Pagi hari.....
Sahutan desahan masih terdengar dikamar Bara juga Angkasa.
Seks semalam tidaklah membuat keduanya puas satu sama lain.
Saat Angkasa selesai mandi. Bara tiba tiba memeluknya dari belakang dan berlanjut sampai Angkasa tengkurap diatas kasur dan Bara diatasnya.
"Enghh pakh ahhhh akhh, pelanh"
Desah Angkasa yang mana Bara malah semakin mempercepat hentakannya.
Lubang sempit itu sampai terasa kebas karna Bara tak kuat mengendalikan nafsunya.
"Menungging Sa?" Perintahnya kemudian tangannya terulur mengangkat pinggul Angkasa lalu menurunkan punggungnya agar pantat Angkasa condong kebelakang dan lubangnyapun terlihat mudah untuk Bara masuki
Bara memilih posisi berdiri agar lebih mudah bergerak dan kekuatannyapun tambah berkali lipat karna tumpuan kekuatannya berpusat pada kakinya.
Sleep.
"Akhh pakh" dalam sekali hentakan milik Bara sudah tertelan kedalam lubang legit istrinya itu.
Tanpa menggunggu Angkasa rileks. Bara lagsung bergerak maju mundur dengan kecepatan yang ia mampu.
Kepala Angkasa sampai harus tersentak sentak karna Bara benar benar menghujam lubangnya dengan keras dan kasar.
"AKHH enak banget Sa"
"Emhh akhh, pak Barah. Akhh disanna pak, teruss. Aahh yeahh terushh disannah pak. Enghh enghh"
Mendengar rintihan keenakan istrinya Bara semakin memperdalam hentakannya.
Dengan sengaja Bara menarik miliknya dan hanya menyisakan pucuk kepalanya saja lalu mendorongnya kuat sampai benturan kulit merekapun terdengar begitu nyaring.
"Akhh" desah Angkasa. Karna milik Bara menumbuk keras titik manisnya.
Bara menarik miliknya lagi kemudian melakukan hentakan yang sama sampai berulang kulang dan Angkasa hanya dapat mengeluarkan cairan cintanya yang sudah bening itu.
"Fuck Aahh....pak Bara"
PLAK
"Nakal hm?" Satu keplakan pada bokong sintal itu. Tak lupa Bara meremas remasnya kemudian melebarkan kedua sisinya dan terlihatlah miliknya yang tertanam habis didalam Angkasa.
"Sexy" gumam Bara kemudian menjilat bibir bawahnya lalu bergerak menghujam lubang itu lagi dan lagi.
Sambil melihat miliknya yang mana dengan gagah keluar masuk membuat Bara lebih bringas dan brutal lagi.
Cukup lama mereka melakukan itu sampai perut kosong Angkasa bunyi, barulah Bara berhenti dan memandikan istrinya itu.
Dengan sandwich tuna panggang dipiring masing masing, kaduanya sangat menikmatinya.
Saking asiknya menyatukan tubuh mereka sampai melupakan kebutuhan wajib tubuhnya.
"Ingin makan apalagi Sa?"
"Apa aja yang penting makanan pak"
Melihat Angkasa dengan suapan besarnya, Bara sedikit merasa bersalah.
"Oh ya Sa sebentar lagi saya ada kelas, sekalian nanti saya belikan. Gimana?"
"Terserah bapak aja"
Melihat Angkasa sudah baik baik saja, Bara sedikit lega. Sedikit tak tega sebenarnya meninggalkan istrinya itu. Tapi Bara masih punya tanggungjawab mengajar dikampus.
.
Satu jam setelah Bara kekampus, Angkasa merasa bosan.
Ia hanya berguling dan menonton serial netflix saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angkasa (End)
Teen FictionAngkasa tak sengaja menyeret dosennya ke altar dan mengucapkan ikrar pernikahan saat dirinya sedang mabuk karena patah hati. kehidupannya yang berjalan normal, kini berubah sangat drastis karena dosen itu tidak ingin membatalkan pernikahan tak senga...
