Sebelum baca jangan lupaankasih bintang ya mantemann makasyiii
Lagunya jangan lupa di play yah AHAHAH, happy reading, love
*****
Jelita berjalan mengelilingi kamarnya dengan pikiran yang berkecamuk di kepalanya.
"Chat engga chat engga chat engga" Serunya dalam hati sambil menggigit jari nya, melihat kearah ponselnya yang menganggur di atas meja belajarnya.
Pada akhirnya keputusannya meraih ponselnya dan membuka room chat dan mengetikkan sesuatu.
You
Aku pergi malam ini sama Mita, gak bakal pulang larut.
Jelita langsung melempar kembali ponselnya ke atas kasur dengan harap harap orang yang dia kirimi pesan tidak menjawab.
Setelah kejadian didalam ruang OSIS bahkan Arsen belum menyatakan kesalahannya dan meminta maaf, keduanya jadi minim interaksi dan berhubungan. Jelita yang awalnya kekeh untuk tidak akan memulai lebih dulu ujung ujungnya seperti malam ini. Jelita mengirimi pesan kepada kekasihnya karena jika seandainya mereka bertemu dengan tidak sengaja bukan kesalahan Jelita karena dia telah bilang.
Tak lama kasur bergetar menandakan notifikasi keluar dari ponselnya,
Senn🤍
Iyaa, take care sayang.
"Huh, sayang?" Jelita langsung memasukkan ponsel miliknya kedalam tas kecilnya sambil meracau sebal sebelum ayahnya dari bawah memanggilnya dan memberi tahu jika
Mita telah sampai didepan rumah.
*****
Sesuai permintaan Angga, disinilah Jelita dan Mita berpijak. Suasana cafe yang lumayan ramai, bukan lumayan tapi memang sangat ramai bahkan keduanya kebingungan mencari tempat yang sebenarnya sudah dipesan lebih dulu oleh Angga. Begitu baik bukan pria itu?
"Gak salah nih kita disini?cari meja lain aja yuk" Jelita terlihat ragu untuk menempati meja yang kapasitas manusianya lebih banyak dibandingkan meja yang lain.
Sama dengan apa yang dirasakan Jelita, Mita pun ikut mengangguk dan menoleh menatap sahabatnya, "Yaudah cari yang lain aja, kita merasa VIP banget duduk disini, berasa beda kasta" Keduanya tertawa lalu berbalik hendak mencari meja yang lain sebelum akhirnya Firman memergoki mereka lebih dulu.
"Mau kemana ladies?" Mendengar suara Firman membuat Jelita terkejut karena tepat dibelakangnya.
Jelita terdiam sebentar sambil memperbaiki rambutnya dan mengangkat bahu, "Kami cari tempat yang lain aja lah" Mita disebelah Jelita mengangguk sebagai jawaban yang sama.
Firman mengangkat alisnya bingung dan langsung menarik dua perempuan itu duduk di kursi yang lebih tepatnya sofa, "Javas ngeluarin uang lebih buat reservasi ini, jadi nikmatin aja."
Buat yang masih bingung, di one cafe terdapat tiga table yang berbeda. Meja dengan kapasita dua sampai empat orang seperti pada cafe umumnya, lalu meja yang mampu ditempati enam orang dengan meja bundar, dan seperti yang di duduki Jelita dan Mita sekarang yang sebenarnya muat menampung sampai sepuluh orang. Semuanya dapat diduduki dihari biasa tetapi jika ada event seperti malam ini tempat yang Javas pesan harus di reservasi terlebih dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eighteen (On Going)
FanfictionPerjalanan cinta Jelita yang memasukkannya kedalam situasi dimana harus memilih antara mencintai atau dicintai, "Javas gue tekankan sekali lagi kalau gue milik Arsen! Tahu Batasan Lo, Lo gak harus sejauh ini!." "Lo cinta sama dia? Jawab gue Jel, ja...
