"Gue jalan jam segini aja deh! Yakin banget jam segini itu kepagian buat dia," ucap Tessa mengambil jaketnya dan berjalan menuju pintu. "Mending gue hindarin dua-duanya daripada–" Ia terhenti ketika membuka pintu, seseorang sudah berdiri di sana.
"Rise and shine, sunshine~" ucap Dirga dramatis sambil menopang tubuhnya pada tangan yang bersandar di ambang pintu. Ia sudah terlihat rapi.
Tessa menatapnya datar, "Seriously?"
"Why?? Kan aku udah bilang bakal jemput kamu kemaren?? I fulfill my promise–"
"Aku nggak minta kamu jemput aku??"
"Aku janji sama diriku sendiri bukan sama kamu."
Tessa mendengus dan memutar bola matanya dengan sebal sebelum memunggungi Dirga lalu mengunci pintu apartemennya dan berlalu begitu saja meninggalkan Dirga.
"Tes! tunggu dong!"
"Males." Dirga mempercepat langkahnya menyusul Tessa dan meraih tangan wanita itu. "Ga! Apaan sih?!"
"Apaan apanya sih?? I just held your hands??" ucap Dirga menggenggam tangan Tessa ketika Ia berusaha melepaskannya. "We did more than that, kenapa kamu sensitif banget soal pegangan tangan?"
"Bukan soal pegangan tangannya! Tapi kamu aneh! Lagian ngapain sih gandengan gini orang aku nggak kemana-mana juga!"
"Ya aku cuma mau gandengan aja sama kamu kenapa sih?! Waktu kecil juga sering gandengan!"
"We're not a couple!"
"Then let's be one??"
Tessa menatap Dirga tak percaya, "Aneh banget kamu sumpah! Lepasin nggak?!"
"Kamu yang aneh tau nggak? Kita udah lebih dari ini tapi kamu irritated banget soal gandengan aja."
"Ya nanti orang mikir kita pacaran!"
"Ya biarin aja! Lagian orang mana yang kamu maksud?? You don't even interact with your neighbors here??"
"Oh?! Mas Bimo??" ucap Tessa tiba-tiba hingga Dirga refleks menoleh dan ketika Ia lengah, Tessa melepaskan genggaman Dirga dan berlari sekuat tenaga meninggalkan Dirga sendirian di lorong.
—
"Hah…hh…" Tessa berlari menuruni tangga darurat dan menoleh ke belakang dan bernafas lega ketika Dirga tak terlihat mengejarnya. Ia kemudian keluar dari tangga darurat satu lantai di bawah unitnya.
Tessa menghampiri lift sambil mengatur nafasnya. Ia menekan tombol lift hingga lift tiba dari atas. Pintu terbuka dan Tessa hendak melangkah ke dalam namun Ia terkejut ketika Dirga berada di dalam sana, dan yang terburuk, Ia berdiri berdampingan dengan Bagas.
"Hai Tes~" sapa Bagas ramah tak memperdulikan lirikan tajam pria di sampingnya.
Tessa lekas menekan tombol close door dari luar namun Dirga menekan tombol open lebih dulu dari dalam dan menarik Tessa ke dalam lalu merangkulnya. Ia menempatkan diri di antara Bagas dan Tessa yang terlihat pasrah dan frustasi karena rasanya Ia diperlakukan seperti buronan.
"Hai Gas~" balas Tessa membalas sapaan Bagas dengan terengah-engah. Sementara pria di antara mereka tersenyum tipis sambil melirik Tessa yang terlihat gusar.
Tessa melirik sebal Dirga yang tersenyum puas, "The fuck is wrong with him?" rutuknya dalam hati.
—
Siang harinya dihabiskan Ranti dengan menemani Ray bermain sendiri di ruang tamu. Anak itu aktif merangkak ke sana kemari lalu meraih sofa dan mulai berdiri. Ray tertawa senang sambil berpegangan pada sofa kala sang Ibu menatapnya seolah ingin memamerkan skill barunya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[COMPLETED] 7 Days
RomanceApa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kep...