Hari ini masa libur yg Alex ajukan ke rumah sakit di mulai menghabiskan waktu untuk sedikit membereskan rumah, setelah sarapan pagi Alex mengajak Henry untuk pergi ke kolam renang unit apartemen nya.
Menghabiskan waktu di kolam renang indoor yg ada di lantai 5, setelahnya mereka kembali untuk berganti pakaian dan bersiap pergi untuk jadwal terapi Henry hari ini.
Di mana itu menghabiskan waktu hingga jam makan siang dan mereka pun memutuskan untuk, makan siang di restoran terdekat yg bisa mereka temukan selama dalam perjalanan pulang.
"Dad called this morning say you plan on family dinner in my parents place?" Tanya Henry di tengah makan siang mereka pada kekasihnya itu.
"Yeah I do ask Chaterine about it and she said of course we could do that," Ujar Alex tersenyum sembari melanjutkan suapan makan siang nya itu.
"May I know what's the occasion?" Kembali bertanya Henry yang merasa penasaran pada kekasihnya itu, Alex berhenti makan sejenak memandang kekasihnya dan tersenyum.
"Nothing baby, I just think it's good to spend some more time with your parents," Ujar Alex dengan senyum nya itu mengelus tangan sang kekasih yg ada di atas meja.
"Okey then if that's what you want," Ujar Henry yang kemudian mengangguk mengerti, dan memilih untuk hanya akan mengikuti mau kekasihnya itu.
Mereka pun kembali ke rumah setelah makan siang dan menghabiskan waktu bersama saling memeluk dan bercerita di balkon apartemen Alex, hanya ingin menghabiskan waktu santai dan saling bermanja bersama.
Hingga waktu sudah cukup sore mereka pun masuk untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, sebelum kemudian pergi untuk makan malam bersama di rumah kedua orang tua Henry.
Alex yg kini sudah selesai berpakaian dan berdiri di lemari yg ada di walk-in clothes nya, memandang pintu menuju kamar di mana seperti nya Henry tengah sibuk di telfon berbicara dengan Bea.
Mengambil kotak beludru yg di simpan nya Alex pun membuka kotak tersebut memperhatikan dua cincin di dalam kotak itu dengan senyum, menarik nafas dalam dan menghembuskan nya Alex menutup kotaknya kembali dan memasuk kan ke dalam saku hoodie nya.
Dan berjalan kembali ke kamar bertepatan dengan Henry yg selesai berbicara dengan Bea di telfon itu, mendekati kekasihnya yg tengah berada di dekat pintu balkon menunduk dan memeluk kekasihnya dari belakang Alex mencium perpotongan leher Henry.
"Is everything okey with Bea?" Tanya lembut Alex yg di balas elusan lembut di sisi kepala nya oleh Henry.
"Yeah she just asking when we gonna get there, because mom already prepared so much food for all of us," Ujar Henry memberitahu mengapa adiknya itu menelfon, di selingi tawa kecil di akhir nya itu.
"Well then we better go now," Ujar Alex kemudian dengan senyum berbagi kecupan manis berdua, Alex pun mendorong kursi roda Henry untuk keluar dari apartemen mereka.
Pergi menuju parkiran setelah menggendong dan mendudukkan kekasihnya dengan nyaman di mobil, Alex memasang kan sabuk pengaman sebelum kemudian melipat kursi roda kekasihnya dan memasukkan nya ke bagasi.
Setelah menutup bagasi mobil Alex pun masuk ke mobil duduk di balik kursi kemudi, memasang sabuk pengaman dan melajukan mobilnya menuju rumah orang tua kekasihnya.
Menghabiskan waktu hampir setengah jam perjalanan dari apartemen Alex mereka pun sampai di kediaman keluarga fox, memarkirkan mobil nya Alex pun turun untuk mengeluarkan kursi roda kekasihnya.
Membuka nya dan meletakkan di sisi mobil Alex membuka pintu kursi penumpang di samping kemudi dan menggendong Henry, lalu membantunya untuk duduk di kursi roda nya.
"Thankyou darling," Ujar Henry dan mengecup ujung hidung Alex, yg di balas senyum dan ciuman dari Alex di sudut bibir Henry.
"Oh come on guys don act all lovely dovey in front of the house," Ujar Bea yg kini berdiri di depan pintu rumah yg sedikit terbuka di belakang nya itu.
"Just admit that your jealous Bea," Ujar Henry memeluk leher Alex yg kini sudah berjongkok di dekat kursi roda nya, dan memandang jahil ke arah adiknya itu.
"You never lost your smug huh big bro," Ujar Bea sedikit sebal namun masih tersenyum, yg di balas tawa oleh Henry dan senyum oleh Alex itu.
Setelahnya mereka pun masuk ke dalam rumah sebelum waktu menjadi semakin malam, ketika mereka masuk ke dapur kedua orang tua Henry terlihat saling memeluk dan tertawa satu sama lain.
"Oh mom dad not you guys to," Ujar Bea menyilangkan tangan nya di depan dada, Chaterine pun memandang anak gadis nya itu sedikit terkejut sebelum kemudian tertawa dan Arthur hanya tersenyum.
"Let me hug you to if you want," Ujar Arthur mendekati anak gadis nya dan berniat memeluk nya, sebelum kemudian Bea dengan cepat menghindar yg menghasilkan tawa dari semua orang yg ada di sana.
Setelah bercanda besama dan berbincang singkat saling menyapa hangat, mereka pun makan malam bersama masakan Chaterine selalu lezat dan Alex benar benar menikmati waktu makan malam bersama yg hangat ini.
Memandang ke sekitar meja makan Alex tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat bagaimana keluarga Henry masih bisa sebahagia sekarang, dan tersenyum selebar sekarang setelah segala berita buruk yg menerpa saling menguatkan satu sama lain.
Alex merasa begitu beruntung mencintai Henry karena dia tak hanya mendapat cinta dan kasih sayang pasangan, namun Alex juga mendapat kan keluarga bahagia dimana ini adalah gambaran keluarga yg dulu hanya bisa dia impikan.
Sekarang Alex dapat mengatakan bahwa dia benar-benar memiliki nya, dan Alex ingin untuk membuat semuanya menjadi lebih lengkap lagi.
Satu tangan nya masuk ke saku hoodie nya mengelus kotak yg ada di sana, senyum terkembang di bibir nya Alex pun kembali menikmati makan malam nya sembari berbincang hangat dengan kekasihnya dan juga keluarga sang kekasih itu.
Hingga makan malam pun selesai Chaterine meminta untuk Alex dan Arthur menunggu saja di ruang tengah, sedangkan Bea terlihat membawa kakaknya ke kamar nya untuk membicarakan sesuatu berdua.
Kedua orang tua nya membiarkan saja karena mereka tau seberapa Bea dekat dengan kakaknya, dan hanya berani benar-benar terbuka pada Henry sedang Alex dia mengerti karena dia juga terkadang seperti itu dengan kakaknya Josh.
Kini di ruang tamu hanya tersisa Alex dan Arthur mereka pun menonton tayangan di TV, namun dapat di lihat seperti nya perhatian Alex tidak lah berada pada tempat nya sekarang ke gugupan terlihat jelas di wajah nya itu berusaha menenangkan diri Alex masih harus menunggu Chaterine selesai sebelum benar-benar bertanya.
Di mana tak lama setelah nya Chaterine pun selesai dan bergabung dengan Alex dan Arthur di ruang tamu, Alex memutuskan untuk mengajukan pertanyaan nya sekarang.
"Mmm Mr. Fox-" Belum selesai Alex berbicara Arthur sudah lebih dulu memotong.
"Arthur Alex, Arthur, " Ujar pria berambut sama persis dengan Henry itu tersenyum ketika arah Alex, yg di balas anggukan dan senyum.
"Right Arthur, and Chaterine there is something I like to talk to you, " Ujar Alex memulai dengan gugup, Arthur juga Chaterine pun diam mendengar kan dan fokus memandang Alex.
P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.
Soon.....
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
