Beberapa minggu sudah berlalu sejak Alex kembali dari tugasnya dia kini sudah kembali ke kegiatan nya sebagai dokter, di bagian E. D itu dan seperti hari hari biasanya itu.
Sudah 2minggu dia kembali bertugas dan jika boleh jujur pengalaman nya di lapangan ketika masa perang beberapa minggu lalu cukup membantu dirinya dalam memberi penanganan cepat.
Alex baru saja selesai menangani pasien pertama nya hari ini, ketika dia mendapatkan panggilan di HP pribadinya yg dia letakkan di saku celana skurb nya itu.
Alis nya mengerut bingung Alex pun mengecek siapa yg menelfon nya di tengah-tengah jam kerja ini, ketika dia melihat nama si pemanggil itu Alex tidak bisa untuk tidak tersenyum karenanya.
Di mana ternyata yg menghubungi adalah kekasih nya Henry, dengan segera Alex mengangkat panggilan itu sembari berjalan ke lorong rumah sakit yg sedikit sepi di dekat lift rumah sakit.
"Hallo baby what's up? " Ujar Alex ketika sambungan di angkat, menyapa manis kekasihnya yg sangat dia rindukan itu.
"Hey dear I'm sorry you probably busy right now, but I just want to give you some happy info before you heard it from others, " Balas Henry di sebrang sambungan meminta maaf karena mengganggu kekasihnya di tengah jam kerja itu.
"No no baby it's okey hmm... " Ucap Alex di lengkapi dengan daheman lembut penuh dengan, nada lembut dan sayang itu.
"So what do you want to talk about babe? " Tanya Alex kemudian tak ingin terlalu mengalih kan, inti dari pembicaraan mereka sekarang.
Henry yg mendapat balasan lembut dan penuh sayang dari kekasih nya tidak bisa untuk tidak tersenyum manis dan bahagia, bagaimana di bisa mendengar suara lembut dan penuh kasih Alex.
"It's just today we gonna go back to our mes so I want to inform you about it," Ujar Henry menjelaskan dia yg tiba-tiba menghubungi Alex itu.
"Aww really babe that's great I probably can came and see you there, " Ujar Alex begitu bahagia karena akhirnya mereka bisa bertemu walau masih harus ada jadwal tp tak apa Alex sudah bahagia akan hal itu.
"Yeah of course, " Ujar Henry tersenyum dengan bagaimana nada suara Alex berubah begitu bersemangat ketika dia selesai mendapatkan informasi ini.
Mereka pun berbincang sejenak sebelum sambungan itu di putus, Henry melepaskan earphones nya dan meletakkan nya di dasbor mobil yg tengah di kendarai nya.
Dan dia hanya sendiri dengan mobil BMW yg di kendarai nya itu, menuju jalan pusat ibukota menuju tempat kerja kekasihnya.
Yeaps dia berniat untuk memberi sebuah kejutan untuk kekasihnya, dengan hanya bilang bahwa dia sudah kembali ke mes militernya tidak memberi tahu bahwa dia mendapatkan 6 bulan penuh libur setelah tugasnya.
Henry tersenyum membayangkan bagaimana Alex akan dengan kaget dan juga tentu bahagia, ketika dia dengan memberi kejutan ini.
Namun tiba tiba Henry dikagetkan oleh tasnya yg dia taruh di kursi penumpang di sebelah nya berguling jatuh kedepan, Henry sedikit terkejut karena nya dia pun menghela nafas sedikit dan mencondongkan tubuh nya ke samping untuk menarik tasnya kembali ke tempat nya.
Ketika dia berpaling sebentar dia tidak sadar ketika tiga mobil di depan dirinya terdorong oleh sebuah pipa beton yg jatuh dari sebuah muatan truk yg berguling, di mana mobil itu terdorong mundur dan mulai menabrak mobil mobil di belakang nya.
Termasuk mobil Henry yg tertabrak dengan cukup keras secara tiba tiba, saling bertabrakan lawan arah mobil Henry terpental dan berguling terseret menabrak mobil mobil lain di belakangnya.
Kecelakaan beruntun pun tak dapat terelakkan di mana Henry hanya terakhir yg bisa dia ingat dia melihat wajah kekasihnya nya yg tersenyum kearah nya, dan tangan besar itu mengelus lembut belakang lehernya sebelum semuanya menjadi gelap dan begitu sunyi.
Di tempat Alex ketika sambungan di tutup Alex tak dapat menghilang kan senyum di bibir nya memasukkan handphone nya kembali ke saku, Alex kembali ke E. D untuk lanjut menangani dua pasien nya yg lain.
Dia baru saja selesai dengan penanganan nya ketika panggilan darurat kode orange terdengar, Alex pun segera pergi menuju pintu emergency di mana dokter yg lain sudah banyak berkumpul di sana.
Dokter kepala yg memimpin hari itu sudah berdiri di barisan paling depan, tepat di depan pintu emergency menghadap para dokter di belakang nya yg dengan rapih berbaris.
"Pihak kepolisian mengabarkan baru saja terjadi insiden besar, sebuah truk bermuatan seberat 100kg lebih tergelincir mengakibatkan tabrakan beruntun, jadi kemungkinan kehilangan pasien bisa mencapai 65% aku ingin untuk kalian fokus, dan dapat mengambil keputusan cepat alihkan penanganan pada yg benar benar dapat di selamat kan," Ujar dokternya kepala itu menjelaskan kata kata akhirnya mungkin terdengar sedikit jahat, namun itu adalah apa yg harus mereka lakukan.
Karena mereka tidak bisa hanya fokus pada satu pasien berusaha menyelamatkan nyawa yg satu sedangkan yg lain di biarkan terluka, mareka harus dapat fokus menyelamatkan pasien yg memiliki 70% kemungkinan hidup agar tak banyak korban meninggal yg jatuh lebih dari yg sudah ada.
Alex menarik nafas dan menghembuskan nya ini ada kode orange pertama selama dia bekerja di rumah sakit ini, tp dia yakin bisa menangani nya mengingat pengalaman nya selama dia di kirim untuk menjadi dokter di wilayah konflik.
Ketika dokter kepala mulai menghitung mundur semua dokter yg ada di sana pun bersiap, tepat di hitungan terakhir pintu emergency di buka dan pasien mulai di bawa masuk.
Dokter kepala melakukan pengecekan cepat dan mulai memanggil satu persatu dokter untuk menangani pasien yg masuk, para suster dengan cekatan memberikan kalung dengan warna kode yg sudah di siapkan sesusai instruktur si dokter kepala.
"Dokter Clearmond trauma 2 yellow tag," Panggil dokter kepala Alex pun segera mendekat, dan berlari mendorong brangkar pasien menuju ruangan 2 dengan seorang suster sebagai asisten nya, dan paramedic yg menjelaskan luka yg di dapat kan pasien.
Ketika pasien di pindahkan keranjang ruang rawat Alex dengan cepat melakukan penanganan di bantu dia suster sebagai asisten, pintu pintu bilik kamar rawat di buka untuk dapat memberi lebih memberi banyak ruang selama penanganan cepat.
Dokter Robert yg kebetulan bertugas di E. D hari ini ikut menjadi salah satu dokter yg menangani kode orange, tepat setelah Alex mendapatkan pasien nya dokter Robert juga dia di arahkan ke ruang trauma 3 tepat di sebelah Alex.
Awalnya Robert sedikit mengerutkan kening nya karena pasien yg dia tangani ini, menggunakan jaket dan kaos dalam militer hanya celana dan juga sepatunya yg bukan pakaian militer.
Dan entah mengapa Robert seperti mengenal orang itu namun dia tak dapat memastikan karena wajah pemuda itu tertutup darah, dan dia harus fokus memberikan penanganan cepat.
Soon....
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
