Matahari mulai akan terbenam sinar cahaya Sore mulai masuk ke ruangan Henry melalui jendela kamar rawatnya, Alex adalah yg pertama membuka mata di mana pemandangan pertama yg dia lihat ketika membuka mata adalah wajah damai Henry yg tertidur nyenyak sembari memeluk pinggang Alex.
Tersenyum lembut Alex mengelus sisi wajah Henry mulai dari pipi dahi mata dan juga bibir Henry, hingga percakapannya bersama dengan Robert pagi tadi mulai kembali terlintas di otaknya perasaan campur aduk kembali mengganggu hatinya.
Menghela nafas Alex berusaha untuk melupakan nya sejenak dan bangkit, menuju jendela kamar pasien Henry dan menutup tirainya.
Dan ketika di berbalik pintu ruangan pasien Henry di ketuk saat Alex berbalik dan melihat, ternyata itu adalah Robert yg seperti nya datang untuk memberikan sebuah info itu.
"Aku tau aku pasti akan menemukan mu di sini, the test results already come out, we gonna go talk about the diagnoses results, " Ujar Robert menginfokan pada Alex.
"Okey give me 5mnt and then I'm gonna come, " Ujar Alex menganggu kecil, di balas anggukan mengerti oleh Robert dokter itu pun keluar dari ruangan Henry meninggal kan Alex untuk sejenak berbicara dengan Henry.
Menarik nafas dan membuangnya nya Alex melangkah mendekati Henry memandang wajah lelap kekasih nya, tersenyum kecil Alex menunduk dan mengecup lembut dahi Henry sembari berbisik 'I will always love you my sweet baby,' .
Alex pun kemudian pergi dari ruangan Henry menemui Robert yg menunggu nya di dekat pintu ruang rawat Henry, Alex dan Robert pun pergi menuju ruang diagnosa yg sudah ada dokter Albert bersama 2 orang suster.
"Akhirnya kalian datang juga, " Ujar dokter Albert melihat alex dan juga Robert berjalan memasuki ruangan.
Selama masa diagnosa Alex tentu tak dapat ikut campur dia hanya diam memperhatikan, Alex tau dia bisa di anggap tidak profesional jika dia sampai ikut campur.
Tapi dia tidak bisa untuk tidak mengetahui segala proses penanganan yg di berikan untuk kekasihnya , itu lah mengapa dia memaksa untuk dapat berada di ruangan selama masa diagnosa.
Beruntung dokter Albert mau bernegosiasi membiarkan dia ada di ruangan, dan mendengarkan semua proses penetapan diagnosa.
Mengingat dokter Albert adalah salah satu dokter yg cukup disiplin, tapi seperti nya dokter Albert mengerti mengenai kondisi Alex salah satu mantan residen nya itu sehingga dia setuju untuk membiarkan Alex berasa di ruangan ini sekarang.
Hampir satu jam berlalu proses penetapan diagnosa berlangsung, di mana ketika hasil nya telah di dapat Alex bersama Robert dan juga dokter Albert pun keluar dari ruangan setelah dokter Albert menginstruksikan beberapa hal pada dua orang suster tadi.
Alex menghela nafas berusaha untuk menguatkan dirinya Robert yg ada di dekat Alex menepuk bahu dokter muda itu dan meremas nya pelan, dia berusaha untuk memberikan sedikit kekuatan pada teman nya itu setelah mendengar hasil diagnosa Henry.
Dokter Albert sendiri hanya menepuk punggung Alex dua kali dan berjalan pergi menuju ruangan Henry, Alex hanya dapat diam menatap punggung dokter Albert yg berjalan menjauh.
"Come on Alex we need to meet Henry for the diagnosis, " Ujar Robert mengajak Alex, menghela nafas pelan Alex menganggu dan kemudian melangkah bersama Robert menuju ruangan Henry menyusul dokter Albert.
Dan suatu kebetulan karena orang tua dan juga adik Henry juga tengah ada di ruangan Henry, dan perwira muda itu juga sudah bangun dari tidur nya.
"Hey Henry how are you? " Ujar Robert menyapa ketika masuk ke ruangan bersama Alex dan jg dokter Albert.
"I feel a lot better actually, " Balas Henry dengan senyum nya, Alex berjalan mendekati Henry dan berdiri di dekat kasur Henry, menggenggam tangan kekasihnya lembut.
"Good then, and this is dokter Albert the surgery dokter that do the prosedur in your operation, " Ujar Robert memperkenalkan dokter Albert, Henry pun tersenyum dan mengangguk kan Kepala nya sebagai perkenalan pada dokter Albert yg di balas senyum oleh dokter Albert.
"And for the reason why we coming in here right now I'm gonna let dokter Albert to explain it, " Ujar Robert mempersilahkan dokter Albert untuk memberitahu kan kabar diagnosa Henry.
"Thanks dokter Robert and for the diagnosa pemeriksaan singkat terakhir yg di lakukan pada pasien Henry, menunjukkan mengenai kelumpuhan yg secara tidak terprediksi terjadi di 25% bagian bawah tubuh Henry ada juga beberapa lebam bekas hantaman, pemeriksaan lab dan juga tes lanjutan yg di lakukan baru saja menunjukkan hasilnya sore ini, mungkin ini akan sedikit berat tapi saya harap kalian dapat sabar dalam menghadapi nya, bekas lebam yg di temukan terlihat menyebar dari bagian punggung kebawah tubuh Henry, dan ketika di lakukan ST scan hasilnya menunjukkan keretakan ganda pada pinggul kiri dan juga tulang ekor Henry, di mana paling para berada pada tulang ekornya, dan oprasi yg di lakukan sebelum masa koma untuk mengangkat gumpalan pembulu darah di otak hanya dapat mengembalikan sekitar 15% kelumpuhan Henry pada titik normal, karena beberapa syaraf otak belakang Henry mengalami cedera parah akibat benturan, di mana hasil diagnosa yg di dapat 40% tubuh bagian bawah Henry mengalami kelumpuhan permanen," Ujar dokter Albert menjelaskan mengenai hasil diagnosa yg di dapat.
Ibu dan juga adik Henry dalam diam menangis mendengar nya, sedangkan ayah Henry dia hanya bisa menunduk memeluk ibu Henry untuk menenangkan nya.
Henry hanya dapat diam memandang kosong pada hal di hadapan nya, bibir nya terlalu keluh untuk berucap.
Alex yg melihat Henry pun mendekat kan dirinya pada Henry berusaha untuk, memeluk kekasihnya itu untuk memenangkan nya.
Namun secara tak terduga Henry justru malah mendorong Alex menjauh, dan berpaling memandang ke arah lain.
"Get out," Ujar Henry dengan suara yg lemah dan bergetar, menunduk menyembunyikan wajahnya.
"Baby hey, " Tidak mendengar Alex meraih bahu Henry berusaha membuat, kekasihnya itu untuk menatap nya.
"I said get out, did you all not understand get out!!!" Ujar Henry berteriak meraih hal yg bisa di raih nya di nakas samping ranjang pasien nya, dan melemparkan nya ke sembarang arah.
Henry mulai mengamuk meminta orang orang untuk keluar dari ruangan nya, Alex di bantu Robert dengan cepat meraih dan menahan Henry yg mulai mengamuk sedang dokter Albert dengan cepat mendekat dan menyuntikkan obat penenang pada lengan kiri Henry.
Di mana tak lama Henry pun tenang dan mulai memejamkan matanya walau mulut nya masih meracau lemah itu.
Kembali membaringkan Henry Kekasurnya dengan perlahan, Alex memandang wajah Henry dia tak bisa untuk menutupi pandangan terluka dan juga sedih nya dia benar-benar tidak bisa melihat kekasih hati nya seperti ini.
Namun apa yg dapat dia lakukan jika hal ini sudah merupakan takdir yg ada, di luar ruangan keluarga Henry terlihat tengah berusaha menguatkan satu sama lain.
Robert dan juga dokter Albert tentu saja tak tega melihat bagaimana salah satu rekan kerja mereka itu, terlihat begitu hancur juga terluka namun mereka tak bisa berbuat apa apa kedua dokter itu pun memilih untuk pergi memberi ruang pada Alex dan juga keluarga Henry.
Soon...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanficDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
