TMH 21

151 17 2
                                        

Mereka saling diam Henry masih dengan erat memeluk Alex dan Alex hanya diam membiarkan kekasihnya itu, namun hingga hampir 10 menit berlalu tak ada satu pun yg mau mulai bicara.

"Hey baby are you okey?" Tanya Alex melihat kekasihnya masih lah diam, mengecup pucuk kepala Henry dan menyandarkan dagunya di atas kepala Henry.

Henry pun menggosok kan kepalanya di dada Alex, dan kemudian mendongak memandang wajah pria yg tengah memeluk nya itu.

"Isn't that supposed to be my question, are you okey?" Tanya Henry mendongak dengan dagu yg menempel di dada Alex.

Tertegun Alex mengerti apa yg di maksud kasihnya tersenyum kecil, Alex mengecup ujung hidung Henry dan menempel kan dahi mereka bersama.

"Of course I'm okay, why wouldn't I be, are you okey? " Ujar Alex dengan pertanyaan nya di akhir memandang mata kekasihnya.

"I don't know, maybe, " Ujar Henry kemudian walau sedikit ragu, terdengar dari nada suara nya yg sedikit sedih itu.

"Hey what is it? " Tanya Alex memegang dagu Henry lembut, dan mensejajarkan wajahnya dengan Henry.

Memandang Alex dengan sendu Henry diam sejenak sebelum kemudian menarik nafas, dan menghembuskan nya dengan pandangan yg beralih dari Alex dia mulai bicara.

"Aku takut kau merasa terbebani dan terpaksa untuk segalanya, menjadi lumpuh dan membutuhkan seseorang untuk membantuku hampir dalam segala hal, Alex aku sudah tidak sesempurna dulu kau mungkin mencintai ku tapi jika segala hal yg membuat mu bertahan dengan ku hanya karena rasa kasihan aku tidak akan memaksa mu untuk tetap bersama ku," Ujar Henry dengan nada yg lemah dan air mata terlihat mulai menggenang di wajah nya, memalingkan wajah tak sanggup menatap wajah Alex.

Tertegun Alex kira setelah segalanya Henry akan mulai percaya kepadanya dan yakin akan cintanya, namun ternyata rasa rendah itu rasa lemah itu masih lah bertitik di hati indah dan lembut kekasihnya.

Alex tak menyalahkan keraguan Henry terhadap dirinya, mungkin ini kesalahan nya tidak dapat menunjukkan dengan jelas bahwa dia benar benar siap bertahan dengan Henry menghadapi segala nya bersama.

Meraih bahu Henry, Alex lun membuat kekasihnya itu berbalik dan menghadap dirinya menangkup kedua sisi wajah Henry memandang lembut mata biru yg berkaca kaca itu.

"Jika membuktikan cinta ku kepadamu membutuhkan waktu di seluruh sisa hidupku aku rela menyerah semuanya untuk mu, mencintai mu tidak akan pernah menjadi kesalahan di dalam hidup ku, aku mencintaimu bukan karena fisik dan pencapaian mu, tapi karena itu adalah kamu aku mencintaimu karena kau ada Henry Fox pria yg gigih terhadap mimpinya, tangguh fisik nya namun lembut hatinya, he loves poetry so much that's almost a half of his life full of it, Henry aku mencintaimu karena kamu, jika orang nya bukan dirimu aku tidak tau apakah aku bisa mencinta sedalam ini, it's not about how I meet you How I know you or how I always be there for you, t's about how you make me fall in love with you until I didn't know how is my future without you in it, " Alex dengan panjang menyampaikan isi hatinya berharap hal ini dapat membantu menghilang kan atau setidaknya mengurangi keraguan Henry mengenai masa depan di antara mereka berdua.

Alex pun menyematkan kecupan lembut di kedua kelopak mata Henry, dan satu kecupan di bibir terkasih nya itu.

Air mata tak dapat Henry tahan dengan bebas meluncur dari kedua pipinya, yg kemudian dengan lembut di hapus oleh Alex.

Bibir Henry merekah dalam senyum lembut ciuman dalam pun terjadi di antara keduanya, tangan Henry melingkar di leher Alex menarik nya mendekat dengan Alex satu tangan menangkup belakang kepala Henry dan yg satu lagi melingkar di pinggang Henry.

Setelah berciuman dalam selama 2 menit lebih mereka pun memisahkan diri dari pelukan masing-masing, Alex mulai membereskan barang barang Henry untuk di bawa ke mobil nya.

Tak lama suster pun datang mengantarkan kursi roda dimana Alex pun dengan sigap menggendong Henry, dan memindahkan nya ke kursi roda sebelum kemudian mengambil tas berisi barang barang Henry.

"Okey thanks farisya I get it from, " Ujar Alex tersenyum ke arah sister yg datang mengantarkan kursi roda untuk Henry.

Tersenyum suster itu pun pamit dan meninggal ruangan, Alex pun mengambil alih mendorong kursi roda Henry.

"You sure you're okey? " Tanya Henry menatap wajah Alex yang berdiri di belakang nya, yg kemudian Alex membungkuk dan mengecup ujung hidung Henry.

"Of course baby, now come on it's time to take you home, " Ujar Alex tersenyum yg juga di balas senyum oleh Henry, yg kemudian Alex mendorong kursi roda Henry menuju lift di lantai dua.

Masuk dan turun menuju lantai satu beberapa suster, dan jg dokter terlihat menyapa Alex dan memberikan selamat atas kepulangan Henry dari rumah sakit.

Berjalan menuju parkiran mobil ketika telah sampai di dekat mobil Alex di parkir, Alex menurunkan rem kursi roda Henry dan menyalakan mobilnya.

Memasukkan barang barang Henry ke bagasi dan membuka pintu mobil penumpang di samping kemudi, Alex menggendong Henry dan mendudukkan nya di kursi mobil penumpang di samping kursi kemudi.

Di balas bisikan 'thank you' dari Henry dan kecupan di pipi Alex, tersenyum Alex mencium balik pipi Henry dan memasukkan kursi roda Henry ke kursi penumpang belakang mobil dan menutup pintu penumpang.

Memutari mobil Alex pun naik ke mobil dan duduk di kursi kemudi, menstart mobil Alex pun mulai melajukan nya menuju apartemen nya.

Selama perjalanan banyak hal yg mereka bicarakan berdua, di selingi dengan ciuman di sana sini dan juga tangan Alex yg terkadang mengelus paha Henry.

Ketika mereka sampai Alex pun memarkir kan mobil nya dan keluar , membuka pintu penumpang belakang mengeluarkan kursi roda Henry dan membuka pintu penumpang di sisi Henry.

Dengan lembut menggendong kekasihnya itu dan memindahkan kan nya ke kursi roda yg sudah di buka oleh nya itu, menutup pintu mobil Alex pun mendorong Henry masuk menuju lift untuk ke unit apartemen nya.

"Do you want to get comfortable in the couch or bedroom? Karena aku akan turun untuk mengambil barang barang mu dari mobil dan memindahkan nya, setelahnya we can have our lunch, what ever you like, " Ujar Alex di selingi tanya sembari mengecup pelipis Henry, ketika mereka sudah masuk ke apartemen Alex.

"I think I take the couch for now, " Ujar Henry dengan tersenyum dan memegang tangan Alex yg ada di bahunya itu.

"Okey then, " Alex pun setuju dan mendorong kursi roda Henry menuju sofa, menggendong kekasihnya itu dan dengan lembut meletakkan nya di sofa dengan kaki nya yg memanjang mengatur bantal sofa sehingga Henry bisa bersandar dengan nyaman.

Alex mengambil selimut yg dia lipat di sandaran sofa membukanya, dan dengan lembut menyelimuti Henry memberi kecupan di bibir kekasihnya.

Alex berjalan ke dapur mengambil sebotol air dan juga semangkuk berisi buah buahan, dan menyimpan nya di meja dekat Henry duduk.

Meletakkan kursi roda Henry di sisi sofa agar tak menghalangi jalan, Alex mengecup pucuk kepala Henry sebelum kemudian pergi untuk mengambil barang barang Henry di mobilnya.



P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.

Soon....

The Military Heart (End!?) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang