TWO

742 40 1
                                        

Happy Reading!

***

Aku meregangkan persendianku yang bengkok akibat tertidur dengan posisi duduk yang cukup lama, pinggang tuaku rasanya berbunyi 'kretek' saat aku mulai menggerakkannya.

Kutolehkan kepalaku ke kanan dan ke kiri untuk merilekskan diri, mencoba menyadarkan diriku dari ngebug akibat baru bangun tidur.

Merasa kesadaranku sudah penuh, akupun kembali menatap ke layar komputer dimana pekerjaanku belum selesai. Namun mataku berhenti bergerak saat menatap komputer tersebut.

Dimana file hasil kerjaku semalam? Kenapa berganti dengan diagram dan angka-angka seperti ini!?

Siapa yang dengan berani mengotak-atik komputerku saat aku sedang tertidur dengan cantiknya.

Brak!

Aku menggebrak meja karena merasa kesal dengan hal ini, saat tubuhku sudah berdiri aku kembali lebih terkejut saat menatap sekeliling ku.

Kanan kiri, depan belakang kenapa terlihat berbeda dengan ruang kerjaku, dan juga ada apa dengan keterangan dunia ini? Padahal sebelum aku tertidur masih gelap dan aku merasa hanya tertidur sebentar tapi kenapa malam berganti siang.

What the!??

"Apa jangan-jangan gue tidur sambil jalan yah?" aku berkacak pinggang dengan pikiran yang bergerak kesana-kemari, memikirkan mungkin saja aku berjalan dari ruanganku ke ruangan yang ku tempati sekarang.

"Masa sih? Gue nggak pernah kek gitu padahal" aku kembali berfikir lebih keras, masih menatap kesembarang arah dimana aku berdiri sekarang.

Saat pikiranku belum berhenti bergerak, suara ketukan pintu terdengar.

"Masuk" seruku sambil memperhatikan orang yang masih membelakangiku karena ia tengah menutup pintu.

Setelah berbalik, dengan kesekian kalinya mataku ini tidak bisa berhenti melotot, tercengan, terjungkal, dan terdiam sepi.

Anjir lahh!

"Loh!? Kok lo potong rambut sih?" Aku menghampiri Esther dengan penampilan yang sangat jauh berbeda, tidak seperti Esther sekali.

Rambut sebahu, celana kain panjang dan kemeja yang rapi?

Esther yang kemarin tidak seperti ini.

Gadis itu terkesan berlebihan soal penampilan, harus lebih wow dari orang lain. Make-up yang selalu nangkring di wajahnya tanpa di lepas, tapi hari ini?

"Sejak kapan lo tobat wahai bestaiku?" Aku masih memandang penampilan Esther, memindai setiap jengkal tubuhnya dari bawah sampai atas kemudian dari atas lagi sampai bawa seperti mesin pencetak.

"M-maksud Miss apa?"

"Miss pala lu terbang, emang gue Miss universe" ntah si Esther sedang bercanda atau dia sedang serius, pasalnya wajahnya itu sangat tegang seperti sedang sidang skripsi.

"Ada apa dengan anda Miss? Saya tidak mengerti dengan apa yang anda maksudkan"

Tunggu dulu!? Otakku sepertinya tidak bisa mencerna situasi yang sedang aku alami sekarang.

Beautiful Dream Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang