Skip
Sekarang waktunya dua keluarga itu bertemu termasuk Milka dan Arsya.
"Mamih sama papih duluan aja ya Milka mau ke kamar mandi" ujar Milka pada kedua orang tuanya.
"Iya sayang nanti kamu langsung ke meja nomor 7 ya sayang" ujar mamih Nana.
"Iya mih"ujar Milka.
" Malam pak Lucky maaf saya telat"ujar papih Dewa.
"Malam juga pak, tidak apa' saya juga baru sampai" ujar papah Lucky pada papih Dewa.
"Arsya salim nak," ujar mamah Dewi pada Arsya yang angguki oleh Arsya.
"Assalamu'alaikum tante perkenalkan saya Arsya anak mamah Dewi dan papah Lucky" ujar Arsya sambil mencium kedua tangan orang tua Milka.
"Iya sayang perkenalkan saya Nana mamihnya calon istrimu" ujar mamih Nana sambil tersenyum manis pada Arsya.
"Oh iya anak kamu mana pak Dewa" ujar pak Lucky karena tidak lihat keberadaan Milka.
"Oh itu tadi anak saya izin ke toilet sebentar" ujar pak Dewa.
"Oh oke kalo gitu duduk dulu pak" ujar pak Lucky.
"Iya terimakasih pak" ujar pak Dewa.
"Assalamu'alaikum om tante" ujar Milka yang baru sampai sontak semua menoleh ke sumber suara. Arsya yang tadinya main HP terkejut ternyata Milka yang akan dijodohkan sama dia.
"Wa'alaikumussalam sayang, ini anak kamu mbak" ujar mamah Dewi yang langsung berdiri liat Milka.
"Iya mbak" ujar mamih Nana.
"MasyaAllah cantik sekali kamu sayang" ujar mamah Dewi sambil mengelus rambut panjang Milka.
"Terimakasih tante" ujar Milka sambil tersenyum manis pada mamah Dewi.
"Kenalin ini anak tante" ujar mamah Dewi.
"Lo ngapain disini" ujar Milka ketika melihat Arsya.
"Lo ngapain" ujar Arsya.
"Kalian saling kenal" ujar mamih Nana.
"Iya mih dia temen sekolah aku" ujar Milka menjawab pertanyaan maminya.
"Bagus dong, kalo gitu kalian ga perlu perkenalan lagi kan temen sekolah berarti udah kenal dong" ujar mamah Dewi.
"Mah, pah, om, tante Arsya boleh izin bicara berdua sama Milka" ujar Arsya meminta izin untuk berbicara berdua sama Milka.
"Boleh dong" ujar papih Dewa.
"Yuk mil, " ujar Arsya sambil menggandeng tangan Milka,dan Milka hanya mengikuti kemana Arsya akan membawanya.
"Lo ngapain ngajak gue kesini"tanya Milka pada Arsya yang membawanya ke taman dekat restoran itu.
"Gue mau bicara sama lo, ini beneran kita dijodohin lo terima gitu" tanya Arsya pada Milka.
"Nih sekarang gue yang nanya sama lo emng lo bisa nolak gitu" tanya balik Milka pada Arsya.
"Yee, lo gue nanya malah nanya balik, nih ya kalo ada orang nanya itu dijawab bukan nanya balik" ujar Arsya pada Milka.
"Coba lo dulu yang jawab pertanyaan gue emang lo bisa nolak permintaan orang tua lo" tanya Milka pada Arsya.
"Ya ga bisa sih, gue ga mau buat orang tua gue kecewa sama gue jadi gue berusaha menuruti apa yang orang tua gue inginkan" ujar Arsya menjawab pertanyaan Milka.
"Bijak juga nih cowok"batin Milka.
"Kalo lo kenapa ga nolak" tanya Arsya pada Milka.
"Ya alasan sama kayak lo gue ga mau jadi anak yang durhaka karena ga nurut sama orang tua gue dan kenapa gue terima perjodohan ini karena gue yakin kalo pilihan orang tua gue yang terbaik buat gue karena ga ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya pada orang yang salah makanya gue coba untuk terima perjodohan ini" jawab Milka.
"Jadi sekarang lo setuju nih dan mau nikah sama gue" tanya Arsya pada Milka.
"Iya gue akan coba kita jalanin aja dulu ya" ujar Milka pada Arsya sambil tersenyum.
"Iya gue juga akan coba" ujar Arsya pada Milka sambil tersenyum juga.
"Yaudah kalo gitu ayok kita masuk lagi ga enak kalo lama' " ajak Arsya pada Milka.
"Iya ayuk" jawab Milka dan Arsya langsung menggandeng tangan Milka.
"Maaf ya mah, pah, om, tante kalo lama" ujar Arsya pada semuanya ketika mereka sudah sampai ke restoran.
"Iya gapapa sini duduk" ujar mamah Dewi.
"Yaudah langsung aja ya, gimana kalian setuju kan dengan perjodohan ini"tanya papih Dewa pada Milka dan Arsya.
"Iya pih Milka setuju" jawab Milka.
"Kalo Arsya gimana nak" tanya papah Lucky.
"Iya pah Arsya setuju kok pah" jawab Arsya.
"Alhamdulillah kalo begitu berarti pernikahan kalian minggu depan ya" ujar papih Dewa.
"Hah ga kecepatan om" ujar Arsya yang terkejut karena pernikahan nya secepat ini.
"Iya pah apa ga kecepatan" tanya Milka pada papihnya.
"Ya ga dong sayang malah bagus lebih cepat itu lebih baik sayang" ujar mamih Nana.
"Yaudah kalian setuju kan kalo pernikahan nya 1 minggu lagi" tanya mamah Dewi pada Milka dan Arsya.
"Iya mah aku ikut aja" jawab Arsya.
"Milka kamu setuju sayang" tanya mamah Dewi pada Milka.
"Iya tan Milka setuju kok" jawab Milka.
"Alhamdulillah" ujar orang tua mereka.
"Oh iya Milka kamu mulai sekarang panggil nya jangan om tante ya sayang, papah mamah aja" ujar mamah Dewi.
"Iya mah" jawab Milka sambil tersenyum manis pada mamah Dewi.
"Iya kamu juga ya Arsya manggil nya mamih papih aja ya nak, " ujar mamih Nana.
"Iya mih" jawab Arsya pada mamih Nana.
"Oh iya Milka kamu mulai besok dan seterusnya kamu diantar jemput sama Arsya ya ke kampusnya"tanya papah Lucky.
"Ga usah pah Milka bawa mobil sendiri aja"jawab Milka.
"Ga ada penolakan ya sayang, dan mulai besok kamu harus antar dan jemput Milka"ujar mamah Dewi.
" iya mah mulai besok aku akan jemput Milka "ujar Arsya.
"Yaudah kalo gitu saya dan keluarga saya pamit dulu ya pak Lucky" pamit papih Dewa.
"Iya hati-hati ya pak" ujar papah Lucky.
"Iya pak assalamu'alaikum" ujar papih Dewa sambil meninggalkan restoran itu.
"Waalaikumsalam, yaudah kalo gitu kita juga pulang yuk" ajak papah Lucky pada istrinya dan anaknya.
"Iya yuk pah, mah udah malam juga" ujar Arsya pada orang tuanya.
"Iya ayuk" ujar mamah Dewi.
Dan mereka semua pun pulang ke rumah masing-masing.
Bersambung
See you next part guys jangan lupa vote and komen ya ✨
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Couple
Teen FictionWelcome Happy Reading... Tentang dua orang yang saling mencintai tapi banyak halangan nya langsung baca yukkk To Be Continue
