Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bagian 15

1.9K 115 12
                                        

Perlahan pandangan Adara menjadi kabur lalu gelap. Naura dan Rahsya berlari menghampiri Adara. Terlihat Gibran terus menutupi luka Adara untuk menghambat pendarahannya.

Sedangkan para penjahat itu melarikan diri setelah menusuk Adara.

"Woi jangan kabur loh." Teriak Gibran.

"Udah biarin Gib yang penting sekarang Adara!" Ujar Naura panik

"Ra, bangun Ra. Loh harus tetep buka mata loh." Ucap Gibran cemas.

"Mana kunci mobil loh? Loh gendong Adara bawa ke mobil. Biar gue yang setir mobil." Ucap Rahsya yang sudah di rasuki Lian.

Gibran dan Naura sedikit khawatir jika Rahsya yang menyetir mobil.

"Ayo cepetan. Adara harus di bawa kerumah sakit!" Ujar Rahsya.

Gibran pun langsung menggendong Adara yang sudah lemas tak berdaya. Sedangkan Naura sedari tadi melihat sosok Lian dalam diri Rahsya.

"Ayo cepet naik dek!" Kata Rahsya kepada Naura.

"Dek?" Batin Naura.

Rahsya pun segera membawa Adara ke rumah sakit terdekat dengan menyetir mobil Gibran.

"Dia bukan Rahsya, dia Kak Lian." Batin Naura.

Naura tidak bisa menanyakan hal ini kepada Rahsya karena keadaan Adara semakin memprihatinkan dan membutuhkan pertolongan.

Sedangkan di tempat lain Pak Hardi marah besar karena anak buahnya untuk kesekian kalinya gagal melenyapkan Naura dan malah membuat Adara celaka.

"BODOH!" Bentak Pak Hardi.

"Kita sudah hampir berhasil Pak. Akan tetapi Rahsya dan Gibran datang." Ucap Anak buah Pak Hardi.

"Gibran?" Tanya Pak Hardi.

"Iya Pak, putra bapak. Ia ikut menolong Naura." Jawab Anak buah Pak Hardi.

"Ngapain dia ikut-ikutan nolongin Naura. Dasar anak bodoh." Ujar Pak Hardi kesal.

***

Gibran hanya bisa tertunduk menunggu dokter keluar dari IGD. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi Adara.

"Makasih ya Sya loh udah jagain adek gue. Tapi maaf gue gak bisa nolongin sahabat loh, gue cuman bisa bawa dia ke rumah sakit." Ucap Lian di samping Rahsya.

Rahsya hanya tersenyum. Ia juga berterimakasih pada Lian yang segera membawa Adara ke rumah sakit.

"Makasih." Ucap Rahsya.

Naura terus saja memperhatikan Rahsya yang senyum sendiri dan seakan sedang mendengarkan orang yang sedang berbicara dengannya.

"Sya?" Panggil Naura.

"Iya Nau." Jawab Rahsya.

"Aku mau nanyain sesuatu sama kamu." Ujar Naura.

"Apa Nau?" Tanya Rahsya.

Belum sempat Naura bertanya pada Rahsya, Dokter yang memeriksa Adara keluar dari ruangan. Sontak semua menghampiri Dokter itu.

"Gimana kondisi Adara dok?" Tanya Gibran.

"Kita akan lakukan operasi sekarang, jadi kalian segera hubungi keluarganya untuk prosedur operasi di rumah sakit ini. Kita tidak punya banyak waktu." Ucap Dokter pergi.

Seketika Gibran lemas. Rasa Khawatir, rasa bersalah pada Adara semakin menjadi-jadi. Begitu menyesalnya ia mengacuhkan perasaan Adara.

Rahsya memeluk Gibran dan berusaha menguatkannya yang kini tengah terpukul dengan keadaan Adara.

Naura RahsyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang