TMH 30

100 9 1
                                        

"I would like to ask Henry, your son hand in marriage," Ujar Alex menunjukkan kotak beludru yg terbuka dengan dua cincin di dalam nya itu.

Chaterine yg melihat nya tak percaya mata nya berkaca kaca, sedangkan Arthur terlihat tak dapat menutupi senyuman bahagia nya.

"Oh my god Alex Yess, of course Yess son," Ujar Chaterine yg langsung bangkit dan memeluk Alex itu air mata nya sudah tidak dapat di tahan mengalir, Alex pun balas memeluk dengan wajah yg sama bahagia nya itu.

Tak lama bergantian kini Arthur yg memeluk singkat Alex, setelah nya mereka pun berbincang tentang bagaimana Alex akan menyampaikan pertanyaan nya pada Henry.

Yg tentu saja Chaterine menjadi yg paling bersemangat di sini, tak lama Henry dan Bea pun bergabung bersama dengan mereka Alex sudah kembali menyembunyikan kotak cincin nya ke dalam saku hoodie yg dia kenalan.

"You guys look so happy, what is happening here?" Tanya Henry yg ketika bergabung di ruang tamu aura kebahagiaan terlihat terpancar cerah di ruangan itu.

"No no, nothing happens just talking about casual stuff," Ujar Chaterine berusaha mengalih kan Henry untuk tak bertanya lebih banyak, walau dia masih tidak dapat menyembunyikan senyum dari wajah bahagianya itu.

Alex dan Henry pun memutuskan untuk menginap malam ini sebelum pulang setelah sarapan pagi besok, setelah Chaterine yg memaksa mereka untuk menginap dengan Arthur yg terlihat mendukung penuh kata-kata istrinya.

Ketika waktu jam istirahat tiba mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk tidur, dengan Alex yg tentu berada di kamar kekasih nya.

Ini adalah pertama kalinya Alex melihat kamar masa kecil Henry beberapa piala dan medali terlihat terpajang di lemari kaca, ada juga foto foto keluarga dan foto polaroid yg di gantung diatas meja belajar Henry dengan tali dan juga clip itu.

Foto-foto masa remaja kekasihnya Alex baru tahu jika sang kekasih pernah mengikuti kelas musik dan menjadi anggota band di sekolah nya, mengikuti tim rugby sebagai olahraga favorit Alex pun sekarang paham kenapa kekasihnya itu bisa memiliki fisik yg bugar.

Tak hanya karena dia anggota militer namun juga, karena dia sangat menyukai olahraga di jaman masa remaja nya itu.

"You look so fit as teenager," Ujar Alex berbalik memandang Henry, yg kini sudah berada di dekat kasur itu.

"Yeah I have so much energy as a kid that I need some things to help release that," Ujar Henry dengan tawa kecilnya di akhir, Alex pun tersenyum mereka berdua kemudian membersihkan diri bersama sebelum kemudian naik ke kasur untuk tidur.

Di mana ketika tengah malam Alex tiba-tiba saja terbangun dan entah mengapa dia merasa sedikit haus, Alex pun dengan perlahan berusaha bangkit agar tidak menganggu kekasihnya itu.

Merenggangkan tubuh nya sedikit Alex pun meraih hoodie nya untuk dia kenakan, mengingat dia tidur tampa menggunakan atasan barusan.

Sebelum kemudian mengecup kening Henry dan bangkit berjalan keluar kamar, lalu melangkah kan kakinya menuju dapur kediaman fox itu.

Hal yg mengejutkan di mana ternyata lampu di dapur terlihat masih menyala, dan ketika Alex sudah berada di dekat dapur dia bisa melihat Bea yg tengah sibuk entah dengan apa di hadapan nya itu.

"Bea, you still awake at this hour?" Ujar Alex menyapa calon adik ipar nya itu, di mana ketika Bea berbalik dengan terkejut Alex bisa melihat apa yg tengah di lakukan gadis itu.

"Craving something sweet at night," Ujar Alex kemudian dengan tawa kecil, dan Bea yg memandang dia terkejut dengan mulut yg terlihat penuh dengan kue yg dia makan dan masih tersisa setengah di meja counter itu.

Bea pun hanya bisa ikut tertawa canggung mereka pun berakhir duduk berdua menikmati kue di meja makan dapur, dengan segelas susu hanya yg Alex panas kan barusan.

Saling bercerita di mana Alex yg lebih banyak mendengar kan Bea bercerita mengenai bagaimana Henry dan dirinya tumbuh, juga seperti apa sosok Henry di mata Bea tersenyum Alex menyukai hal ini di mana dia dapat mengetahui hal hal baru mengenai kekasihnya.

Alex merasa begitu bersyukur bisa di Terima ditengah-tengah keluarga hangat, yg dimiliki kekasihnya ini.

"So how is it to be in love with my brother?" Tanya Bea penasaran dengan senyum ke arah Alex, yg di balas tawa kecil oleh yg di tanya.

"You really are love hearing about other people love story are you," Ujar Alex menggoda jahil soon to be his sister in law itu.

"Well of course, my father and mother always have this beautiful love story that I and my brother wish to have with our partner, and my brother also such romantic person so of course I want to know," Ujar Bea dengan tersenyum itu, senyum yg persis seperti Henry miliki dan Alex benar-benar menyukai senyum itu.

Alex pun menceritakan dari awal bagaimana dia bisa tertarik dengan Henry, melalui sudut pandangnya itu ciuman pertama dan ungkapan cinta di hutan dekat camp militer.

Hal sedih juga sedikit Alex cerita kan mengenai kecelakaan Henry dan segala masa pemulihan di rumah sakit, hingga kini bagaimana Alex begitu beruntung tak hanya mendapat kan pasangan dan cinta dari Henry namun juga keluarga.

"Well then I'm grateful to be your family," Ujar Bea dengan senyum yg kemudian menghasilkan tawa dari keduanya.

Hingga Alex mengingat Bea adalah satu satunya yg belum dia beritahu mengenai rencananya, untuk mengikat Henry dalam ikatan suci pernikahan.

"Hmm Bea actually there's something I like to tell you about," Ujar Alex setelah berdahem pelan berusaha menarik perhatian Bea yg tengah asik memakan kue nya.

"Oh yeah what is it?" Tanya Bea setelah menelan kue nya dan juga meminum sedikit susu di gelas nya itu.

Menarik nafas Alex mengeluarkan kotak Beludru yg masih dia simpan di saku hoodie nya, dan menunjukkan isi nya pada Bea menaruhnya di atas meja makan dengan tutup nya yg terbuka.

"This is my family ring, and I was wondering if Henry—" Belum selesai Alex berbicara Bea sudah lebih dulu mengeluarkan teriakan tertahan.

"Oh my gosh Alex of course he probably say yes, a hundred percent yes, " Ujar Bea dengan bahagia meloncat loncat kecil di kursi yg dia duduki.

"And are you okay about me asking him," Tanya Alex menanyakan restu dari adik kekasihnya itu, yg tentu saja sama penting nya untuk Alex seperti restu kedua orang tua kekasihnya.

"Of course Alex, of course," Ujar Bea dengan senyum yg sangat bahagia itu memeluk soon to be his brother in law.

"Glad to hear that," Ujar Alex balas memeluk Bea dengan senyum bahagia yg tersemat di bibir nya.

Setelahnya mereka pun membicarakan mengenai bagaimana Alex akan bertanya pada Henry kapan di mana dan pada waktu apa, setelah nya mereka pun memutuskan untuk istirahat mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 cukup larut.



P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.

Soon.....

The Military Heart (End!?) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang