Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bagian 13

1.8K 120 9
                                        

Rahsya memegang tangan Naura dan menatap wanita cantik itu.

"Gue suka sama loh Nau." Ucap Rahsya.

"Naura, apa loh mau jadi pacar gue?" Tanya Rahsya penuh harap.

Naura terdiam dan bingung harus menjawab pertanyaan Rahsya. Ia sebenarnya menyukai Rahsya akan tetapi ia tidak ingin menyakiti perasaan Gibran yang kini berubah dingin.

"Nau?" Panggil Rahsya meminta kepastian.

"Gue sebenernya juga suka sama loh Sya."

"Jadi?" Tanya Rahsya penuh harap.

Naura terdiam sejenak.

"Gue mau jadi pacar loh Sya." Jawab Naura.

Rahsya tersenyum lebar mendengar jawaban Naura yang ternyata juga menyukai dirinya. Bahkan Rahsya memeluk Naura karena sangat bahagia.

Naura juga sangat bahagia akan tetapi ada yang mengganjal di hatinya yaitu Gibran.

Lian yang melihat adiknya menerima cinta Rahsya sebenarnya sedikit tidak setuju karena ini akan berbahaya bagi Naura jika terus dekat dengan Rahsya.

Akan tetapi Lian percaya pada Rahsya bahwa ia bisa melindungi Naura dari orang-orang yang mengincarnya.

***

Lian terdiam di taman rumah Rahsya. Sesekali melihat tangannya yang perlahan memudar. Ia merasa bahwa waktunya disini hanya sebentar lagi.

Tiba-tiba ia melihat beberapa orang yang pernah mengejar Rahsya dan Naura masuk ke rumah Pak Hardi. Lian pun segera mengikuti mereka dan masuk ke rumah Pak Hardi yang rumahnya berdekatan dengan Rahsya.

Lia sangat familiar dengan beberapa orang tersebut. Diantara mereka ada yang terlibat dalam kecelakaan yang membuatnya meninggal dunia.

Saat berada didalam anak buah Pak Hardi memberikan beberapa informasi terkait adiknya Lian yang selama ini mereka kejar.

"Ini adalah foto adiknya Lian Pak." Ujar anak buah Pak Hardi.

Pak Hardi pun melihat foto yang diberikan anak buahnya itu. Sejenak ia menghela nafasnya.

"Dia?" Ucap Pak Hardi terkejut.

"Iya Pak dia adalah anggota keluarga Pak Arkan yang saat ini masih tersisa." Ujar anak buah Pak Hardi.

"Setelah kita berhasil melenyapkan kan kakaknya, kita langsung mengejar dia namun gagal."

"Kalian juga gagal untuk melenyapkan Rahsya!" Bentak Pak Hardi.

"Maaf Pak." Ucap anak buah Pak Hardi tertunduk.

Ternyata sebelum kecelakaan, Lian di kejar oleh suruhan Pak Hardi sehingga ia menyetir dengan kecepatan tinggi dan membuat mobil yang di kendarai Lian oleng dan masuk ke jurang.

Sedangkan Rahsya sengaja di tabrak oleh mobil suruhan Pak Hardi yang memang siap terluka untuk bayaran tinggi akan tetapi gagal melenyapkan Rahsya.

Rahsya dan Lian kecelakaan di tempat yang berbeda namun oleh orang sama yaitu Pak Hardi yang sangat gila akan harta.

Lian tercengang ternyata Paman Rahsya adalah dalang dari semua yang terjadi atas dirinya, Naura dan Rahsya.

***

Rahsya tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Lian. Ia tetap percaya kepada Pamannya dan Tantenya itu.

"Mereka gak mungkin ngelakuin itu. Mereka itu keluarga gue." Ucap Rahsya.

"Gue denger sendiri, kalau om loh itu nyuruh orang buat nyelakain kita." Ujar Lian.

"Mereka pengganti orang tua gue. Gue di besarin sama mereka berdua, gue di sayangin seperti anaknya sendiri bahkan melebihi Gibran." Jelas Rahsya.

Naura RahsyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang