Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bagian 18

2.1K 137 14
                                        

Handphone Naura berdering, ia pun segera memeriksa siapa yang meneleponnya.

"Gibran? Tumben dia nelepon gue." Ucap Naura.

"Assalamu'alaikum Gib."

"Waalaikumsalam Nau."Jawab Gibran.

"Ada apa tumben loh nelepon gue?" Tanya Naura sambil menggaruk pipinya.

"Nau, sekarang loh ke rumah sakit ya Nau. Rahsya Nau, Rahsya udah sadar." Ucap Gibran begitu bahagia.

Naura yang mendengar kabar baik itu pun langsung terlihat bahagia. Terlihat jelas senyum lebar dari wajahnya karena kabar baik dari Gibran.

"Oke gue langsung ke rumah sakit ya." Ujar Naura bersiap menemui Rahsya.

Sedangkan di rumah sakit, Rahsya tengah menjalani beberapa pemeriksaan oleh Dokter. Ia terlihat tenang dan tak banyak bicara.

Gibran dan Adara pun menemani Rahsya yang sedang di periksa oleh Dokter.

"Gimana Dok?" Tanya Gibran.

"Alhamdulillah keadaan Rahsya stabil. Hanya saja kita akan melakukan beberapa pemeriksa untuk memastikan kondisinya." Jawab Dokter.

"Baik Dok, makasih ya Dok." Ucap Gibran.

Keluar dari taxi, Naura berlari untuk segera menemui Rahsya. Betapa rindunya ia kepada kekasihnya itu, bahkan sesekali ia menabrak orang yang sedang berjalan.

Dengan nafas terengah-engah karena berlari, akhirnya ia sampai di ruangan Rahsya. Naura tersenyum lebar melihat Rahsya sudah terbangun dari tidur panjangnya itu.

"Rahsya." Panggil Naura tersenyum mendekati Rahsya.

Adara dan Gibran pun ikut tersenyum karena Rahsya kini sudah kembali. Naura pun memegang tangan Rahsya. Akan tetapi Rahsya menepis tangan Naura membuat mereka bertiga terkejut.

"Sya, kamu kenapa?" Tanya Naura merasa aneh dengan sikap Rahsya.

"Loh yang pecahin spion gue kan?" Tanya Rahsya.

"Sya, itu kejadian udah lama banget Sya. Jangan bercanda Sya. Gak lucu!" Ucap Gibran.

Naura terdiam melihat tingkah Rahsya yang seakan-akan baru saja mengenalnya.

"Sya, loh gak inget sama Naura?" Tanya Adara menyakinkan.

"Gue inget. Dia cewek yang udah pecahin spion motor gue Ra." Jawab Rahsya.

Merasa ada yang tidak beres dengan sepupunya, Gibran pun berlari menemui Dokter untuk memeriksa Rahsya.

Dokter pun segera melakukan pemeriksaan diantaranya melakukan CT scan terhadap Rahsya.

Naura bersedih karena Rahsya tidak mengingat siapa dirinya. Rahsya hanya mengingat awal pertemuan mereka.

Rahsya tetap tenang selama pemeriksaan CT scan, malah dia merasa aneh mengapa ia diharuskan melakukan CT scan.

Dokter pun memanggil Gibran dan Naura ke ruang Dokter. Dan menjelaskan apa yang terjadi pada Rahsya secara medis.

"Ada kemungkinan Rahsya mengalami Amnesia Disosiatif." Ujar Dokter.

Naura dan Gibran saling bertatapan dan Kembali menatap Dokter karena tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan oleh Dokter.

"Amnesia Disosiatif ini adalah kondisi ketika pengidap tidak mampu mengingat berbagai informasi pribadi bahkan dinilai sangat penting. Pengidap amnesia ini bisa saja lupa siapa nama dan segala kaitannya dengan pribadinya." Jelas Dokter.

Akan tetapi Naura merasa ini ada kaitannya dengan menghilangnya Kak Lian dari tubuh Rahsya. Sehingga ia pun lupa dengan kenangan bersama Lian dan juga Naura.

Naura RahsyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang