastis karena dosen itu tidak ingin membatalkan pernikahan tak senga...
