"bagaimana jika aku tak berhasil menemukan seseorang yang mencintaiku dengan tulus setelah 40 hari? " tanya tay.
"kau harus mengucapkan selamat tinggal pada jasad mu tay"
seorang pria berusia hampir 30 tahun terbaring koma, sementara rohnya berkel...
"Hai new" panggil arm yang tiba-tiba datang dan duduk di samping new. Sementara new masih sibuk dengan komputernya.
"Hai arm, mau istirahat? " tanya new. "Hmm, mau bareng? Aku sendirian" ucap arm.
"Hmm boleh tapi sebentar ya tanggung" balas new. Arm hanya mengangguk dan menunggu new.
"Oke siap, yuk" ajak new. New dan arm segera mencari sesuatu untuk di makan.
New dan arm duduk di sebuah taman, menikmati makan siang sekaligus menghirup udara luar. Bekerja di kantor ternyata melelahkan.
"New kamu pernah jatuh cinta? " tanya arm. "Hmm" new mengangkat bahu nya. " kamu pernah? " new malah bertanya balik pada arm.
"Pernah, tapi Tuhan ambil dia untuk selama lamanya" ucap arm New mengerjaplan matanya dan menutup mulutnya.
"Sorry arm" new. "Kenapa minta maaf? Gapapa, dia gak pernah beneran pergi ko, dia masih punya tempat sendiri di hati aku" ucap arm.
"Kamu percaya dunia lain new? " tanya arm "He'em aku percaya" ucap new lantang karna dia memang dapat melihatnya.
"New jika cinta kamu dapat membawa seseorang ke kehidupan yang lebih baik, namun kenyataan nya kamu harus merasakan sakit hati bagaimana? " tanya arm.
New justru teringat tay yang sedang berada di rumah. Jika new bisa membatu tay kembali ketubuhnya dan pada akhirnya tay harus hidup bahagia dengan orang lain dan menyakitinya bagaimana? Kira-kira itu lah pertanyaan arm.
New menghela nafasnya dan tak memberikan jawaban, new tak tau harus bagaimana.
"Jatuh cinta seperti apa arm rasanya? " tanya new penasaran. "Hmm kamu selalu merasa bahagia deket dia, jantung kamu selalu berdetak tak karuan, selalu ingin melihatnya dan merindukannya" ucap arm.
New menatap ke depan dengan kosong, ini yang sedang new rasakan. New ingin selalu cepat pulang agar bisa bersama tay, new merasa nyaman saat di dekatnya, wangi dan hangat tubuhnya selalu new rindukan. Ini kah jatuh cinta? Bukan karna hanya kasian?
* * * * New dan arm kembali ke kantor. "Arm duluan aja, aku mau ke toko itu, ada yang mau di beli" new pergi ke suatu toko untuk membeli beberapa keperluan nya.
Tak sengaja new menabrak seorang pria tampan dengan postur tubuh atletis, New hanya membungkuk tanda permohonan maaf, sementara orang tersebut hanya tersenyum dan masih sibuk dengan telpon nya.
"Apa polisi mencurigai kita? Saya gak mau tau kalo bisa bunuh saja dia di rumah sakit, jika dalam waktu dua bulan dia masih tak sadarkan diri maka otomatis perusahaan akan menjadi milik saya kan?" "Pastikan tay tak akan bangun lagi" Ucap laki-laki tersebut.
New membulatkan matanya mendengar nama tay di sebut. "Tay yang dia maksud, tay yang ada di rumah gue bukan sih? " batin new.
New segera menghubungi lin.
Ttuuutt ttuutt
Ada apa new?
"Bi boleh new tanya sesuatu?"
Boleh new, ada apa?
"Bi, apa bibi mengenal laki-laki tampan dengan tinggi badan seperti tay hanya lebih tinggi sedikit? Dia memiliki wajah maskulin"
Joss? Kau mengenal nya?
"Ahh tidak, apa dia joss adik tiri tay? "
Iya, dia adik tiri tay, bagaimana kau mengenalnya?
"Bi nanti sepulang kerja aku akan mampir dan aku akan ceritakan, sekarang aku tutup dulu telponnya"
Call end.
* * * *
New berlari mencoba untuk mengejar laki-laki tadi namun sudah terlambat, karna orang itu sudah masuk kedalam mobil.
"Aahh sial, cepet banget jalannya sih tuh orang" ucap new. Tanpa new sadari sepasang mata sedang mengintainya
"Apa dia orang yang kamu lihat beberapa kali di ruang inap tay? " tanya orang yang sedang mengawasi new dari dalam mobil.
"Benar tuan, saya sudah dua kali melihatnya di ruangan tuan tay".
" hmmm" orang tersebut menghela nafas panjang. "Cari tau siapa dia, melelahkan sekali, kenapa banyak sekali orang-orang di sekitarnya? " "Apa perlu kita habisi kutu ini juga? " ucap nya lalu meminta supirnya melajukan mobil nya.
* * * * New segera mendatangi lin di rumah sakit, sepulang nya dari tempat kerja.
"Bagaimana keadaanya bi? " tanya new menatap tay. "Masih seperti biasa" ucap lin yang juga menatap tay.
"Apakah kita kelewatan membiarkannya merasakan sakit new? " "Kadang aku pikir, mengapa tuhan memberinya cobaan seberat ini" lin mulai meneteskan air matanya.
Lin yang mengenal tay sejak keciil, lin yang paham sekali seperti apa tay, tay lahir dari sepasang suami istri yang bisa dikatakan memiliki kekayaan yang berlimpah.
Namun satu kesalahan thomas ayah tay, yaitu jatuh cinta dengan perempuan lain yang menyebabkan kekacauan.
Perempuan tersebut berhasil merebut kebahagian tay dan ibunya, ibu tay yang mengetahui suami nya berselingkuh bahkan sampai memiliki seorang anak yang lahir satu tahun lebih muda dari tay pun mulai stres dan sakit-sakitan. Saat tay berumur 8 tahun, ibu tay meninggal dan tay baru sadar bahwa ayahnya telah berselingkuh.
Awalnya wanita selingkuhan ayah tay bersikap menyayangi nya, namun lambat laun sifat aslinya terbongkar.
Tay kecil begitu menyayangi joss namun seiring bertambahnya usia mereka joss mulai merasa iri dengan apa yang tay miliki, bahkan joss tega meniduri kekasih tay yaitu davinka.
Tay menjadi orang yang begitu waspada, arogan dan pemarah, hanya dengan bi lin tay bisa mencurahkan perasaannya yang sesungguhnya.
* * * * New mengelus pipi tay yang terdapat rambut kasar di bagian dagunya. New mengeluarkan alat cukur dan mulai membersihkan wajah tay.
Lin melihat new dan hatinya menghangat. "Aku berharap kau lah yang akan menemani tay jika dia sadar new" ucap lin.
"Akan kah dia mengenal ku jika bangun bi? " new memikirkan hal ini sendiri, karna sebenarnya mereka tak saling mengenal di tambah lagi ingatan tay sendiri sudah memudar.
"Aku yang membantu tay mengingat mu" ucap lin sambil mengelus punggung new. Tanpa sadar new menangis, new takut kehilangan tay.
Ttiiiitttt blue code blue code Ruangan tuan tay segera.
Cepaat siapkan alat-alat BLUE CODE BLUE CODE
New dan lin panik bersamaan karna semua alat-alat di tubuh tay berbunyi tak beraturan secara bersamaan
Perawat dan dokter datang berlarian. Meminta lin dan new menunggu di luar. "Tuhan selamatkan dia" batin new.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.