Akhirnya waktu lahiranpun tiba saat Faas dan Aldi berkunjung.
"Al. Fa. Perut gue!" Ucap Angkasa yang tengah memegangi perutnya.
Untuk beberapa detik mereka mencerna dengan apa yang dikatakan Angkasa, sampai Angkasa memukul pundak Faas.
"Gue mau lahiran goblok. Perut gue mules Fa"
"Eh eh. Sekarang!"
"Tahun depan!"
"Santai aja se, masih tahun depan"
Plak.
Aldi dengan sengaja memukul belakang kepala Faas.
"Goblok. Lahirannya sekarang Fa, tu tu liat tu, celana Angkasa udah basah Fa, gimana ini. Gimana ini" panik Aldi dengan lari ditempat.
"Gue juga gak tau Al. Gimana dong?" Melihat kepanikan Aldi. Faas ikut panik dan keduanya malah tidak bisa berpikir jernih.
"Lu kan udah pernah lahiran Fa, harusnya lu tau dong gimana caranya lahiran?" Jawab Aldi.
"Bentar bentar" Faas teringat saat lahiran dulu. Angkasa nendang perutnya. "Ah gue inget. Gue harus nendang perut Angkasa biar anaknya brojol Al"
"STOP!" Teriak Angkasa "kalian kok jadi bego se. Bawa gue kerumah sakit bangsat!"
"Ah. Iya" jawab Faas dan Aldi kompak.
Keduanya langsung lari dan masuk kedalam mobil namun Angkasa masih didalem apartemennya.
"Anjing. Punya temen 2 biji aja goblok semua" ucapnya dengan jalan perlahan menuju lift"
"Loh Al. Angkasa dimana?"
"Goblok. Angkasa ketinggalan Fa"
Keduanya lalu kembali. Namun saat lift terbuka. Angkasa sudah didalam dan terduduk lemas.
Faas dan Aldi langsung mengangkat sahabatnya itu dan membawanya kerumah sakit terdekat.
Keringat sudah membasahi Baju dan wajah Angkasa dipangkuan Aldi.
"Sa. Kok lu mau lahiran gak bilang bilang sih, kan gue bisa siapin fasilitas mewah diumah sakit suami gue"
"Orang lahiran mana ada yang tau se Fa" kesal Aldi "Tahan ya Sa, bentar lagi kita nyampe rumah sakit kok" ucap Aldi sambil mengusap dahi basah Angkasa.
"Anjing. Mana macet lagi" keluh Faas. Lalu dia memilih jalan kucing untuk sampai dirumah sakit lebih cepat.
Namun semua tidak selancar yang diperkirakan Faas.
Dia beberapa kali menyempet toko orang, dan Faas yang buru buru hanya memberikan kartu nama suaminya untuk mengganti rugi.
"Maaf ya pak. Temen saya mau lahiran" ucapnya terakhir kali disaat ia hampir sampai dirumah sakit milik suaminya dan memarkirkan mobilnya tepat dipintu IGD. Dimana Angkasa langsung ditangani dan dibawa keruang operasi.
.
Disisi lain. Bima yang sedang kerja. Tiba tiba mendapat beberapa laporan. Jika ada yang denda senilai 200 juta.
Bima mengkonfirmasikan hal itu dan semua menyatakan jika mobil sport berplat XX menyerempet toko mereka. Bahkan menabrak dagangan mereka.
Bima langsung memijat kepalanya dan bersandar dikursi kebesarannya.
"Untung aku sayang kamu Fa" ucapnya lalu Bima baru tersadar. Tumben Faas menabrak toko orang. Lalu keadaan Faas gimana.
Bima langsung menelpon istri kesayangannya itu.
"Halo Fa. Kamu gak apa apakan"
"Gue dirumah sakit om"
Bima langsung berdiri mendengarnya. "kamu gak terlukakan Fa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa (End)
Teen FictionAngkasa tak sengaja menyeret dosennya ke altar dan mengucapkan ikrar pernikahan saat dirinya sedang mabuk karena patah hati. kehidupannya yang berjalan normal, kini berubah sangat drastis karena dosen itu tidak ingin membatalkan pernikahan tak senga...
