TMH 19

147 23 1
                                        

Alex baru saja selesai dengan sift nya hari ini, mengisi beberapa data di resepsionis E. D Alex pun pergi untuk keruangan kekasihnya itu.

Ketika Alex memasuki ruangan rawat kekasihnya hal yang pertama di lihat nya adalah punggung kekasihnya menghadap berlawanan arah dengan pintu masuk, Alex dapat melihat punggung yg sedikit bergetar itu menarik sedikit nafasnya dan membuangnya Alex tau benar apa alasan dari punggung bergetar itu.

Menutup pintu dengan perlahan Alex berjalan sepelan mungkin menuju kekasihnya, dengan lembut Alex meraih kekasihnya membawa tubuh Henry yg bergetar di antara tangisnya itu.

Ikut membaringkan diri di kasur pasien Henry merengkuh pemuda blonde dalam pelukan hangat nya, yang untuk beberapa hal Henry secara tidak kasat mata memang memiliki badan yg sedikit lebih kecil dari Alex.

Membuat Henry benar benar terselimuti tubuh Alex, dan tenggelam dalam pelukan dokter berambut keriting itu.

Mereka hanya diam tanpa ada yg bersuara menenangkan diri dalam kesunyian yg tercipta di antara mereka, Alex mengerti bahwa Henry tak membutuhkan dia untuk memberikan kata penenang hanya mengetahui Alex berasa di sana untuk nya Alex tau itu sudah cukup untuk menenangkan Henry.

Waktu sudah menunjukkan tengah malam ketika Alex menyadari bahwa Henry telah terlelap dalam pelukan nya, perlahan Alex berusaha bangkit dan melepas kan pelukan nya pada tubuh kekasihnya dan beralih untuk duduk di kursi dekat ranjang Henry.

Memperhatikan wajah terlelap kekasihnya Alex menghela nafas, dia paham betul ini tidak akan mudah Henry begitu mencintai pekerjaan nya sebagai tentara sama seperti Alex dan pekerjaan nya itu.

Di tambah keluarga Henry yg masih dalam masa syok mereka Alex paham benar bahwa semua ini akan membutuhkan waktu, Alex hanya bisa berharap bahwa dia memiliki cukup kekuatan untuk bisa melewati ini bersama kekasihnya.

*1 Month later*

Selama masa perawatan Henry mengalami peningkatan yg cukup signifikan, sehingga dokter sudah memperbolehkan Henry untuk melakukan rawat jalan di rumah.

Pada awalnya Henry di rencanakan akan kembali ke rumah orang tuanya agar ada yg dapat menjaga dan merawat Henry selama masa pemulihan, namun Henry adalah orang yg cukup lumayan keras kepala dan tak ingin jika dia harus merepotkan orang tuanya untuk membantu merawat dirinya.

Alex pun pada akhir nya menawarkan diri untuk merawat Henry selama masa pemulihan nya, walau tentu tak bisa selalu 24 jam tapi Alex tetap dapat memantau Henry ditambah lagi Alex yg merupakan dokter sedikit banyak lebih tau bagaimana untuk menangani kondisi Henry.

Setelah perdebatan panjang yang akhirnya orang tua Henry setuju dengan syarat, Bea atau ibu Henry akan datang setiap 4 hari sekali untuk mengecek keadaan Henry.

Setelah mengurus beberapa hal dan melakukan pengecekan bersama dokter, Henry pun di persilahkan untuk pulang pagi besok.

Alex menghubungi jasa pembersih rumah untuk membersihkan apartemen nya, karena dia akan menginap untuk menemani kekasihnya malam ini dan besok pagi dia akan pulang lebih dulu sebelum kemudian kembali ke rumah sakit untuk menjemput kekasihnya.

Alex menyelesaikan sift hari ini tepat pada pukul 3 siang, pergi untuk melepas jas dokter, dan menyimpan beberapa barang nya di loker Alex kemudian pergi menuju ruangan kekasihnya.

Di mana Henry tengah duduk membaca sebuah buku yg tak dapat Alex pahami judulnya, namun Alex tau benar bahasa apa itu.

"You know Russian language?" Tanya Alex ketika mengambil duduk di kasur Henry, tepat di samping kekasihnya itu dan dengan lembut merangkul bahu kekasihnya itu.

"Actually my dad is Russian, so I'm not just can read the language but also speak in it," Ujar Henry menjelaskan tanpa mengalihkan pandangan pada buku yg sedang di bacanya itu.

"Okey that was news," Ujar Alex sedikit terkejut dan juga kagum karena tau, kekasihnya begitu pintar bisa berbicara dalam dua bahasa.

Henry yg mendengar nya tersenyum kecil kemudian menutup bukunya, dan memberikan kecupan di pipi kanan Alex.

"Tired?" Tanya Henry dengan bisikan dan satu tangan yg terangkat mengelus lembut pipi kiri Alex, dan membenarkan sedikit rambut keriting kekasihnya itu.

"Yeah, but I'm okay now that I have you within my hold," Ujar Alex menarik Henry ke dalam pelukan yg lebih erat, dan menundukkan kepalanya menenggelamkan nya di perpotongan leher kekasih nya.

Menghirup aroma Henry walaupun sedikit tertutup bau rumah sakit, namun memiliki Henry di pelukan nya jg aroma Henry yg memenuhi hidung nya Alex sudah merasa cukup untuk menghilangkan rasa lelah nya itu.

"Let's just lays down and cuddles up, " Ujar Henry yg kemudian mereka pun berbaring saling memeluk dengan Alex yg sedikit menurunkan badan nya, dan meletakkan kepala nya di dada Henry sambil mendengar kan sura detak jantung Henry.

Di mana tak lama setelah nya Alex pun jatuh tertidur menikmati bagaimana Henry mengelus lembut kepala nya, juga suara detak jantung Henry yg sudah seperti lullaby lembut untuk nya.

Henry yg paham seberapa lelah nya kekasih nya itu hanya membiarkan saja ketika Alex tertidur, dan menikmati waktu dalam diam dengan masih mengelus kepala Alex dengan sesekali menyematkan ciuman-ciuman lembut di kepala kekasih nya.

Dan di waktu diamnya ini Henry membiarkan segala pikiran yg ada berputar di otaknya mengenai segala hal yg terjadi, bagaimana dia yg awal nya begitu bahagia bisa mendapatkan sedikit waktu untuk bisa berada lebih lama bersama kekasih nya ketika waktu libur militernya dia dapatkan.

Lalu bagaimana ketika segala hal itu kemudian berubah menjadi seakan mimpi buruk terbesar nya, tabrakan beruntun, kehilangan kemampuan nya untuk kembali berjalan dan dengan terpaksa berhenti dari pekerjaan impian nya sebagai anggota pasukan militer negara.

Tanpa Henry sadari air mata mulai mengalir di mata nya yg dengan cepat berusaha di hapusnya, tak ingin untuk mengganggu istirahat kekasihnya itu.

Henry menundukkan kepala nya untuk memandang Alex yg terlihat begitu nyaman tidur memeluk dirinya, Henry bener-bener jatuh cinta dengan bagimana Alex memperjuangkan segala nya untuk Henry.

Bagaimana Alex tetap membuktikan bahwa dia masih lah akan mencintai Henry tak perduli bagaimana pun ke adaan nya, Alex tetap mencintai Henry dengan segala baik dan buruk nya dan Henry bener bener tidak tau bagaimana dia bisa se jatuh cinta ini terhadap seseorang.

Dan Henry pun tidak tau apa kah dia bisa jatuh se-cinta ini jika orang itu bukan lah Alex pada waktu yg termasuk singkat dalam hubungan mereka, Henry yakin jika dia di minta untuk menyerah kan hidup nya untuk Alex dia akan dengan senang hati memberikan nya.

Dimana Henry tidak akan pernah di buat menyesal karena dia rela berkorban sebanyak itu untuk Alex-nya, senyum kecil tercipta di bibir Henry sepanjang dia memikirkan orang yg tengah tertidur lelap di pelukan nya itu.

Menyematkan satu kecupan di kepala Alex Henry meraih buku yg tadi di bacanya, dan kembali melanjutkan membacanya walau sedikit kesusahan dengan Alex yg tertidur memeluk nya itu Henry tidak lah memiliki masalah dengan hal itu.


P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.


Soon......

The Military Heart (End!?) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang