4 hari berlalu dan Henry masih juga belum sadar kan diri pihak rumah sakit telah mengabarkan pihak keluarga Henry ,dan butuh 2 sampai 3 hari lagi untuk mereka sampai kemari karena mereka ternyata sedang berada di negara lain untuk mengurus beberapa hal mengenai usaha keluarga yg di miliki keluarga Henry.
Alex juga sudah secara pribadi menghubungi keluarga Henry dan tentu mereka akhirnya tau bahwa Alex adalah kekasih Henry, di mana tentu Alex pun di berikan kuasa penuh untuk keputusan Henry selama keluarga nya belum sampai.
Dan Alex merasa benar benar beruntung karena keluarga Henry begitu mengerti dan paham mengenai mereka, sehingga meberikan kepercayaan untuk Alex mengenai kondisi Henry di rumah sakit.
Dalam waktu 4 hari itu Alex menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah sakit, dia mungkin akan sesekali pulang ke apartemen nya sekedar untuk mengecek kondisi apartemen dan mengambil pakaian ganti.
Selama waktu itu juga hampir semua rekan kerja Alex di rumah sakit mengetahui, mengenai Henry yg merupakan kekasih Alex itu.
Semua rekan Alex baik baik saja mengenai hal itu karena Alex masih lah dengan profesional mengerjakan tugasnya, sebagai dokter di rumah sakit itu hanya saja Alex yg hampir menghabiskan seluruh waktu nya di rumah sakit.
Membuat terkadang sesama rekan dokter Alex merasa tak terkejut lagi jika melihat Alex, bisa datang tepat waktu di setiap shift nya.
Selama Alex menunggu Henry juga dia lebih sering mengambil shift pagi, bahkan dia juga kadang mengambil shift untuk menggantikan rekan nya yang tidak biasa masuk.
Alex juga terkadang masih membawa file file pasien yang dia butuh untuk di pelajari ke ruangan Henry, mengingat Alex memindah kan Henry ke ruangan di mana hanya ada Henry saja di situ.
Walaupun Alex selalu di rumah sakit untuk memonitor kondisi kekasih nya, dia menjadi begitu gila kerja karena dia juga butuh pengalihan dari segala pikiran pikiran negatif nya tentang mengenai Henry yang belum jg sadar itu.
Sebagai seorang dokter Alex sudah tau kemungkinan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada kekasih nya itu, namun dia berusaha untuk mengalihkan nya karena dia tak ingin menjadi terlalu terpuruk atau sebagai nya.
Alex adalah satu satunya orang yang bisa kekasih nya itu andal kan saat ini, jika dia menjadi begitu sedih atau depresi siapa yang akan menjaga dan mengurus kekasihnya itu.
Siapa yang akan menjadi penopang untuk segala yang runtuh Alex harus dapat berdiri, walau dia bisa selalu merasakan keraguan dan ketakutan tapi Alex berusaha untuk kuat dan menghadapi hal ini.
Karena dia begitu mencintai Henry bahkan jika dia harus menghabiskan sisa hidup nya untuk merawat Kekasihnya nya Alex akan menyerah kan segala nya, karena sejak malam dia menyatakan perasaan nya Alex menyadari bagaimana Henry menjadi bagian yamg begitu penting dalam kehidupan nya.
Alex tak pernah merasa secinta ini pada seseorang tapi Alex juga tau bahwa tak ada yang salah, dengan dia begitu mencintai Henry saat ini bahkan hingga waktu yang akan datang.
Hari berganti waktu terus berlalu keluarga Henry sudah berada di kota ini, mereka juga sudah mulai mengenal Alex kekasih dari putra mereka.
Alex merasa begitu beruntung karena keluarga Henry begitu menerima dirinya dan berlaku seperti Alex adalah putra mereka juga, Alex masih tetap menghabiskan sebagian besar waktu nya di rumah sakit.
Tapi kini ada keluarga Henry yang akan bergantian menunggui kekasihnya itu, dan kini sudah hampir sebulan Henry berada dalam masa koma nya.
Jika ini terus berlanjut Alex tau benar kemana selanjutnya ini akan mengarah, tapi dia tak berkata apa apa karena dia tak ingin orang orang juga memiliki pemikiran mengenai kemungkinan terburuk ini.
Cukup hanya Alex karena dia sendiri masih lah berharap untuk Henry sadar dari koma nya, karena rasa rindu nya melihat senyum Henry mendengar suara lembut nya dan jangan lupakan pandangan lembut penuh cinta yang selalu berhasil memikat hati Alex ketika melihat nya.
Dokter muda itu benar benar sangat merindukan hal itu, dia tidak bisa hanya melihat kekasihnya tertidur dengan kemungkinan terburuk bergantung tepat di atas nya.
Adik perempuan Henry baru saja pulang untuk berganti pakaian dan meminta anggota keluarga yang lain berganti menjaga Henry, ketika Alex masuk membuka pintu ruangan Henry ketika bea nama panggilan adik Henry memintanya untuk menunggui Henry sejenak di ruangan nya.
Helaan nafas pelan keluar dari bibir Alex dalam diam dia memandang wajah tenang dan damai kekasihnya, yang dia tertidur itu entah mimpi seindah apa yang di miliki Henry hingga dia tak ingin bangun sampai sekarang.
Alex menarik kursi yang di duduki nya mendekat ke ranjang kekasihnya, menarik tangan Henry lembut dan menggenggam nya menyematkan satu dua kecupan di punggung tangan putih itu.
"I miss you baby, I really do... " Bisik Alex lembut mengadang wajah damai kekasih nya.
"Seberapa indah mimpi yg kau miliki hingga kau tak ingin bangun sayang ku," Bisik Alex memejam kan mata mengenggam tangan Henry dan menempelkan nya ke dahinya.
"Did you not miss me baby, " Bisik lemah Alex dengan kembali tetes demi tetes air mata jatuh dari mata gelam nya itu, membuat jalur seperti sungai di pipi berkulit Tan nya itu.
Alex memandang Henry bangkit dari duduknya dan mendekat kearah kekasihnya, membisikkan sebuah kata di telinga kekasihnya itu.
"I love you baby I always do, " Bisik Alex di telinga Henry, dan menyematkan sebuah kecupan di dahi Henry juga di bibir pemuda manis itu.
Tepat ketika Alex mengangkat wajah nya setelah sebuah kecupan manis di bibir kekasihnya, mata yang sudah hampir sebulan terpejam kini terbuka mata hezel yang satu ada hal pertama yg di lihat Alex.
Alex pun dengan cepat menekan tombol panggilan dokter dengan mengenggam tangan Henry, yang berusaha menarik lepas oksigen yg terpaksa di mulut nya itu.
Tak lama Robert datang dan Alex yang faham pun mundur untuk memberi ruang agar Robert, dapat menangani kekasihnya itu.
15 menit kini oksigen Henry di ganti dengan sebuah selang kecil yg berada di hidung nya, membantu nya untuk dapat bernafas itu.
Ketika Henry selesai di tangani Alex pun mendekat matanya berkaca kaca, memandang Henry yg masih lemah memandang satu ke arah nya.
"Breath babe breath..... " Ujar Henry dengan suara lemah nya menggerakkan tangan nya ke arah Alex, sadar Alex pun menatik nafas dalam setelah mendengar yang di katakan Henry.
Alex secara tak sadar diam menahan nafasnya memandang kekasihnya itu, Alex pun meraih tangan Henry yg berusaha menggapai dirinya.
Dan membungkuk menenggelamkan Henry di dalam pelukannya itu, Henry mengangkat tangan yg tak di genggam Alex untuk mengelus lembut punggung kekasihnya.
Menumpu kan setengah berat tubuh nya pada Henry, Alex menaikan kedua kakinya ke sisi kasur sang kekasih meluruskan nya dan memeluk Henry dalam pelukan erat juga dalam dengan wajah yg terkubur di bahu kekasihnya.
Tubuh Alex bergetar dalam pelukan Henry dan perwira muda itu bisa merasakan bahunya yg hangat dan basah, karena dia tau betul kekasihnya itu tengah menangis tanpa suara sekarang.
Soon...
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
