Semua menatap Rahsya, akan tetapi Rahsya melihat dokter yang sedang merawat kaki Naura yang terkilir.
"Itu gak apa-apa kan dok?" Tanya Rahsya.
"Enggak apa-apa ko, beberapa hari lagi juga akan segera pulih. Jadi jangan dulu banyak gerak." Ucap Dokter.
"Oh iya dok." Ucap Naura.
"Sya?." Panggil Gibran.
Namun Rahsya tidak menoleh ke Gibran. Ia tetap melihat Naura.
"RAHSYA." Panggil Gibran nada tinggi membuat semuanya terkejut.
"Coba gue pengen tahu gue ini siapa?" Tanya Gibran menunjuknya sendiri.
"Gibran, tadi di jalan loh bilang Gibran kan. Sepupu gue." Ujar Rahsya.
"Yang ini siapa?" Tanya Gibran menunjuk Adara.
Jawaban Rahsya kali ini hanya menggelengkan kepalanya. Dan seterusnya Gibran bertanya orang-orang yang berada disana namun jawabannya tetap menggeleng.
"Loh gak inget siapapun?"
"Enggak."
"Tapi loh cuman inget Naura?" Tanya Gibran.
"Ya, iyalah dia kesayangan gue." Ujar Rahsya.
Semua menjadi bingung, ada apa dengan Rahsya.
"Dia pacar kamu?" Tanya tante Laras.
"Bukan tante, kita juga baru kenal kemarin." Ujar Naura.
"Bohong, kita udah kenal lama. Dia pacar aku tante." Ucap Rahsya.
Naura terus mengelak semua yang ucapkan Rahsya. Ia juga merasa aneh pada sikap Rahsya kali ini.
"Sepertinya kita akan mengambil tindakan CT- scan agar kita tahu apa yang terjadi pada Rahsya." Ujar Dokter.
Dokter pun membawa Rahsya keruang CT scan. Respon Rahsya hanya pasrah dengan apa yang dikatakan oleh dokter.
Sedangkan di luar ruang CT scan, Gibran dan Adara mencari tahu ada hubungan apa Naura dan Rahsya.
"Loh beneran pacar Rahsya?" Tanya Adara.
"Enggak, gue bukan pacar dia. Kita kan baru ketemu kemarin. Kalian berdua juga tau kan?" Jawab Naura.
"Gak mungkin Rahsya bisa bilang loh itu pacarnya kalau kalian gak pacaran. Mungkin ketemu di medsos gitu?" Ujar Gibran.
"Ya kita pikir aja ya, kayanya ada yang salah sama otaknya Rahsya. Buktinya dia gak inget kalian kan? Nah sedang kan sama gue mungkin memory terakhirnya dia berantem mulu sama gue. Jadi ingetnya ke gue gitu." Tutur Naura.
"Tapi bener juga sih bran, masuk akal menurut gue. Kayanya ada salah sama Rahsya. Mungkin dia amnesia gitu?" Ucap Adara
Naura mengangguk-anggukan kepalanya yang berarti setuju dengan Adara.
Dari hasil pemeriksaan medis, Rahsya baik-baik saja. Hanya tinggal pemulihan pasca kecelakaan karena ada beberapa luka di tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naura Rahsya
FanfictionRasya terbangun dari koma, namun alangkah terkejutnya dia bahwa ini bukanlah raganya. Ia bergegas lari dari rumah sakit untuk menemui seseorang. Yakni Naura, yang kini hidup sebatang kara bahkan harus terusir dari rumahnya sendiri. Bertahan hidup ta...
