TMH 32 END?

265 14 2
                                        

Ambulans yg membawa Alex dan Henry berhenti di parkiran UGD sudah sakit Jhon Scotland di mana sudah ada dokter, yg menunggu untuk segera menangani pasien di mana ketika Strecher Ambulans di turun kan.

Dr. Hans nama salah satu dokternya E. D itu terkejut melihat bahwa yg di bawa turun adalah Alex salah satu dokter di rumah sakit mereka, atau bisa Hans sebut sebagai salah satu rekan kerjanya itu.

Hans dengan segera membantu untuk mendorong Strecher menuju salah satu ruang emergency, sembari mendengar kan hasil pemeriksaan para anggota paramedic.

Memindah kan Alex ke ranjang pasien Hans di bantu Dr. Lee yg dengan sigap membantu ketika sadar siapa pasien yg di tangani oleh dokter Hans itu, mulai melakukan penanganan pada Alex.

Pemeriksaan dada Hans bisa mendengar nafas Alex yg sedikit berat dada Alex pasti terhantam keras dan paru paru Alex terdengar sedikit berat, di mana seperti nya terjadi penumpukan cairan di paru paru Alex.

Pendarahan parah di perut bagian kiri dan juga di kepala Alex, berusaha menstabilkan pendarahan dan juga pernafasan adalah yg pertama di lakukan oleh Dr. Hans dan Dr. Lee.

Namun tiba-tiba saja Alex mengalami serangan jantung yg membuat detak nya berhenti, dengan cepat melakukan CPR hingga di lakukan kejut jantung pada setiap hitungan ke 20 CPR.

Namun sayang hingga di kejut jantung ketiga detak jantung Alex tak dapat kembali, dan otak nya mulai terdeteksi mati.

Dengan lemah dokter Hans turun dari ranjang pasien yg dia naiki agar lebih mudah melakukan CPR, memandang wajah rekan kerjanya dengan sendu memandang jam di ruang E. D Dr. Hans pun membaca kan waktu kematian pasien.

"The time of death 19.45," Ujar Dr. Hans dengan lemah dan mata yg sudah berkaca kaca itu, sebagian suster yg membantu terlihat ada yg sudah menangis dalam diam.

Sedangkan itu di ruang emergency sebelah dokter Albert terlihat berusaha keras untuk menolong Henry yg mengalami pendarahan dalam di bagian dada,  dan pendarahan di bagian kepalanya namun sebelum Dr. Albert bisa mengintubasi pasien.

Henry sudah lebih dulu mengalami kejang di mana ketika kejang nya sudah bisa di stabil kan detak jantung Henry mulai melemah, CPR di lakukan dengan cepat namun nasib berkata lain di hitungan menit ke 25 detak jantung Henry benar-benar berhenti.

CPR pun di hentikan memandang monitor jantung dengan pandangan nanar, dokter Albert pun membacakan waktu kematian pasien.

"Time of death 19.50," Bisik lemah Albert yg kemudian di catat oleh suster ketika Albert keluar dari ruang emergency Henry, Hans terlihat juga keluar dari ruang emergency di sebelah Henry.

Albert pun dengan cepat menghampiri Hans ketika sadar, Hans adalah yg menangani korban yg datang bersama Henry tadi.

"Dr. Hans wait," Ujar Albert meraih baju Dr. Hans menahannya nya untuk berjalan pergi itu.

"Who's the other pasien?" Tanya Albert langsung yg awalnya di balas diam sebelum kemudian bisikan dari Dr. Hans terdengar.

"It's Alex," Ujar Dr. Hans dengan lemah dan nada sedih itu, Albert mereka seperti kepalanya baru saja di hantam batu besar.

Memandang dua kamar emergency itu dalam diam dan kesedihan, Albert pun pergi menemui Alana untuk dengan segera mengabari keluarga pasien.

Yang sayang nya sungguh di kenal oleh Albert dan hampir semua yg bekerja di rumah sakit itu, dengan mata berkaca kaca Alana menghubungi no emergency Alex yaitu Josh.

Sedangkan Josh kini tengah berkumpul di restoran yg sudah di rencana kan bersama keluarga Henry, namun sudah hampir satu jam kedua pasangan yg di tunggu tidak datang juga.

Tidak mungkin adiknya Alex akan melupakan hari sepenting ini, mengingat dia sudah menyiapkannya dari berhari-hari yang lalu.

Keluarga Henry juga terlihat sama-sama bingung dan sedikit khawatir mengapa Alex dan Henry belum juga sampai, padahal Alex sudah mengabarkan bahwa mereka tengah berada di perjalanan sejak satu jam yg lalu.

Dan seingat mereka jarak apartemen ke restoran tidak lah hingga selama satu jam perjalanan, namun mengapa mereka belum juga sampai hingga kini.

"Bea you should just call your brother to check, why did it take them so long to get here," Ujar Chaterine sembari terus mengambil pandang ke arah pintu masuk restoran.

"No no let me just call Alex, it will be so suspicious if Bea the one who call," Ujar Josh kemudian dengan senyum berusaha untuk menenangkan keluarga Henry bahwa semuanya akan baik-baik saja, termasuk meyakinkan dirinya sendiri juga.

Namun ketika Josh akan menelfon adiknya itu tiba-tiba handphone nya berbunyi namun bukan adiknya yg menelfon tapi justru no rumah sakit, yg Josh tau benar bahwa Alana yg menghubungi dirinya itu Josh pun mengangkat panggil itu dengan cepat.

"Alana i already told you I can't take a pasien right now, and also my shift is over," Ujar Josh menolak dengan segera jika Alana memintanya ke rumah sakit untuk panggilan emergency, karena Josh sudah bilang bahwa dia tidak bisa untuk pergi ke rumah sakit karena alasan personal.

"No Dr. Josh is not the emergency call it's about.... " Alan merasa sedikit berat untuk mengatakan namun dia harus menyampaikan berita ini.

"Okey? So what is it?" Tanya Josh bingung yg juga mendapat pandangan bingung dari tunangan nya Robert, yg berdiri di dekat Josh itu.

"There's been a car accident in the the xxx street, and they're two victim in this accident, it's Dr. Alex and his boyfriend," Ujar Alana berusaha menguatkan diri karena bagaimana pun dia turut bersedih karena Alex adalah rekan kerjanya juga.

"Wh—what? What are you talking about Alana, they they just..... " Josh tidak dapat melanjutkan kata katanya ketika sadar, bahwa kecelakaan itu terjadi di jalan tepat menuju restoran di mana Josh, Robert dan keluarga Henry menunggu.

Josh merasa lemas untung ada Robert yg menahan nya, keluarga Henry terkejut dan mulai bertambah khawatir melihat nya.

Robert mengambil alih handphone kekasihnya dan berganti berbicara ke pada Alana, melihat kondisi Josh kini sudah terlalu lemas untuk bicara.

"We going to get to the hospital soon with Henry family also," Ujar Robert sembari melirik keluarga Henry sebelum kemudian panggilan itu terputus.

Robert berusaha menguatkan diri dan membantu Josh menjelaskan pada keluarga Henry yg tentu saja juga syok mendengar nya, Chaterine terlihat sudah lemas dan Arthur sudah jatuh terduduk di kursi belakang nya Bea terlihat sudah di ujung air matanya.

Mereka pun dengan cepat pergi menuju rumah sakit dan menuju ruang E. D di mana pasien emergency di tangani terlihat Dr. Albert dan Dr. Hans sudah menunggu di meja resepsionis E. D bersama Alana.

Josh dan Robert yg paham pun tidak bisa untuk tidak langsung meneteskan air mata, Robert berusaha kuat menahan Josh yg seperti nya sudah akan pingsan itu.

Keluarga Henry yg tidak tau pun dengan cepat menghampiri ketiga orang yg sudah menunggu itu, dan kabar yg mereka dapat kan tentu saja menghancurkan mereka Bea sudah menangis deras dalam diam nya Chaterine yg sudah lemas hanya bisa menangis pasrah di pelukan Arthur yg juga menangis memeluk istrinya itu.

Mereka pun di bawa menuju kamar mayat di mana Henry dan Alex berada, Josh sudah terduduk lemas di lantai tak sanggup untuk berdiri Robert di samping nya memeluk tunangan nya itu yg air matanya terus menetes namun pandangan nya kosong melihat bagaimana tubuh adik nya dan juga Henry di tutupi kain.

Bea sudah menangis memeluk tubuh dingin kakaknya dan Chaterine yg semakin keras menangis dalam pelukan Arthur, yg hanya bisa menunduk dan memeluk istri nya itu air mata juga sudah menetes deras di wajahnya.

Kesedihan begitu terasa dia kasih yg saling mencinta berharap hari ini menjadi salah satu hari terbahagia, yg ternyata Tuhan menakdirkan hal sebaliknya maut datang begitu tak terduga menjemput jiwa kedua pecinta.

Akan kah Tuhan dengan begitu baiknya memberikan kesempatan kedua pada takdir kedua kasih yg saling mencinta, atau segalanya hanya berakhir di sini dengan impian hidup bahagia yg sirna seketika.

—— End? ——



Uwaww uwaww uwaww surprise, surprise, suprise 👁👄👁👏👏👏👏👏


The Military Heart (End!?) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang