3. Mansion Keluarga Hernandez

1.4K 70 0
                                        


Sekarang mobil yang di tumpangi Nazla dan Fathan akan memasuki pekarangan mansion. Awalnya Nazla dan Fathan curiga kalau ini bukanlah tujuannya tapi supir yang mengantar Nazla dan Fathan meyakinkan kalo ini adalah tempatnya.

"Silahkan turun nono dan tuan" Ucap supir itu sopan sambil Membungkuk.

"Bapak kkayaknya salah rumah deh, masa ia rumahnya besar gini, kalo yang kek gini mah pak doni juga gak mau beriin" Ucap Nazla yang masih tidak percaya. Sedangkan Fathan ia Menyelusuri sekitaran rumah.

"Ini benar rumahnya nona" Jawab supir yang masih kekeh yang jawabannya yang tadi.

"Salah rumah ini. Bah kita pergi aja yuk cari taxi yang lain, bapaknya gak becus nganterin kita masa masuk ke rumah orang si" Ucap Nazla lalu menuntun Fathan untuk keluar dari sana tapi mobil sport menghalangi jalan mereka.

"Tuhkan pak, saya udah bilang kalo bapaknya Salah rumah liat tuh orang punya rumahnya udah datang lagi pula ini gak pantas di sebut rumah tapi istana orang ini gede banget" Bantah Nazla lalu berjalan menghampiri mobil tersebut.

"Permisi, maaf bisa geserin mobilnya gak kita mau lewat sebelumnya saya minta maaf supir yang nganterin kita Salah alamat" Ucap Nazla usai orang itu menurunkan kaca mobilnya. Lalu Nazla berjalan ke arah Fathan tapi suara seseorang menghentikan langkah mereka.

"FATHAN" Teriak seorang wanita yang sangat cantik, Nazla berpikir itu adalah orang yang punya rumah. Lalu mereka berbalik menghadap perempuan itu.

Perempuan itu berlari lalu memeluk Fathan sambil menangis sedangkan Fathan mematung di tempat begitu pula dengan Nazla wajahnya terlihat cengo.

Sekarang yang Ada di pikiran Nazla. Siapa perempuan itu?? Dan mengapa ia memeluk Fathan sambil menangis.

"N-nasya" Panggil Fathan membalas pelukan wanita yang masih memeluk Fathan.

"Abah kenal sama wanita itu" Gumam Nazla yang masih melihat pemandangan di depannya, tanpa dia tau bahwa seseorang yang tadi ia hampiri sudah berada di sampingnya.

"Hai baby girl" Sapa orang yang berada di samping Nazla dengan Suara seraknya seperti menahan tangis.

"Kumaha kamu na, Ngagetin waee" Omel Nazla dengan bahasa sundanya.

"Oh ya kita gak kenal jadi jangan deket-deket bukan muhrim" Lanjut Nazla sambil menjauh dari orang itu.

Sedangkan laki-laki itu hanya menganguk dan tersenyum kecut.

"Abah kenal sama tante ini??" Tanya Nazla sambil memperhatikan orang yang tadi memeluk Fathan.

"Nazla, ini Nasya bunda Nazla dan istri Abah" Ucap Fathan sambil menarik Nazla Untuk mengdekat. Ya yang memeluk Fathan tadi adalah Nasya.

"Bunda?" Beo Nazla

"Sebenarnya Nazla punya berapa bunda abah??" Tanya Nazla yang masih bingung dengan keadaan saat ini.

"Nazla cuma punya satu Bunda, waktu itu Nazla sama abah kecelakaan jadi kita kepisah sama bunda pas kecelakaan itu" Jelas Fathan.

Menganguk Nazla mulai menyalimi tangan perempuan yang Ada di hadapannya. "Halo umma" Ucap Nazla sambil tersenyum.

"Sekarang kita masuk dulu yuk di dalam" Ucap Nasya sambil memegang tangan Nazla.

"Tapi umma, masih Ada yang mau Nazla tanya" Ucap Nazla sambil menatap Wajah Nasya

"Sudah nanti kau tanyakan di dalam" Nasya menuntun Nazla dan Fathan untuk memasuki rumah, lelaki tadi mengikuti mereka dari belakang dan barang Fathan dan Nazla sudah di bawakan oleh bodyguard.

GLAVANDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang