Beberapa menit berlalu Alex pun akhirnya tenang namun dia masih diam memeluk Josh, yg masih dengan lembut mengelus belakang leher adiknya itu.
"Are you not mad at me?" Tanya Alex tiba-tiba memecah keheningan di antara mereka, Josh awal nya diam pun menjawab adiknya itu.
"No because I know that is right for you to be mad at everything, I'm just your brother Alex I didn't exactly know how much you getting hurt from everything that he did to us, but I exactly know why you need to be mad about it," Ujar Josh masih mengelus belakang leher Alex dan kembali diam, selama beberapa menit mereka masih diam di dalam mobil dengan Josh yg berusaha menenangkan adiknya itu.
"Now you need to go and get inside before Henry start to getting worried, that you not home until this hour," Ujar Josh kemudian menarik bahu Alex untuk kembali menegakkan duduknya itu, dan melepas kan pelukan nya dari Josh.
"You know I may let you get mad at him, but I'm not gonna make you forget that after everything you still got me here, and now it's not just me there's also Henry waiting for you, and will always stay by your side," Ujar Josh dengan senyum ke arah adiknya itu, Alex memandang Josh dan kemudian tersenyum.
Berbisik Terima kasih Alex pun keluar dari mobil dan membiarkan Josh untuk membawa mobil nya pulang untuk sementara, Alex tau nanti Josh akan mengembalikan mobil nya.
Alex pun melangkah menuju unit apartemen nya masuk ke dalam lift dan naik menuju lantai di mana apartemen nya berada, di mana ketika Alex masuk hal yg pertama dia dengar adalah suara tertawa kekasih nya dan juga suara Bea yg terlihat tengah asik bercerita itu.
Tersenyum Alex melepaskan sepatunya dan meletakkan nya di rak, lalu melangkah masuk lebih dalam ke apartemen nya itu.
"Oh Alex your back," Ujar Bea dengan senyum memandang Alex, yg juga di balas senyum itu Alex pun melangkah mendekat ke sofa lalu memeluk kekasihnya dari belakang.
Menyematkan kecupan di pipi, telinga dan leher kekasih nya yg tentu dengan cepat di hentikan oleh Henry mengingat ada adiknya di ruangan bersama mereka sekarang.
"Well I guess it's time for me to go now," Ujar Bea sembari tertawa kecil melihat bagaimana Alex, memeluk erat kakaknya itu.
"What? I thought you gonna stay for dinner?" Ujar Henry memandang adiknya yg kini berdiri dan membereskan tasnya itu.
"No I already promise mom to come home before dinner," Ujar Bea mengingat besok dia libur dan ini adalah waktunya untuk pulang ke rumah orang tuanya.
"Okey then be careful on the way there okey, tell mom and dad I said Hai," Ujar Henry tersenyum kearah Bea, yg kini sudah memegang tasnya itu.
"Will do brother," Balas Bea yg kemudian mendekati kakaknya ketika Alex telah melepaskan pelukan nya, dan menunduk memeluk kakaknya lalu mencium pipi kakak nya itu.
Dan beralih memeluk Alex berpamitan lalu Bea pun pergi dari kediaman Alex, atau kediaman kakak Bea jg sekarang untuk pulang ke rumah orang tua nya.
Alex pun mengambil duduk di hadapan Henry yg memanjang kan kakinya di sofa, mengangkat kaki Henry untuk di taruh di pangkuan nya lalu menunduk membenamkan wajahnya di perut Henry.
Menghirup bau kekasih nya dan memeluk erat Henry memandang bingung Henry hanya diam, dan mengelus lembut rambut kekasih nya itu.
"Is everything okay? " Tanya Henry ketika ber menit menit mereka hanya diam, tanpa Alex berbicara apa pun begitu juga Henry.
Menarik nafas Alex memiringkan kepalanya dan menyandarkan Kepala nya kini di paha Henry, dengan suara yg pelan Alex mulai bercerita pada Henry.
Mengenai bagaimana berantakan nya keluarga nya, kakak setengah darahnya Josh hingga hal yg baru saja terjadi di mansion Clermont.
Dan walau terkejut selama Alex bercerita Henry hanya diam mendengar kan tak ingin untuk menginterupsi kekasihnya itu, dan tetap mengelus lembut rambut keriting kekasihnya itu.
Setelah Alex selesai mereka hanya saling diam Henry tentu saja merasa sedikit sakit hati mendengar cerita masa kecil kekasih, dia ingin jg marah Alex begitu terluka namun ayahnya masih dengan penuh arogan mengikat nya.
Henry beruntung ayahnya adalah orang yg begitu sayang pada keluarga, selalu ada untuk nya sebagai sosok pelindung dan juga pengajar nya dan ibunya juga ada di sana sebagai orang yg mengajari dia kasih sayang dan jg cinta.
Henry pun menunduk dan menyematkan ciuman di rambut kekasih, jika dulu dia terluka maka biarkan Henry kini yg mengobati nya dia akan menjadi yg mencintai Alex hingga dia lupa bagaimana rasa sakit nya di tinggal kan dan tak di cintai.
Mungkin dulu tak di ingin kan namun kini ada Henry dia yg akan menjadi orang terbesar, yg menginginkan Alex merengkuh Alex dan juga mencintai nya.
Setelah nya mereka tidak membicarakan lebih jauh mengenai masalah keluarga Alex, karena Alex sendiri tak ingin untuk kembali mengungkit luka lama milik nya dan Henry mengerti dan tak ingin kekasihnya juga kembali terluka dengan harus mengingat masa lalu nya.
Setidaknya Alex sudah mau untuk bercerita pada nya dan Henry rasa itu adalah hal yg sudah lebih dari cukup, mereka pun menikmati waktu bersama lalu makan malam bersama.
Dan ketika mereka telah di kamar tidur saling memeluk siap untuk pergi tidur, Henry mengutarakan pemikiran nya.
"Bea berencana untuk mengadakan piknik keluarga di weekend depan, bagaimana jika kita pergi I'm sure it will be lovely," Ujar Henry memandang Alex dan mengelus pelan dagu pria berkulit Tan itu.
"I think it's a wonderful idea, and would love to spend some time with your family," Ujar Alex setuju tersenyum meraih tangan Henry menggenggam nya dan memberikan satu kecupan di sana.
"Our family, they're not just mine, but your family also," Ujar Henry dengan senyum di bibir nya, senyum pun ikut hadir di bibir Alex yg kemudian maju mengecup lembut bibir kekasih nya.
"Of course our family," Ujar Alex dengan senyum mereka pun berbincang singkat mengenai apa saja, yg mereka lakukan hari ini Alex di rumah sakit dan Henry di rumah bersama Bea.
"You know I do think, why don't we also asking Josh and Robert to join us for the family piknik, after all there also family," Ujar Henry di tengah pembicaraan nya dengan Alex itu.
"Hmm I think it's nice, let me ask them tomorrow, I'm sure they will appreciate it, " Ujar Alex tersenyum mengangkat tangan nya, untuk dengan lembut mengelus wajah Henry dan juga rambut nya.
Setelah beberapa perbincangan singkat mereka pun memutuskan untuk istirahat, mengingat besok mereka akan memiliki beberapa aktifitas Alex dengan pekerjaan nya dan Henry dengan jadwal terapis nya untuk membantu dia untuk dapat lebih menyesuaikan diri pada kondisi nya kini.
P. S
Don't forget the vote and comment hope you guys can enjoy the story, <3<3<3.
Soon.....
KAMU SEDANG MEMBACA
The Military Heart (End!?)
FanfictionDokter muda dengan senyum jahilnya itu, dengan tanpa di duga jatuh hati pada seorang perwira muda dengan mata hezel dan jangan lupakan senyum manisnya itu. Datang sebagai dokter militer pulang sebagai kekasih hati sang perwira, takdir yg mengikat d...
