Ketika Alex telah keluar Henry pun menghela nafas nya, memperhatikan sekitar apartemen Alex yg terlihat rapih dan minimalis.
Tidak pernah terpikir oleh nya bahwa pertama kali dia sampai di apartemen kekasihnya akan seperti ini, memandang kakinya yg di selimuti Henry mengepal kan tangan nya meremas selimut di bagian pahanya.
Wajah nya menunduk aura kesedihan dan keputus asaan tak terlepas dari dirinya, 'kenapa kenapa, dari semua orang di bumi ini kenapa hal ini harus terjadi pada dirinya, ' isi pemikiran Henry terus berputar.
Ketika dia baru saja menikmati kebahagiaan akan manisnya hidup bercinta, kenapa hal ini harus terjadi di awal itu semua.
Ketika Henry mulai larut kembali dalam kesedihan nya perkataan Alex di rumah sakit sebelum kepulangan nya tiba-tiba kembali berputar di dalam kepala nya, pandangan penuh cinta dan ciuman dalam juga mendamba dari kasihnya.
Setetes air mata mulai kembali mengalir di pipi Henry mengingat segala nya, dan ketika suara pintu apartemen terbuka Henry cepat cepat menghapus jejak air mata nya dan berusaha terlihat baik baik saja.
Alex yg masuk dengan barang barang Henry tersenyum ke arah kekasihnya, ketika melihat Henry memandang nya juga dengan senyum.
Membawa barang barang itu kekamar Alex mulai menata juga memisahkan di mana yg bersih dan mana yg sudah kotor, lalu mulai menata barang barang bersih Henry dan membawa yg kotor untuk di cuci.
Di mana ketika selesai Alex pun menghampiri Henry mengangkat kekasih nya itu dan duduk di belakang kekasihnya, membiarkan Henry duduk di antara kedua kakinya dan bersandar ke dadanya.
Henry hanya tersenyum dan dengan nyaman bersandar, menyematkan kecupan di dagu kekasihnya itu.
Alex pun balas tersenyum lalu menunduk dan mengusap wajah nya di perpotongan leher Henry, yg menghasilkan tawa lembut dari bibir pink kekasihnya Alex juga memberikan satu dua kecupan di sana.
Memeluk erat Henry Alex menghirup dalam bau kekasihnya itu, dia sungguh mencintai momen ini memiliki Henry dalam pelukan dan rengkuhan nya "my heart, my baby, my love, my Henry, " Bisik Alex mencium cuping telinga Henry.
Henry tersenyum lebar memeluk tangan Alex yg dengan erat meluk dirinya itu, mengelus tangan tan kekasihnya dan mengusak rambut keriting Alex yg tengah menunduk meletakkan Kepala nya di bahu Henry itu.
Menghabiskan waktu saling memeluk di sofa mereka pun kemudian beralih ke dapur untuk makan siang, dan jal mengejutkannya Alex adalah yg memasak disini walau Henry awalnya agak skeptis namun akhirnya dia pun menikmati masakan kekasihnya yg secara mengejutkan enak itu.
Selesai dengan makan siang bersama Henry meminta untuk mandi yg kemudian di setujui Alex, membawa kekasihnya ke kamar mandi yg ada di kamar nya Alex membantu kekasihnya untuk duduk di closet dan melepas pakaian nya.
Alex juga melakukan hal yg sama dan menggendong Henry dan dengan perlahan membantu Henry, untuk berdiri di bawa shower dengan dirinya yg menjadi tumpuan berat kekasihnya itu.
Beruntung Alex sudah memasang anti slip di lantai shower nya sehingga itu tidak akan licin dan membuat terpeleset, menjadi topangan kekasihnya nya Alex di peluk erat oleh Henry dan keduanya diam menikmati hal itu.
Sebelum kemudian berpindah untuk berendam bersama di bathtub, tentu dengan Henry yg bersandar pada Alex.
"I didn't know this big Love still exist in this world, " Ujar Henry memainkan jemari Alex yg ada di genggaman nya itu.
Alex hanya tersenyum dan menyematkan kan kecupan di leher kekasihnya nya, dengan satu tangan yg mengusap lembut perut kekasihnya.
Tak ingin terlalu lama untuk mandi Alex segera membawa kekasihnya keluar menuju kamar dengan membalut Henry dalam balutan handuk hangat, mengenakan handuk di pinggang Alex menggendong Henry dan meletakkan nya di sisi kasur.
Mengambil handuk kecil yg lain dan membantu mengeringkan rambut Henry, mengecup kembali bibir kekasihnya Alex pergi untuk mengambil baju ganti untuk kekasihnya.
Henry tersenyum mendapatkan segala perlakuan manis dari kekasihnya, berganti pakaian Henry meminta untuk Alex duduk dan membiarkan dia membantu mengeringkan rambut keriting yg masih basah itu.
Dengan senyum penuh semangat Alex setuju dan duduk di bawah kasur tepat di depan kekasihnya, menyandarkan kepala nya di paha kekasihnya Henry mengusap lembut kepala Alex dengan handuk untuk mengeringkan nya.
Menikmati waktu berdua seperti ini jika waktu bisa di hentikan mereka hanya ingin terus berada di momen manis ini bersama, dan menikmati masa saling mencinta.
Selesai Henry mengecup kepala kekasihnya itu, yg menghasilkan ciuman lain di bibir nya dari Alex.
"How about cuddle and watch some movie?, " Tanya Alex dengan dagu yg bertumpu di paha Henry, mendingan memandang Henry.
"Sure I would love that, " Ujar Henry setuju mengecup bibir Alex, dengan senyum Alex bangkit membantu Henry untuk pindah lebih nyaman di kasur.
Alex pun menyiapkan film di TV yg ada di kamar nya, dan naik ke kasur nya menarik Henry mendekat memeluk rapat tubuh kekasihnya.
Mereka pun menghabiskan waktu menonton dan berpelukan, dengan sedikit ciuman di sana sini hingga mereka tertidur bersama di balut selimut lembut dalam pelukan satu sama lain.
Malam pun tiba dan secara mengejutkan handphone milik Alex yg berada di meja samping kasur berbunyi, Alex dengan mata yg masih terpejam pun meraih nya mengerutkan melihat nama yg tertera di layar HP.
Nama 'Alana' terlihat berpendar Alex pun perlahan bangkit, berusaha tak menganggu tidur kekasihnya dan mengangkat telpon itu.
"Hallo Alana what's wrong? " Tanya Alex langsung karena dia tau benar jika suster kepala rumah sakit sudah menelfon artinya ada masalah penting yg harus di tangani oleh Alex di E. D.
"Baru saja ada pasien yang datang, dengan kondisi yg cukup membingungkan beberapa dokter E. D kebingungan bagaimana untuk menangani hal ini, aku sudah mencoba menghubungi dokter Robert mengenai hal ini, tapi dia berkata satu satunya orang yg bisa membantu nya dalam hal ini hanya anda, " Ujar Alana menjelaskan mengapa dia harus menghubungi Alex di waktu libur nya seperti sekarang ini.
Alex berbalik memandang Henry yg tertidur pikiran nya bingung antara pergi ke rumah sakit atau menyerah semuanya pada Robert dan tidak datang, berpikir keras pada akhirnya Alex pun memilih untuk setuju jika Robert sendiri yg meminta nya itu tandanya ini benar-benar kasus yg lumayan sulit.
"Okey i'll be there in 10mnt, " Ujar Alex kemudian yg tak lama panggilan itu pun di putus, menghela nafas Alex benar-benar tidak suka waktu seperti ini ketika dia harus secara mendadak datang ke rumah sakit di waktu libur nya.
Namun ini ada pekerjaan yg di pilihnya dia harus menerima segala konsekuensi yg ada, Alex pun bangkit dari kasur berjalan ke sisi kasur Henry.
Dan mengecup pipi pelipis hidung dan bibir kekasihnya, mengambil jacket dan mengenakan celana bahan nya Alex meninggal kan catatan di atas bantal tempat dia tidur tadi.
Meninggal kan pesan melalui ponsel untuk memberi tau Bea dan jg pembantu apartemen nya, karena Alex tau benar dia bisa menghabiskan banyak waktu di rumah sakit dan tidak dapat pulang dengan cepat.
P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.
Soon...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
