Naura Rahsya
Bagian 21
Dibawah derasnya hujan, Rahsya pun menambah kecepatan motornya. Betapa khawatirnya ia melihat kondisi Naura yang semakin memburuk.
Sesampainya di rumah sakit, Rahsya berteriak memanggil perawat untuk menangani Naura yang sudah tak sadarkan diri.
"SUSTER! DOKTER!" Teriak Rahsya.
"Nau, kamu bisa denger aku kan. Kamu kuat kamu pasti baik-baik aja ya." Ucap Rahsya menguatkan Naura.
Naura pun langsung di bawa ke ruang IGD untuk diberi tindakan oleh Dokter. Dokter dan suster pun dengan sigap memasang alat bantu pernafasan kepada Naura dan memeriksa kondisinya.
Rahsya yang berdiri di belakang Dokter pun terlihat cemas ketika Dokter menyuruh membawa alat kejut jantung.
Seketika Rahsya panik dan sekilas melihat tragedi kecelakaan bersama kedua orang tuanya yang meninggal dunia di sampingnya.
Rahsya lemas dan tubuhnya sedikit oleng dengan peristiwa itu.
"Nau." Ucap Rahsya lemas.
Dokter berusaha untuk mengestabilkan kondisi Naura. Namun tampaknya Naura sudah dalam kondisi kritis.
Di alam bawah sadar Naura, ia berada di ruangan yang begitu gelap.
"Aku ada dimana?" Tanya Naura.
"Rahsya, kak Mila.." panggil Naura.
Tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan pandangan Naura.
"Nau." Panggil seseorang.
Naura pun berusaha untuk melihat cahaya yang membuatnya silau.
"Naura" panggil seseorang.
Perlahan Naura bisa melihat seseorang dibalik cahaya tersebut. Ia adalah Lian, kakak Naura yang sudah meninggal dunia.
"Kak Lian?" Ucap Naura terkejut.
"Kamu belum waktunya ada disini Nau, kamu harus pulang." Ucap Lian.
"Aku mau ikut sama kak Lian, Ibu, sama Ayah." Jawab Naura.
"Kamu gak bisa ikut sama kakak. Pulang ya, tempat kamu bukan disini." Ucap Lian
Akan tetapi Naura kukuh ingin ikut bersama Lian. Tiba-tiba di belakang Naura terdengar seseorang yang memanggilnya.
"Naura."
Naura pun melihat ke arah belakang yang memanggil namanya.
"Rahsya?"
"Pulang yuk Nau, aku nungguin kamu. Aku sayang banget sama kamu." Ucap Rahsya.
"Kamu inget sama aku Sya?" Tanya Naura.
"Sejak kapan aku lupa sama kamu Naura. Pulang yuk, ini bukan tempat kamu." Ucap Rahsya.
Naura pun melihat ke arah Lian yang tersenyum menyuruhnya agar ikut bersama Rahsya.
Rahsya pun mengulurkan tangannya mengajak Naura agar ikut bersamanya. Naura yang sedikit dilema sesekali melihat ke arah Lian.
Naura juga melihat ke arah Rahsya yang juga tersenyum kepadanya dan tetap menunggu Naura menggenggam tangannya balik.
Akhirnya Naura pun menggenggam tangan Rahsya dan ikut bersamanya.
Ternyata Rahsya sedang berdoa untuk kesembuhan Naura yang sedang kritis. Sedangkan Mila tetap memantau kondisi Naura di IGD.
Akhirnya Naura sadarkan diri dan telah melewati masa kritisnya.
"Naura." Panggil Mila terharu.
Naura melihat di sekelilingnya dan mencari Rahsya namun disana tidak ada Rahsya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naura Rahsya
FanfictionRasya terbangun dari koma, namun alangkah terkejutnya dia bahwa ini bukanlah raganya. Ia bergegas lari dari rumah sakit untuk menemui seseorang. Yakni Naura, yang kini hidup sebatang kara bahkan harus terusir dari rumahnya sendiri. Bertahan hidup ta...
