Ketika pagi hari datang Alex terbangun dengan masih memeluk Henry sedikit mengangkat wajahnya untuk melihat bagaimana kekasih nya itu tengah tertidur lelap, Alex tersenyum kecil dan menyematkan satu kecupan lembut di dagu kekasihnya.
Kemudian Alex pun berusaha melepaskan diri dari pelukan kekasih nya perlahan bangkit dari kasur pasien, yg tentu saja terlalu kecil untuk di tiduri dua orang dewasa namun dia masih lah bisa dengan nyaman terlelap di sana dengan Henry yg memeluk nya itu.
Alex merenggang tubuhnya dan mengecek jam di mana waktu sudah menunjukkan cukup pagi untuk dirinya bangun yaitu pukul 04:30 tertera di jam, yg biasanya dia akan terbangun setengah jam lebih awal dari itu tapi Alex tidak masalah karena dia menikmati waktunya tidur di pelukan kekasihnya.
Alex pun pergi ke kamar mandi untuk sedikit menyegarkan dirinya, di mana kemudian Alex memutuskan untuk kembali ke apartemen nya sekarang untuk kemudian kembali menjemput kekasih nya siang nanti.
Mengingat dia tak memiliki sift hari ini hingga 3 bulan ke depan karena dia sudah mengajukan masa libur nya ke direktur rumah sakit, Alex tak lupa untuk mengabari beberapa orang yg perlu untuk di kabarinya.
Dan kemudian berjalan mendekati kekasihnya dengan lembut membangunkan Henry untuk pamit sebentar, walau dia sedikit tak tega karena Henry terlihat sangat tenang di dalam tidur nya.
Namun Alex tak ingin untuk membuat Henry khawatir dan mencari dirinya ketika dia bangun nanti, Alex memberi beberapa kecupan di wajah kekasih nya dan mengelus bahu Henry juga membisikkan kata-kata lembut untuk membangunkan kekasihnya itu.
"Hey baby, come on i need you to wake up for me, come on baby, hey," Di mana pada setiap bisikan yg dia berikan di telinga Henry, Alex akan menyematkan kecupan lembut di pipi dan leher kekasih nya itu.
Henry yg merasa sedikit terganggu pun berusaha menghentikan Alex, dan akhirnya bangun dengan alis yang bertautan memandang bingung kekasihnya itu.
"I need to go home now for a little house cek then I'll be back to pick you up," Ujar Alex kembali mengecup pipi kekasihnya itu.
"Hmmky," Balas Henry dengan mata yg masih terpejam mengangkat Kepala nya untuk mencium bibir kekasihnya, sebelum kemudian kembali ke alam mimpi.
Alex pun hanya tersenyum kecil dan membiarkan Henry kembali untuk tidur mengecup kening Henry, Alex pun pergi dari ruang rawat kekasihnya untuk mengambil barang nya yg dia simpan di ruang loker khusus dokter rumah sakit.
Dan ketika Alex masuk dia bisa melihat Josh yg tengah membereskan lokernya yg berada di samping loker Alex, melangkah mendekat Alex pun mulai membuka lokernya itu.
"Just finish up from the sift?" Tanya Alex, mengambil tasnya yg sudah dia pack rapih di dalam loker, sembari memulai percakapan di antara mereka berdua.
"Yeah lucky tomorrow was my free day, hope no one coming asking for me," Ujar Josh menjawab pertanyaan adiknya itu.
"I thought you love work," Ujar Alex menggoda dengan sedikit seringaian jahil nya itu.
"Well I also like my free time thank you very much," Sahut Josh yg kini sudah menutup pintu lokernya itu.
"I just heard from Robert that's Henry coming home today," Lanjut Josh masih berdiri di dekat Alex memandang adiknya itu.
"Yeah his gonna stay with me," Menyahuti Alex menutup loker nya sendiri, dan berjalan beriringan dengan kakaknya menuju parkiran khusus pekerja rumah sakit.
"Stay with you how so?" Tanya Josh bingung memandang ke arah Alex masih dengan berjalan beriringan itu.
"Well Henry didn't want to come home to his parents house because he didn't want to burden them, but with his condition to adapt me and his family can't just let him live alone in his apartment, so I'm offering him place there's a little argument there but after that his parents was saying okey but with condition, that's his sister and mom will come to checking on him every 4 days," Ujar Alex menjelaskan kenapa Henry akan pulang bersamanya hari ini.
"Hmm I understand, just so you know if you need anything I will always be here for you," Ujar Josh tersenyum kecil mepuk bahu Alex yg di balas anggukkan oleh Alex, dan Josh pun naik ke mobilnya yg terparkir di samping mobil Alex itu.
Setelah Josh berkendara pergi Alex pun masuk ke mobilnya dan melajukan nya ke apartemen nya itu, di mana hanya butuh sekitar 15 menit dari kawasan rumah sakit tempat dia bertugas.
Memarkirkan mobil nya Alex pun naik ke unit apartemen nya, di mana ketika dia masuk apartemen nya terlihat sudah rapih juga bersih memperhatikan sekitar nya Alex mengangguk senang.
Meletakkan kunci mobilnya di meja Alex melangkah kekamar nya, sejenak diam memperhatikan sekitar kamar nya Alex kemudian bergerak menggeser beberapa furnitur di kamar itu.
Di mana ketika selesai Alex menepuk tangan nya dengan senyum di wajahnya, lanjut menuju walk-in closet nya Alex mengambil beberapa bajunya dan melipat nya.
Membiarkan 25% bagian lemarinya kosong membuka koper dan memasukkan baju baju yg jarang dia gunakan kesana, meletakkan nya kembali ke atas lemari Alex melipat baju yg sering di gunakan nya dan menaruhnya di bawah pakaian pakaian gantung nya yg lain.
Puas dengan pekerjaannya Alex berjalan kembali ke ruang tengah apartemen, dan kembali memindah kan beberapa letak furnitur di ruangan itu.
Setelah selesai Alex berkacak pinggang dan melihat sekitar nya, yg terlihat sedikit lebih luas karena letak furnitur yg telah di pindah nya.
"Okey everything is perfect," Alex tersenyum, lalu memandang jam tangan nya di mana ternyata di antar kesibukan nya memindah barang waktu berlalu dengan cepat.
Sudah hampir waktu untuk dirinya menjemput Henry, Alex pun pergi kekamar mandi untuk mandi kilat dan berganti pakaian meraih kunci mobil dan pergi melajukan mobil nya.
Menuju restoran untuk memesan beberapa makanan untuk take away, Alex lanjut kembali menuju rumah sakit tempat dia bekerja.
Alex memilih memarkirkan kan mobil nya di depan mengingat dia hanya akan menjemput kekasihnya hari ini, jadi ketika ia selesai memarkirkan mobil.
Masuk ke rumah sakit Alex langsung pergi menuju ruangan Henry, di mana dia sesekali akan menyapa rekan dokter nya atau suster suster di sana dengan ramah.
Ketika Alex sampai terlihat Robert dan juga Dr. Albert tengah melakukan pemeriksaan akhir, sebelum Henry kemudian bisa di bawa pulang.
"Hey baby," Ujar Alex menyapa Henry berjalan mendekati kekasihnya, ketika Robert dan Dr. Albert selesai dengan pemeriksaan nya.
Henry tersenyum mengulurkan tangan nya yg di sambut baik dan lembut oleh Alex, mengecup punggung tangan Henry dan memeluk kekasihnya itu.
"Okey everything is stable just don't forget every 2 week cek up," Ujar Dr. Albert menjelaskan yg hanya di balas anggukan Henry yg menyembunyikan wajahnya di dada Alex.
Dan senyum setuju dari Alex Robert dan Dr. Albert pun pamit dari ruangan, meninggal kan kedua pasangan kekasih itu.
(Dan sedikit tambahan momen Alex ngebangunin Henry itu, aku dapet ide dari setiap ibu aku ngebangunin aku bisik bisik di telinga plus di cium cium pipi dan leher aing, dan aku pikir bakal sweet kalok momen itu ku masukin di cerita kali ini, ;) <3<3<3 )
P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.
Soon.....
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
