Happy Reading🕊
"A-apa hamil? " tanya Milka pada Arsya.
"Iya sayang selamat ya kamu sebentar lagi akan menjadi ibu" ujar Arsya pada Milka.
"Iya mas sama-sama selamat juga ya kamu akan segera mendapat gelar seorang ayah" ujar Milka pada Arsya.
"Mas? Kamu panggil aku mas? " tanya Arsya pada Milka yang merasa bingung pasalnya baru sekali Milka memanggilnya dengan sebutan "mas" selama mereka menikah.
"Iya mulai sekarang aku mau panggil kamu dengan mas gapapa kan? " tanya Milka pada Arsya.
"Gapapa dong saysng, terus nama panggilan bubu sama baba gimana" ujar Arsya pada Milka.
"Ganti aja ya" ujar Milka pada Arsya.
"Yaudah terserah kamu" ujar Arsya pada Milka.
"Makasih mas" ujar Milka pada Arsya sambil mengusap lembut pipi Arsya.
"Sama-sama sayang, yaudah yuk kita pulang" ujar Arsya pada Milka sambil membantu Milka turun dari brankar rumah sakit.
"Iya mas ayuk" ujar Milka pada Arsya sambil memegang tangan Arsya untuk turun
"Kamu mau jalan apa mau gendong" tanya Arsya pada Milka.
"Jalan aja mas" jawab Milka pada Arsya.
"Yaudah ayuk sayang tapi hati-hati ya jalannya" ujar Arsya pada Milka.
"Iya mas" jawab Milka pada Arsya, dan mereka pun berjalan menuju parkiran dengan tangan Arsya yang berada dibahu Milka dan tangan Milka yang melingkar diperut Arsya.
.*****
Sesampainya dirumah Milka pun terkejut melihat lantai yang dipenuhi oleh cairan berwarna merah seperti bercak-bercak darah.
"Mas ini apa" ujar Milka pada Arsya sambil berjongkok memastikan tanpa disengaja Milka melihat dari sela-sela jari kaki Arsya ada bekas darah yang mengering dia baru menyadari kalau kaki suaminya sejak tadi tidak menggunakan alas kaki.
"Mas ini kaki kamu kenapa, jangan bilang ini darah kamu" ujar Milka pada Arsya sambil memeriksa kaki Arsya, tetapi Arsya hanya diam. "Sini duduk dulu" ujar Milka pada Arsya sambil menuntun Arsya ke sofa. "Sebentar ya aku ambil p3k dulu buat obati luka kamu" ujar Milka pada Arsya sambil meninggalkan Arsya untuk mengam p3k.
"Sebenarnya kaki kamu kenapa ini mas" ujar Milka pada Arsya sambil duduk disamping Arsya dan mengangkat kaki Arsya untuk diletakkan di pahanya. "Mas ya ampun kok ada pecahan beling nya aku telepon dokter ya sebentar" ujar Milka pada Arsya sambil mencoba untuk menghubungi dokter pribadi keluarga nya.
Setelah selesai menelpon dokternya Milka pun kembali duduk di sofa samping suaminya.
"Kaki kamu sebenarnya kenapa hmm" ujar Milka pada Arsya sambil mengelus lembut rambut Arsya yang langsung membuat Arsya menatap wajah teduhnya.
"Tadi ga sengaja kena pecahan gelas sayang" ujar Arsya pada Milka sambil menundukkan kepalanya.
Kok bisa, memang bagaimana kejadian nya?"ujar Milka pada Arsya sambil menangkup kedua pipi Arsya supaya menatap nya.
"Jadi-"
TING TONG TING TONG 🔔
"Permisi" ujar Dokter dari luar sambil memencet bel rumah Milka dan Arsya.
"Eh dokternya udah datang sebentar ya aku bukain dulu pintunya" ujar Milka pada Arsya sambil berjalan kearah pintu.
"Mari masuk dok" ujar Milka pada Dokter setelah membukakan pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Couple
Teen FictionWelcome Happy Reading... Tentang dua orang yang saling mencintai tapi banyak halangan nya langsung baca yukkk To Be Continue
