Ketika bangun mendapati dirinya berada di tubuh yang berbeda, hanya berjarak sepuluh hari dari kematian nya, begitu cepat? Presdir itu menemukannya, langsung menangkap dan menyodorkan sebuah perjanjian "Jadilah istri ku dan aku akan memberikan segal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Haechan, aku berpikir ... Ayo kembali kuliah!"
"Cepatlah haechan!" Jungkook menggedor-gedor pintu kamar mandi nya, sedang dari dalam terdengar teriakan haechan yang mengumpat tidak jelas
Ceklek
"Yak! Tidak bisakah kau bersabar?!" Haechan keluar dari kamar mandi dengan wajah tertekuk kesal, penampilan nya sudah rapi sama seperti Jungkook. Jungkook mendengus kasar, ia mengetuk kening haechan lembut
"Kau tidak lihat jam? Kita sudah terlambat, sial!" Jungkook berbalik dan meraih tas nya, tak lupa memasukkan ponsel dan juga dompet ke dalam tas tersebut. Haechan merengut, salahkan mereka yang bermain game tak ingat waktu hingga pukul dua pagi. Ya, Jungkook mengubah rencana nya, mengubah keputusan nya yang sebelumnya tidak ingin melanjutkan kuliah. Ucapkan terimakasih kepada ayah nya, Sehun, berkat kekuasaan Sehun, Jungkook dan haechan bisa pindah jurusan dengan gampang nya
"Kau benar-benar mengubah rencana dengan tiba-tiba, aku masih tidak mengerti apa yang sedang kau rencanakan sekarang" haechan bertanya di sela-sela perjalanan mereka menuruni tangga. Jungkook melirik singkat ke arah haechan dengan senyuman kecil nya
"Sebentar lagi drama akan tiba, kau harus bersiap" ucap Jungkook ketika kini kedua pasang kaki itu melangkah mendekati meja makan yang kini sudah terisi oleh tiga orang disana, Sehun, somi dan Alexa. Ah, haechan mengerti, namja manis itu tersenyum smirk saat melihat atensi seorang yeoja di salah satu kursi disana
"Sudah bagus dia pergi dari rumah ini kemarin, kenapa kembali lagi? Dasar jalang!"
"Adik? Kau sudah kembali? Aku pikir kau tidak nyaman tinggal disini lagi" Alexa tersenyum menatap Jungkook yang saat ini bersiap untuk duduk di samping Sehun, disusul haechan yang duduk di samping nya
"Ya, tidak nyaman tapi ini kan rumah ayahku, kemana pun aku pergi, aku tetap akan kembali ke rumah ini" Alexa meremat kuat sendok di tangannya, berusaha memberikan senyum paksa nya. Sedangkan Sehun tersenyum mendengar jawaban Jungkook, ia mengelus surai putra nya dengan lembut
"Haha... Ternyata Jungkook kita sudah dewasa ya sayang?" Somi menatap Sehun sembari meraih tangan Sehun yang berada di atas meja makan untuk lantas menggenggam nya. Sehun menoleh ke arah somi dan mengangguk, Jungkook mendengus kasar melihat tautan tangan itu, menjijikkan batinnya
"Bukan kita, aku hanya lah anak dari jeon Sehun dan jeon Luhan" Jungkook mengambil nasi beserta lauk pauknya, mengabaikan tatapan kesal dari somi yang tertuju pada nya. Perempuan itu menghela nafas kasar, mencoba untuk menetralkan raut wajah nya dan kembali tersenyum palsu
"Kau sekarang adalah anak ku juga, aku sangat berharap kau bisa menerima ku sepenuhnya" ujar somi dengan nada yang ia buat seluruh mungkin. Alexa bergerak untuk mengusap lembut punggung ibu nya, ia menatap kesal ke arah jungkook yang tampak tidak bersalah sama sekali