TMH 23

110 12 0
                                        

pagi dengan cepat datang Henry bangun ketika jam sudah menunjukkan pukul 10.00 siang, tapi Henry tidak pernah merasa senyaman ini untuk tidur.

Meraba kasur di sisiNya yg ternyata sudah dingin Henry mengerutkan alisnya bingung, ketika dia membuka matanya dia menemukan sebuah note di atas bantal Alex.

Henry pun meraihnya dan membaca isinya yg ternyata memberi tau kan, jika Alex kini tengah di rumah sakit untuk panggilan mendadak.

Henry menghela nafas berusaha untuk menyesuaikan diri walaupun sedikit sulit, namun pada akhirnya dia bisa untuk duduk bersandar di kepala ranjang.

Menyimpan Note dari Alex di meja samping kasur Henry dengan perlahan berusaha meraih kursi roda nya, yg beruntung di letakkan cukup dekat dari kasur.

Ketika dia sudah bisa meraih kursi roda nya dan menguncinya di tempat, Henry menarik nafas dalam dan menghembuskan nya.

Dengan segala kekuatan yg di punya Henry berusaha memindahkan dirinya dari kasur untuk duduk di kursi roda nya, ketika pada akhirnya dia berhasil helaan nafas lega keluar dari bibir Henry.

Melepas rem kursi roda Henry pun menjalankan nya keluar dari kamar, di mana ketika dia sampai di dapur terlihat seorang wanita paruh baya tengah sibuk membereskan dapur apartemen.

Yg ketika melihat Henry datang dengan sopan menyapa, karena dia pagi tadi telah di beri pesan oleh Alex siapa pemuda yg ada di kursi roda itu.

"Selamat pagi tuan Henry," Ujar wanita itu menyapa sopan, yg di balas anggukan dan senyum oleh Henry.

"Selamat pagi anda pasti pembantu rumah, bisa saya tau siapa nama anda?" Henry bertanya sopan pada wanita di hadapan nya itu.

"Nama saya Susan tuan," Balas wanita itu menunduk sopan dan, tersenyum kecil pada Henry.

"Susan okey, kau bisa lanjut kan pekerjaan mu aku hanya akan mengambil minum dan, pergi ke ruang tengah," Ujar Henry kemudian menjalankan kursi roda nya untuk mengambil air di kulkas.

"Apa ada yg bisa saya bantu untuk anda tuan?" Ujar Susan menawarkan bantuan untuk Henry.

"Tidak aku baik baik saja, kau bisa lanjutkan pekerjaan mu, " Ujar Henry tersenyum setelah mengambil air dan juga semangkuk buah yg ternyata sudah Alex kupas dan simpan untuk Henry di kulkas.

Henry pun mengambil nampan yg ada di meja dan memindah kan nya ke nampan itu, menaruhnya di pangkuan nya Henry pun menjalankan kursi roda nya menuju ruang tengah.

Sedangkan Susan melanjutkan pekerjaan nya untuk, untuk beberes dan membersihkan dapur apartemen Alex.

Henry yg berada di ruang tengah pun pergi menuju sofa menarik nafas dan menghembuskan nya, menaruh nampan di pangkuan nya ke meja di dekat sofa Henry pun menunduk menurunkan kunci dari kursi roda nya.

Mengangkat tubuh nya dengan sekuat kedua tangan nya memindahkan diri ke sofa, dengan sedikit usaha extra akhirnya Henry berhasil memindahkan dirinya.

Menghela nafas Henry pun menarik kunci kursi roda nya, dan mendorong nya untuk berada di sisi sofa, dekat meja di mana dia menyimpan makanan dan minuman yg dia bawa dari dapur.

Henry pun ngambil remot untuk memulai memilih tayangan TV yg dia mau, dan kemudian mulai menikmati buah nya sembari menonton sebuah film.

*in the hospital

Alex baru saja keluar dari ruang operasi karena pasien yg membuat dia harus datang ke rumah sakit di pagi hari pada waktu libur nya, memiliki masalah medis yg lebih serius dari yg dia kira dan membutuhkan oprasi secepatnya.

Kali ini beruntung dia melakukan operasi bersama Robert, dan Alana sebagai asisten suster kini Alex tengah mengisi data di resepsionis lantai dua ketika Robert datang dan menepuk bahunya.

"How's Henry doing?" Tanya Robert berdiri di hadapan Alex, yg kemudian meletakkan papan clipboard nya dan memandang temannya itu.

"He's good I guess, but still need time to adapt, and I tried to help as much as I can but I still know it's his fight, i need him together through this by him self," Ujar Alex dengan helaan nafas di akhir, dan juga senyum ke arah Robert.

"Your rights, you know if you need anything, I really mean anything, me and Josh was here for you," Ujar Robert menepuk dua kali bahu Alex, dan senyum ke arah teman baik nya itu.

"Yeah I know, " Balas Alex tersenyum dan balik mengisi data, di clipboard meja resepsionis.

"But actually there is also some thing I like to talk to you," Ujar Robert berusaha menarik kembali perhatian Alex ke arahnya, yg kemudian dengan bingung Alex memandang kearah Robert.

"What's wrong?" Tanya Alex dengan alis yg mengkerut, dan wajah yg jelas bingung dengan sikap teman nya terlihat sedikit ragu untuk mengatakan ada apa.

"Your dad called and asking him to go home today," Ujar Robert memandang tepat pada wajah Alex, yg dari awalnya bingung menjadi terkejut dan sedikit marah.

"What!?, so now he's at the family house!? " Tanya Alex dengan nada yg jelas sedikit marah, Robert ragu untuk melanjutkan tapi jika dia tidak memberitahu Alex sekarang temannya itu akan menjadi lebih marah lagi.

"Yeah he is," Ujar Robert dengan anggukan setujunya di mana ketika Alex mendengar nya, langsung meletakkan clipboard di tangan nya dan pergi menuju ruang istirahat dokter.

Tak mendengar kan ketika Robert memanggilnya yg di pikiran Alex hanya mengenai kakaknya, ketika sampai Alex langsung membereskan barangnya di loker dan pergi menuju parkiran mobil.

Melajukan nya menuju mansion Clearmont yg berada di wilayah sedikit pinggir kota itu, butuh waktu 1 jam untuk Alex akhirnya sampai.

Ketika dia sampai di parkiran mansion Alex menjadi sedikit bimbang harus kah dia turun atau tidak, namun Josh ada di dalam dia harus menjemput kakaknya masa lalu di rumah ini sudah terlalu banyak Alex tak ingin menambah luka lagi di antar dia dan Josh.

Menarik nafas Alex pun melangkahkan kakinya keluar dari mobil, menemui pembantu rumah bertanya di mana kakaknya yg ternyata tengah berada di di ruang makan bersama sang ayah.

Alex pun pergi menuju ruang makan mansion di mana ternyata sekertaris sang ayah, yg tengah berdiri di pintu pembatas antara ruang tengah dan ruang makan.

"How long he gonna stay now?" Tanya Alex langsung ke sekertaris ayahnya, ketika dia sudah berdiri di dekat pria berumur 40 an itu.

"10 day until the documents is final,” Ujar sekertaris ayah nya dengan sedikit menunduk ke arah Alex.

Mengangguk Alex pun masuk ke ruang makan di mana kakak dan ayahnya tengah duduk di meja makan itu, susana di antara mereka terlihat tegang dan sebuah map berisi document terlihat terbuka di hadapan kakak nya itu.



P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.


Soon....

The Military Heart (End!?) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang