TMH 24

107 11 2
                                        

Alex pun berjalan mendekat, ke tempat di mana kakak dan juga ayah nya duduk menarik tangan kakaknya itu.

"Come on we go now," Ujar Alex menarik Josh untuk segera pergi dari sana, Josh yang terkejut melihat adik nya tiba tiba sudah datang ke mansion itu.

"Where do you think your going," Ujar ayah Alex berdiri dari duduk nya, membuat Alex berhenti melangkah dan berbalik memandang sang ayah.

"To go, go away from every stupid thing you about to do," Ujar Alex memandang dingin ke arah ayah nya, dan berniat untuk kembali melangkah pergi.

"Not before Josh sight the will," Ujar ayah Alex di mana kemudian, sekertaris ayahnya itu berdiri menghalangi pintu keluar ruang makan.

"What!?" Alex memandang sang ayah antara marah dan bingung, Alex beralih memandang ke arah kakaknya itu.

"He wants to inherit the company to me," Ujar Josh memandang Alex, yang dengan terkejut Alex berpaling pada map yg terbuka di atas meja makan dengan cepat meraih map itu dan membaca document di dalam nya.

Memandang tak percaya Alex mengalihkan pandangan nya ke arah ayahnya, yg masih berdiri angkuh di sisi lain meja makan itu.

"Are you fucking joking right now, you want him to inherit the company and marrying the woman you choose, are you really are stupid aren't you," Ujar Alex dengan marah membanting map itu ke lantai.

"Watch how you speak to me young man," Ujar sang ayah dengan nada penuh peringatan itu, Alex semakin memandang tak percaya ke arah ayah nya itu.

"You want me to use my manner with you, when growing up your the one who mess me up, " Ujar Alex memandang marah ayah nya itu, Josh hanya bisa diam dia tau benar tak ada gunanya menghentikan Alex yg sedang marah yg ada malah dirinya yg akan menjadi korban.

"You know what, this is exactly why mom left, and this is the exact reason why me and Josh decided to left this house," Memandang tepat sang ayah di matanya, pria paruh baya itu hanya bisa diam tak dapat menjawab perkataan Alex.

"For fuck shake Josh was already come out to you in his 17, and you think it was a joke, you really are didn't care about the people around you did you, you never come home, you always to busy with your work that you never have the time for your children, for God sake Oscar we are your child we need you as our father, we need you to care for us, to love us, but you never there, you never even fucking trying, did you even know what my favorite color are, did you even know what Josh favorite food are, no Oscar fucking not," Ujar Alex dengan marah hingga mata nya terlihat memerah, dan beberapa air mata terlihat menggenang di pelupuk matanya itu.

Josh meraih bahu Alex dan meremas nya pelan, membuat Alex berpaling memandang kakaknya itu.

"He never care for us Josh, he didn't even know that you always dream of becoming the best doctor in the world, he always care to much about himself and his fucking company, he didn't even looking for us when we decided to leave the mansion, and Now just because he's sick he wants us to come back and become his heir, and yeah Oscar yeah were fucking know that your dying," Ujar Alex kembali memandang ke arah ayah nya itu, yg membuat Oscar tak dapat berkata apa apa dan hanya diam.

"He never gonna sign that damn paper and neither did I," Alex pun menarik Josh pergi dari ruangan itu dan terlihat sekertaris ayahnya sudah tidak lagi menghentikan mereka, Alex pun berjalan menuju di mana mobilnya di parkir dan masuk ke dalam mobil bersama Josh.

Oscar hanya diam memandang kepergian kedua putranya itu, menghela nafas dan jatuh terduduk di salah satu kursi meja makan.

Sedangkan di mobil Josh adalah yg menyetir mobil Alex, karena dia takut jika Alex menyetir di kondisi emosional seperti ini bukannya sampai di rumah mereka malah akan berakhir di rumah sakit sebagai salah satu pasien di sana.

Mereka hanya saling diam Alex hanya terlalu lelah untuk berbicara setelah semuanya, sedangkan Josh dia mengerti bagaimana perasaan Alex dia tau benar seberapa marah adik nya itu.

Josh juga sempat marah ketika mendapat telfon dari ayahnya pertama kali, namun dia tau, Josh tau bahwa ayahnya sekarang tengah sakit infeksi paru-paru kronis Josh hanya ingin memberi kesempatan pada ayahnya itu untuk setidaknya mau mengakui penyesalan nya atas segala perbuatan nya dan meminta maaf.

Namun ketika pada akhir nya ayahnya malah meminta dia untuk menandatangani surat wasiat itu Josh sebenarnya juga ingin marah dan akan menolak terang terangan, namun Alex sudah lebih dulu datang dan bagaimana Alex marah Josh lebih mengerti bahwa orang yg paling tersakiti dari segala sikap ayah mereka adalah adik kecilnya ini.

Josh sudah cukup dewasa untuk sedikit mengerti kesalahan yg di lakukan ayahnya itu ketika dia kecil, namun Alex, Alex masihlah anak berumur sepuluh tahun yg polos dan lugu dia masih lah anak kecil yg suka tertawa dengan humor humor lucu yg tidak jelas.

Ibu Josh mungkin pergi namun dia tak ada niatan untuk meninggalkan dirinya maut adalah yg membawa nya, sedangkan Alex ibunya memilih pergi karena kemauan nya tak pernah menoleh kebelakang Josh ingat bagaimana Alex kecil berlari mengejar taxi yg membawa pergi ibunya tanpa sekali pun menoleh kebelakang.

Bagaimana si kecil Alex yg menangis kencang memanggil nama ibunya, dan ayah mereka yg sama sekali tak perduli dan memilih untuk mengurung dirinya dalam ruang kerjanya.

Josh hanya bisa diam dan memeluk Alex kecil untuk memenangkan nya, di hari itu juga Josh bersumpah bahwa dia tidak akan pernah pergi meninggalkan adiknya ini.

Adiknya yg tumbuh dengan segala luka dan rasa sakit namun masihlah, memiliki senyum indah di bibir nya dan selalu begitu peduli dengan orang orang di sekitar nya.

Ketika mobil sudah terparkir di depan apartemen Alex, mereka masih diam Josh menarik dan menghembuskan nafasnya lalu memandang ke arah Alex.

Mengangkat tangan nya lalu mengelus belakang leher adiknya, seperti bagaimana dulu dia selalu menenangkan adiknya ketika kecil.

"Hey it's okey, we're okey, and everything will gonna be okey," Ujar Josh dengan senyum teduhnya Alex memandang kakaknya itu dan memeluk Josh dalam diam menangis di bahu kakaknya itu.



P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.

Soon.......

The Military Heart (End!?) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang