Ketika mereka sampai di apartemen waktu sudah cukup sore dan Alex bisa melihat bahwa kekasih nya itu sudah merasa sedikit lelah, apalagi mengingat Henry masih dalam masa pemulihan pasca keluar dari rumah sakit.
Jadi setelah mereka sampai Alex dengan segera membantu kekasih nya untuk mandi, dan kemudian berganti pakaian sebelum kemudian berbaring di kasur saling memeluk satu sama lain.
Menikmati waktu berdua dalam diam Henry menyandarkan kepalanya di dada Alex dengan kekasihnya yg memeluk erat Henry, mereka saling diam untuk beberapa saat yang dimana Alex pun tak lama menyadari bahwa Henry kini sudah jatuh tertidur.
Namun dokter muda itu hanya diam dan mengelus rambut kekasihnya lembut, dengan sesekali mencium rambut sang kekasih.
Beberapa pemikiran muncul di kepala Alex hingga satu pemikiran yg mungkin sedikit gila mulai muncul, Alex masih diam memikirkan segalanya sebelum kemudian senyum lebar pun hadir di bibir nya.
Memindahkan kekasihnya untuk tidur sendiri Alex memandang wajah Henry mengelusnya lembut, kemudian menyematkan ciuman secara perlahan di kening hidung mata dan bibir kekasihnya berusaha untuk tidak menganggu tidur kekasihnya itu.
"I love you my baby, my beloved, my Henry, " Ujar Alex kemudian menyapu satu ciuman lembut lagi di dahi kekasihnya sebelum kemudian bangku dari baringnya itu.
Membenahi selimut kekasihnya sebelum kemudian berjalan meninggalkan kamar, mengenakan kembali sepatu dan juga jaket nya Alex meraih kunci mobil di gantungan dekat pintu sebelum dia keluar dari apartemen.
Alex berbalik memandang pintu kamar tidur nya sebelum kemudian tersenyum dan kemudian keluar dari apartemen, menuju lift dan masuk ke mobilnya.
Mengendarai nya sekitar 10 menit sebelum kemudian dia sampai di sebuah kediaman sederhana dengan taman yg di tata dengan rapih, turun dari mobil Alex berjalan menuju pintu depan rumah mengetuk nya tiga kali sebelum kemudian menunggu.
Tak lama pintu kayu di hadapan Alex terbuka, yg membuat pemilik rumah sedikit terkejut melihat Alex berdiri di depan pintu rumah nya.
"Alex what are you doing here?" Tanya si pemilik rumah terkejut, Alex lun hanya tersenyum sebelum kemudian berbicara.
"Can you at least let me coming in first Robert, " Ujar Alex masih dengan senyum yg tentu saja Robert mempersilahkan sahabat sekaligus adik ipar nya itu untuk masuk.
" Are you alone?" Tanya Robert ketika mereka kini berjalan menuju ruang tengah, dan Alex mengambil duduk di sofa ruang tengah.
"Yeah I'm alone, " Ujar Alex menganggu menyetujui perkataan Robert itu.
"What about Henry?" Tanya Robert kemudian karena mengejutkan Alex bisa dengan tenang meninggalkan kekasihnya sendirian di apartemen nya.
"He sleep at home, probably tired from the picnic," Ujar Alex tersenyum menanggapi kebingungan sahabat nya itu.
"And also I didn't want to be long I just need to talk to you and Josh about something quick," Ujar Alex melanjutkan untuk menjelaskan alasan dia datang ke rumah kakak nya dan tunangan kakaknya itu di sore hari begini, di mana mereka sudah bertemu juga menghabiskan waktu bersama dari pagi hingga siang tadi.
"Okey then wait here I will call Josh, he probably in the work room," Ujar Robert yang kemudian pergi untuk memanggil tunangan nya itu.
Alex pun dengan sabar menunggu walau sesekali akan memandang jam tangan nya untuk memastikan waktu, dia tak ingin terlalu lama meninggalkan kekasihnya sendirian di apartemen nya.
Tak butuh waktu lama Josh dan Robert akhirnya kembali ke ruang tengah, di mana Alex sudah duduk menunggu.
"I'm a bit surprise when Robert calling me say you were here, what's wrong brother?" Tanya Josh mengambil duduk di hadapan Alex dengan Robert yg duduk di samping tunangan nya itu.
"Okey I'm gonna make it quick because I didn't want to leave Henry to long alone at a home, I came here to ask Josh if you still have the family ring that my mother left to you, I was thinking about having it now?" Ujar Alex dengan pertanyaan nya di akhir senyum juga terlihat tersemat di bibir nya.
"Wait!? Did you just ask me about the family rings," Ujar Josh berusaha untuk meyakinkan pendengaran nya, yg di balas senyum dan anggukan kecil oleh adik nya itu.
"Aaaaa OMG Alex!!!" dengan bersemangat Josh berdiri dan memeluk adik nya itu, senyum yg sangat lebar terlihat tergambar di bibir nya itu.
"Oh my baby brother, I'm so happy for you," Ujar Josh yg masih dengan senyuman nya melepaskan pelukannya dan menangkup wajah sang adik.
Robert yg melihat bagaimana tunangan nya sangat bahagia itu pun tersenyum, dia tau benar alasan di balik kesenangan Josh dan dengan Alex yg meminta untuk memiliki cincin keluarga dan Robert turut berbahagia untuk hal itu.
"Oh right wait here I will get the ring for you," Ujar Josh dengan bahagia segera pergi menuju kamar nya, Alex hanya dengan senyum melihat kakaknya itu berjalan pergi.
"Well I'm happy for you to bro," Ujar Robert yg kemudian bangkit untuk memeluk singkat sahabat nya itu.
"Thank you Robert," Ujar Alex masih tersenyum, ketika Robert kembali duduk di hadapan Alex pertanyaan mulai dia utarakan pada adik ipar nya itu.
"Well I feel a little surprise, what's with the sudden ask?, not like I'm not happy for you, I'm just curious and wanted to know," Ujar Robert bertanya dan menjelaskan maksud dari dia yg bertanya itu.
"Well today at the picnic together, we talk about what's married is like for Henry parents, and after that in our way home he tells me about how he always dreaming of having this happy and beautiful family, along with a lovely partner that will always love him no matter how much time flies, like how his parents have and I just think about it and I want to be the one that makes his dream come true, be the one and only person that help him to get his dream, " Ujar Alex menjelaskan dengan senyum yg terus terkembang di wajahnya itu.
"Well in that case, I'm sure you can do that, " Ujar Robert menyetujui dengan juga tersenyum itu, di mana tak lama Josh pun kembali dengan kotak beludru mereka lalu duduk di samping adik nya.
"Here's the ring and if you need anything else just tell us okey, and don't forget to tell us the place and the day, we will be there for you," Ujar Josh menyerah kan cincin itu ke tangan adik nya dan memegang tangan sang adik sembari meremas nya kecil dengan senyuman yg masih tak menghilang dari wajahnya itu.
"Of course brother, will do that," Balas Alex dengan senyum nya, sebelum kemudian dia bangkit untuk pamit pulang Josh dan Robert mengantarkan Alex hingga ke depan pintu rumah.
Berbagi pelukan terakhir sebelum kemudian Alex pergi menuju mobilnya, dan mengendarai nya untuk kembali ke apartemen
P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.
Soon.....
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
