Ketika bangun mendapati dirinya berada di tubuh yang berbeda, hanya berjarak sepuluh hari dari kematian nya, begitu cepat? Presdir itu menemukannya, langsung menangkap dan menyodorkan sebuah perjanjian "Jadilah istri ku dan aku akan memberikan segal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jeon! Jeon kembali! JEON JUNGKOOK?!" taehyung menatap kepergian Jungkook dengan datar. Mereka sempat terlibat cekcok ketika Jungkook bersikeras untuk tetap tinggal bersama haechan. Taehyung menghela nafas kasar, berbalik dan memilih untuk kembali duduk di kursi kebesarannya. Menggapai telepon kerja di meja nya dan menghubungi seseorang
Ceklek
"Tuan Kim? Bisa kita pergi sekarang?" Taehyung mengangguk, Jakson dengan sigap merapikan dokumen-dokumen yang ada di meja kerja taehyung, dan memilah dokumen yang akan ia bawa sebagai bahan rapat untuk dibahas bersama kolega taehyung dari China
***
"Kim taehyung sialan! Aku benci padamu!" Sungut Jungkook sembari mengendarai mobil nya. Ia menatap kesal jalanan yang ramai, hingga tiba di depan apartemen yang dia tinggali bersama haechan. Haechan tampak sudah menunggu nya di sana
"Kenapa kau tampak kesal? Ada apa?" Haechan masuk ke bagian penumpang depan dan memasang seat belt, ia sempat melirik raut wajah Jungkook yang tampak begitu kusut. Itu membuat haechan begitu penasaran juga khawatir, takutnya telah terjadi sesuatu selama mereka berpisah
"Dia mengatakan aku harus tinggal bersama nya setelah menikah, aku tidak mau berpisah darimu! Dia begitu egois!" Jungkook ingin sekali menangis, sungguh! Sementara haechan menghela nafas lega, bersyukur bukan hal buruk. Tetapi di hati haechan juga sedikit sedih, ia memandang sendu ke arah jungkook
"Itu sudah wajar ketika kau akan tinggal bersama suami mu setelah menikah nanti" Jungkook menoleh dan menatap sedih ke arah haechan. Jungkook dengan cepat melepas seat belt nya dan memeluk haechan dengan erat
"Aku tidak mau berpisah dari mu, aku sudah menganggap mu sebagai kakak ku. Aku tidak bisa..." Lirih Jungkook, haechan berusaha menahan diri untuk tidak menunjukkan kesedihan nya, ia merangkul Jungkook dengan erat seraya mengusap lembut punggung Jungkook
"Tenang saja, aku akan sering mengunjungi mu nanti, bahkan setiap hari. Sudah, jangan sedih-sedih begini, ayo berbelanja" Jungkook melepas pelukan itu dengan bibir yang maju, sangat lucu, membuat haechan terkekeh gemas
"Dia memberi ku ini" Jungkook mengeluarkan sesuatu di hadapan haechan. Haechan sontak melotot dan menutup mulutnya yang menganga. BLACK CARD?!
"Ka-kau serius? Astaga... Dia benar-benar... Kau beruntung jungkookie ku, ayo kita rayakan hal ini" haechan dengan cepat terkekeh, membuat Jungkook menimbulkan senyum kelincinya. Kedua nya dengan cepat melesat dari sana, dengan pemikiran yang sama-sama berencana untuk menguras habis uang dari taehyung. Haha... Rasakan itu pikir Jungkook, siapa suruh membuat Jungkook sedih hari ini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.