Beberapa hari berlalu sejak makan malam keluarga di kediaman fox, Alex menghabiskan sisa waktu libur nya di minggu itu sibuk menyiapkan surprise proposal untuk Henry.
Alex selalu berkata bahwa dia memiliki janji bersama Robert atau Josh, dan Bea juga ibu Henry akan menemani sang kekasih di apartemen mereka untuk mengalihkan perhatian Henry.
Berusaha sebaik mungkin untuk merahasiakan kejutan nya, namun juga terlihat normal di depan kekasihnya itu.
Menyiapkan restoran yg di siapkan sedemikian rupa untuk kejutan nya, dengan bantuan Josh dan terkadang juga Robert.
Alex menghabiskan hampir seminggu mempersiapkan segala nya karena dia ingin, untuk menyiapkan yg terbaik dari yang terbaik untuk kekasihnya.
Henry pun sadar mengenai Alex yg terlihat menyembunyikan sesuatu darinya itu, pada awalnya dia berusaha untuk tidak terlalu terganggu karena mungkin Alex memang hanya ingin menghabiskan sedikit waktu lebih dengan kakaknya itu.
Mengingat mereka tidak lah terlalu sering terlihat bicara bersama jika di rumah sakit, untuk mengutamakan ke profesionalitasan Alex bilang.
Namun semakin lama Henry di buat semakin penasaran sebenarnya apa hal yg tidak kekasihnya itu cerita kan pada nya, hingga pada hari ke 4 setelah makan malam di kediaman fox Henry menemukan hoodie Alex yg tergeletak di kursi yg ada di ruang walk-in clothes.
Dan ketika Henry meraih jaket itu untuk meletakkan nya di mesin cuci Henry bisa merasakan ada benda kotak di saku hoodie itu, dengan bingung Henry pun berusaha untuk mengeluarkan kotak itu dan mengecek.
Saat kotak Beludru itu berhasil Henry ambil di sana pemuda manis anak pertama keluarga fox sadar kotak apa yg di pegang oleh nya itu, Henry menutup mulut nya berusaha untuk tidak berteriak dalam kebahagiaan nya.
Matanya berkaca kaca senyum lembut terlihat terukir di wajah nya yg lembut, walau pun Henry memiliki rasa penasaran yg dalam namun dia tidak membuka kotak di tangan nya itu.
Dan dengan cepat mengembalikan nya ke saku hoodie Alex, dan mengembalikan hoodie itu ke kursi dan berusaha untuk mengatur seolah Henry tidak lah menyentuh hoodie itu sama sekali.
Sebelum kemudian memiliki kembali ke kamar di mana Alex tengah menelfon seseorang di balkon kamar, Henry tersenyum memandang punggung kekasihnya itu dia bisa sedikit mendengar bagaimana Alex berdebat di telfon mengenai pesanan bunga.
Senyum tak bisa Henry tahan namun dia berusaha untuk seolah tak mendengar apa yg tengah di bicarakan kekasihnya, sibuk memilih buku di rak yg berada dekat kasur di mana buku-buku milik Henry di simpan.
Tak lama Alex pun selesai dengan panggilan nya dan dia bisa melihat kekasihnya yg sibuk memilih buku, melihat jam yg ada di HP nya itu sudah menunjukkan jam tidur untuk dirinya dan juga Henry.
Berjalan menuju kekasihnya dan memeluk Henry dari belakang, Alex mencium pipi kekasihnya itu sebelum kemudian berbicara.
"It's already late, and you planing on reading a book not sleep with me," Bisik Alex di telinga Henry dan mencium perpotongan leher Henry.
"Oh really it's late already, I didn't check the time," Ujar Henry memandang sedikit terkejut Alex, di mana sebenarnya dia tau hanya saja dia berusaha untuk bersikap 'sedikit' santai setelah tau mengenai rencana kekasihnya itu.
Mereka pun memutuskan untuk tidur di mana pada ke esok kan harinya Alex kembali sibuk untuk menyiapkan kejutan untuk Henry, dan kekasihnya Henry hanya bersikap biasa tidak terlalu curiga seperti sebelumnya.
Justru jika boleh jujur Henry benar-benar bersemangat, untuk mengetahui kejutan apa yg di siapkan kekasihnya itu untuk dirinya.
3 hari setelah nya persiapan yg sudah di lakukan oleh Alex selama seminggu lebih akhirnya siap, dan besok adalah hari dia akan melamar kekasih hatinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
