Ketika bangun mendapati dirinya berada di tubuh yang berbeda, hanya berjarak sepuluh hari dari kematian nya, begitu cepat? Presdir itu menemukannya, langsung menangkap dan menyodorkan sebuah perjanjian "Jadilah istri ku dan aku akan memberikan segal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"MENUNDUK!!!"
DOR!!!
"TUAN MUDA!!! CEPAT MENDEKAT!" Sungchan dengan segera menarik tangan Jungkook, haechan menyusul merapat. Mereka berlindung di balik meja sedetik setelah sungchan membalik benda tersebut
Suasana toko yang semula damai berubah menjadi ricuh. Semua pengunjung berusaha berlari keluar dari dalam bangunan itu, beberapa memilih untuk berlindung di suatu tempat yang sekira nya aman dari ancaman peluru-peluru yang dilayangkan secara acak saat ini
DOR!!! DOR!!!
Sungchan menarik celana bahannya, meraih sebuah pistol yang ternyata selama ini ia sembunyikan di balik kaos kaki yang dikenakan. Hati nya takut, tubuhnya gemetar tetapi tangannya tetap berusaha meraih tubuh Jungkook untuk berlindung di tubuh kecilnya, haechan. Haechan, memejamkan kedua matanya, kedua tangannya menahan tubuh gemetar Jungkook
"Haechan-ah... Ki-kita pernah memainkan adegan penembakan seperti ini, ta-tapi ke-kenapa aku masih saja takut ..." Haechan dengan cepat membekap mulut Jungkook dengan pelan
"Sssttt... Jangan berbicara yang tidak-tidak untuk saat ini. Tenanglah Jungkook, aku dan sungchan bersama mu. Kau dan bayi mu akan baik-baik saja" haechan berusaha menguatkan dirinya, berusaha mengintip apa yang sedang sungchan lakukan saat ini
"Cepat beritahu Presdir!!!"
"..."
Sungchan tampak sibuk berbicara kepada bawahannya. Haechan was-was ketika sungchan hampir saja tertembak saat sang empu itu mengintip dari balik sisi meja tempat mereka berlindung
Dengan gesit sungchan membalas tembakan pria-pria berpakaian hitam itu. Keadaan toko itu benar-benar sudah hancur, jendela serta pintu yang terbuat dari kaca sudah habis pecah akibat peluru melesat yang di tembakkan
"Tuan muda, saya akan membawa anda keluar dari sini sebentar lagi... Saya mohon tenanglah dan tunggu sebentar..." Sungchan berkata dengan mata dan tangan yang fokus menembaki pria yang dianggapnya sebagai musuh
"Sial! Siapa mereka sebenarnya? Mengapa tiba-tiba, di tempat seperti ini?"
Tak lama, bala bantuan datang. Empat bawahan sungchan datang membantu, mengalihkan perhatian para musuh yang secara tiba-tiba menyerang mereka. Mendapati keadaan musuh sedang lengah, sungchan dengan cepat menggendong Jungkook untuk segera keluar dari toko tersebut
"Tuan haechan! Pegang baju ku, kita keluar sekarang!!!" Haechan dengan cepat menggapai jas sungchan dengan erat, kemudian ikut berlari di belakang sungchan. Beberapa bawahan membentuk barisan untuk melindungi jalan keluar bagi ketiganya
"Presdir, kali ini saja maafkan aku. Aku terpaksa menyentuh tuan muda, karena keadaan saat ini sangat lah genting"
Sepanjang pelarian, sungchan berpikir dengan keras. Tidak ditampik ketika hati nya merasakan kecemasan yang berlebihan saat ini. Sampai di parkiran, sungchan meletakkan Jungkook di dalam mobil. Dengan kini sang tuan muda sudah terisak kecil dengan nafas yang tampak tersendat